Susah? Senengin Aja!


Susah? Senengin Aja!

Cerita tentang sang mantan … teman sekamar kemarin memunculkan beberapa opini dari banyak sisi. Terima kasih ya teman-teman. Jangan khawatir, saya tidak berteman dengannya di sosial media. Rasanya juga ia tidak memiliki aktifitas apapun di dunia maya.

Amaaan. Eh!

Mungkin salah satu yang membuat gemas adalah cerita tentang kontradiktifnya ia, ketika marah mendengar suara derit pintu tapi memutar musik dengan keras, ketika saya sedang melaksanakan ibadah, tanpa ragu. Kenapa saya bisa sesabar itu? Kalau orang lain mungkin sudah marah karena merasa terganggu. Mungkin juga beberapa merasa saya terlalu mengalah dan lugu. Ah … senangnya punya teman yang begitu peduli, aylapyu!

Waktu itu saya tidak marah padanya, tidak juga menegurnya. Kenapa? Saya merasa, sholat saya seharusnya bisa khusyuk bagaimanapun keadaan di sekitar saya. Be it musik yang berdentum keras, orang yang mondar-mandir di hadapan, atau mungkin suara mereka yang sedang bercakap-cakap dengan volume tinggi.

Ya, memang sesederhana itu saja alasan saya.

Sama hal nya ketika sedang berpuasa, saya juga tidak lebay meminta orang lain paham dan bertenggang rasa. Yang puasa saya, kenapa orang lain harus ikut menanggungnya? Ini juga yang saya ajarkan pada anak-anak yang pernah bercerita tentang bagaimana mereka melihat teman lain, yang tidak berpuasa, meneguk minuman dingin di hadapan mereka yang sedang berpuasa.

Saya sedang mengajarkan anak-anak untuk tidak jadi manusia yang rese, mengharap orang lain selalu memahami situasi mereka, dan menjadi marah ketika sekitar tidak menunjukkan dukungan.

Hidup itu jadi sulit ketika kita memperlakukannya dengan sulit.
Hidup akan menjadi susah ketika kita menyusahkan sekitar, atau susah ketika melihat orang lain tidak susah.

Bersamaan dengan cara saya membuang semua hal yang negatif, saya juga belajar buat lebih mendengar dari banyak sisi. Seperti bagaimana saya mendengar segala keluh kesah Salwa tentang roomate nya dulu. Saya bahkan juga membuka diri dan telinga dengan segala aturan darinya sebagai pemilik kamar terdahulu. Tanpa perlu menyusahkan diri untuk berdebat, saya mengambil percakapan itu untuk kemudian menganalisa dan mengambil kesimpulan, bagaimana harus menghadapi seseorang yang lumayan ajaib sepertinya.

Susah? Senengin aja!

Saya hanya ingin kehidupan yang damai, demi kesehatan mental saya sendiri. Pekerjaan saya dulu yang mengharuskan interaksi dengan banyak pribadi ajaib bahkan menyebalkan, rasanya sudah cukup membuat saya banyak emosi.

Percayalah, hidup akan jauh lebih menyenangkan ketika kita fokus pada perbaikan diri, dengan membuka telinga lebar agar hati tak sampai mati. Bayangkan susahnya hidup mereka yang berpikir semua orang salah, cuma gue yang bener dan baik hati. Capek, ih!

Love, R

#WCR #tantanganmenulis #rumahmediagrup #rereynilda

S U S A H


S U S A H

Waktu masih bekerja sebagai awak kabin dulu, saya berbagi kamar dengan teman sejawat yang bukan sebangsa. Namanya Salwa, berkebangsaan Maroko.

Bagaimana cara saya beradaptasi? Mudah? Absolutely not. Sama sekali tidak. Susah!

Salwa adalah jenis perempuan yang lumayan sulit. Sulit berbagi, sulit untuk dipahami, dan sulit untuk memahami orang lain. Saya juga tidak berusaha mengulik latar belakang kehidupannya yang mungkin menjadi salah satu sumber perilakunya.

Sebenarnya ia baik, paling tidak untuk saya. Hanya saja karakternya memang ajaib dalam beberapa hal. Misalnya, ia melarang saya untuk mengganggunya ketika tidur. Bahkan derit pintu yang terbuka pun bisa membuatnya marah dan ngomel seharian. Tapiiiiii, ia dengan cueknya akan memutar kaset lagu Arab kesukaannya dengan keras tanpa peduli bahwa saya sedang melakukan ibadah.

Ia melarang kami, teman seapartemennya yang semua WNI, untuk membuka pintu dapur ketika sedang memasak. Bau, katanya. Padahal kalau dia sibuk di dapur, kami tidak keberatan dan tidak ada yang protes dengan bau masakannya. Hahaha!

Ia juga kerap bercerita tentang bagaimana teman sekamarnya dulu selalu bergosip dan menceritakan hal buruk tentang dirinya. Padahal saya juga tidak kenal dengan si mantan teman.

Banyak lagi suka duka saya lalui selama tinggal di asrama khusus untuk awak kabin itu bersama Salwa. Namun pelajaran apa yang bisa saya petik darinya?

Jangan jadi orang yang susah dan nyusahin orang.
Jangan jadi orang yang ribet dan ngeribetin orang.
Jangan jadi orang yang terlalu mikirin apa kata orang, karena bisa jadi orang itu sebenarnya sama sekali tak punya waktu untuk memikirkan segala polah kita.

Jangan terlalu repot memikirkan semua hal yang bukan urusan kita. Sibuk saja sama perbaikan pribadi biar banyak disayangi.

Untuk para ibu, fokus saja dengan bagaimana mengarahkan karakter anak sebagai bekal hidupnya kelak ketika harus tinggal berjauhan dengan kita. Sehingga mereka kelak tidak perlu tumbuh menjadi manusia yang susah bin sulit seperti mantan teman kamar saya.

Untuk para bapak, sibuk saja membangun bonding dengan anak-anak di rumah, agar mereka tidak kekurangan kasih sayang dan melampiaskan kekosongan hatinya di luar.

Be kind, be true to yourself, and be genuine.

Love, R

Jenang Grendul Mama


Jenang Grendul Mama

Ma, kangen deh makan jenang grendul tiap buka puasa dulu.
Aku mau bikin tapi hasilnya tidak sama dengan bikinanmu.
Tadinya sangat berharap bisa melewati Ramadhan ini bersamamu.
Apa daya kita terpaksa melaluinya berjauhan dulu.

Dua Ramadhan yang lalu beruntung sekali bisa kita lewati sebagai sebuah keluarga yang utuh.
Aku tahu sejak di bangku kuliah putri kecilmu ini sudah melesat pergi jauh.
Apalagi ketika pilihannya untuk bekerja membawanya ratusan mil jauhnya darimu.
Menikah pun dipilihnya lelaki dari negara seberang pulaumu.

Ma, aku rindu.

Rindu menikmati penganan buka puasa hasil tanganmu.
Takjil yang manis bak senyummu.
Nasi dan lauk pauk sederhana yang mengenyangkan dahagaku.
Tawa candamu yang selalu membuat perutku kaku.
Obrolan seru tentang ini itu.
Kadang hal-hal receh yang enggak puguh.

Aku rindu.

Ma, jika wabah ini kelak berlalu, tunggu aku pulang ke rumahmu.
Membawa sejuta rindu tentang dirimu.
Membawa perut kosong yang rindu masakan khas Ramadhan mu.
Membawa tenggorokan yang clegak-cleguk membayangkan jenang grendulmu.

Sehat selalu ya Ma.
Kita bisa melalui ini semua dengan selamat bersama.
Walau aku di sini dan kau di sana.
Langit yang kita pandang toh tetap sama. Kenangan akan jenang grendulmu bahkan tetap terasa di ujung lidah.

Selamat berpuasa Ma, semoga 30 hari yang indah terlalui dengan sukacita.
Walau kita tidak bertatap muka dan bertukar pandang.

Untukmu semua, cintai keluarga dan sekitar yang utama.
Karena terpisah jarak dan waktu itu sedih rasanya.
Bumi ini, biar ia membersihkan diri seutuhnya. Sudah terlalu lama ia menderita karena tangan-tangan manusia yang tinggal di dalamnya.

Love, Reyn

reynsdrain

#TantanganMenulis #RumahMediaGrup #Ramadhan #Rereynilda

Secangkir Kopi Hangat Emak (The Promise)


Secangkir Kopi Hangat Emak
(The Promise)

“Can we make a promise before we sleep?”
“Okay,
Bunda.”
“I promise to be more patient while assisting you with your school assignments.”
“Yay!”
“But you have to promise me to be obedient and focus more on your school works.”
“Okay,
Bunda. I promise.”
“I’m not getting any younger,
Rayyan. I’m getting older and when I lose my temper, I suddenly got headache.”
“Come I massage you head.”
“Can you promise me first?”
“I promise,
Bunda. I’ll concentrate more on my works tomorrow so you will not get headache. Come I massage you now.”
“Thank you,
Nak. I love you.”
“I love you too,
Bunda. Please don’t get sick.”
“Then keep your promise.”
“Okay.”

Malam ini saya mengajarkan Rayyan artinya bertenggang rasa. Tepo seliro pada ibunya, yang sekarang harus mendampinginya belajar setiap hari.

Saya juga menunjukkan padanya bagaimana saya berusaha untuk berdamai dengan keadaan akhir-akhir ini. Pagi saya yang biasanya tenang, sekarang terpaksa harus menerima pekerjaan tambahan sebagai seorang guru. Ia memang belum bisa dilepas sendiri ketika mengerjakan tugas sekolahnya secara online, dan ini yang membuat saya sering hilang kesabaran. Terutama ketika melihatnya terlalu santai dan bermalas-malasan.

Saya berjanji padanya untuk lebih sabar dan pada saat yang bersamaan saya ingin ia juga berjanji untuk tidak memancing emosi saya. Ia harus tahu, it takes two to tango. Saya tidak bisa melalui semuanya sendiri. Ia harus ikut serta menjaga kesehatan psikis ibunya.

Moms, berhenti menganggap diri harus berkorban demi apapun. Belajar untuk melibatkan mereka yang tercinta demi menjaga kesehatan mentalmu. Lakukan apapun yang tidak membuatmu kehilangan kebahagiaan. Pengorbanan tidak harus berarti perampasan kebahagiaan.

Happy mom, happy home. Remember that.

Love, R

#challengemenulis #rumahmediagrup #rereynilda

Secangkir Kopi Hangat Emak (Self Love Is Not Selfish)


Secangkir Kopi Hangat Emak
(Love Yourself Is Not Selfish)

Selamat pagi ibu-ibu cantik yang sedang bahagia. Sudah masak? Sudah membersihkan rumah? Sudah mandi? Sudah meneguk secangkir kopi?

Saya tahu anda semua pagi ini masih kumut-kumut belum mandi, gedubrakan di dapur sendiri, berteman sapu dan sutil pujaan hati. Saya tahu covid 19 bukan sekedar quarantine. Keadaan ini merubah segala sendi kehidupan dan diri. Bukan hanya dirimu dan dirinya, tapi seluruh penjuru bumi.

This shall pass, hanya itu penguat diri.

Tentu saja bagi para ibu, keadaan ini lumayan membuat rungsing sendiri. Pagi yang tenang dan biasanya dilalui dengan secangkir kopi ketika semua beranjak pergi, kini harus sedikit menahan diri. Terutama ketika berhadapan dan harus mendampingi buah hati dengan tugas sekolah yang nyaris membuat emosi. Belum lagi memikirkan akan makan apa seharian ini. SEHARIAN ini.

Saya jadi ingat dalam ilmu parenting, bahwa beberapa jaringan dalam sel otak anak akan rusak ketika ia dimarahi. Hmmm … lantas bagaimana dengan nasib sel otak kami para ibu ini? Yang setiap hari penuh dengan itu ini? Tidak jarang harus menghela napas panjang melihat ajaibnya beragam tingkah laku para penghuni.

Hey! Kami bukan Wonder Woman, yang tidak mempan peluru dan mampu mempertahankan hidup. Kami ini cuma ibu-ibu dengan uban yang semakin bertumbuh, karena setiap hari harus memikirkan ketahanan tubuhmu lewat isi perut. Setiap hari juga tanpa jemu memikirkan kebersihan dirimu lewat lantai rumah yang kinclong tanpa debu.

Untukmu para ibu, jangan segan mengatakan jika dirimu butuh waktu. Untuk sekedar diam tanpa laku bahkan memikirkan seisi rumahmu. Ajarkan semua orang untuk menghormati dan menghargai caramu. Jika ingin marah, luapkan saja tak perlu tertahan. Karena mereka juga butuh tahu, ibunya ingin memiliki jiwa yang sehat dan untuk itu, ia butuh dibantu.

Self love is not selfish, Moms. Ini caramu menghargai hidup dan melibatkan seisi rumah untuk belajar hidup.

Selamat Hari Kartini, jangan ragu untuk mengatakan keluhmu, jangan ragu untuk menunjukkan penatmu. Semua harus tahu, sang ibu tetap butuh “secangkir kopi hangat” dalam keadaan apapun, untuk membuatnya mampu mencintaimu selflessly.

Love, R

reynsdrain/rereynilda

#tantanganmenulis

#rumahmediagrup

#rereynilda

Forgotten


Forgotten

Hari ini saya menonton sebuah film Korea bergenre thriller. Dari judulnya saya sempat berpikir ini adalah film horror. Tema yang sungguh saya hindari karena saya tidak tahan mendengar suara musik atau misteri di dalamnya. Rasanya jantung saya mau copot.

Seperempat awal cerita saya sudah hampir give up karena mulai agak menakutkan. Ternyata saya salah. Film ini memang menakutkan namun in a different way.

Jin Seok adalah seorang pemuda berusia 21 tahun yang memiliki seorang abang bernama Yoo Seok. Ia diceritakan memiliki masalah psikis yaitu anxiety disorder, atau kecemasan yang berlebihan. Untuk itu ia harus selalu meminum obat penenang.

Pada suatu malam ia melihat sang abang diculik di depan mata kepalanya sendiri. Hal ini sangat mengguncang perasaannya. Ia juga kerap mengalami mimpi buruk apalagi sejak pindah ke sebuah rumah baru bersama kedua orangtuanya.

Dahi saya berkerut ketika di pertengahan cerita, ada keanehan terjadi. Yoo Seok dan orang tua nya seperti komplotan orang asing yang sedang merencanakan sesuatu pada sang adik. Hmm … menarik. Despite kemunculan sesosok hantu perempuan yang membuat saya makjegagig kaget, cerita ini makin membuat saya penasaran.

Betul saja, segala hal menjadi terang benderang hampir di akhir cerita. Jin Seok ternyata bukan berusia 21 tahun. Keluarganya juga ternyata …

Ah! Saya ingin sekali membocorkan ceritanya dari A sampai Z. Tapi saya tidak tega jadi spoiler. Pokoknya, film yang dirilis pada 2017 ini keren abis! A must watch movie untuk para penikmat genre thriller.

Siap-siap mengatur nafas dan menghelanya panjang ketika akhir cerita tiba. Sedih, sesak, prihatin, itu kesan yang saya dapat. Betapa cinta mampu membuat seseorang gelap mata dan unexpected things do happen! Jika saja tidak ada yang “salah”, pasti tidak begini jadinya.

Seperti hidup yang kerap kali menghadapi sesuatu yang buruk di tengah perjalanan. It’s real and we can’t avoid it. Tonton saja sampai habis dan resapi setiap adegannya. Lalu jangan lupa bersyukur dengan apa yang ada di hidupmu hari ini.

It is forgiven but not forgotten.

Sumber foto: Google

Love, R

Resep Lontong Goreng


Resep Lontong Goreng

Punya lontong atau ketupat sisa masakan sebelumnya? Mau diapakan ya?

Dia hari yang lalu saya membuat soto ayam, dan pagi tadi saya lihat kuahnya sudah kering namun pelengkap seperti ayam suwir, lontong, dan sayuran masih tersisa lumayan banyak. Hmmm … dibuang? Enggak lah yaw! Mubazir! Bikin lontong goreng saja, yuk. Apa saja bahan dan bagaimana cara membuatnya?

Bahan:

  • Lontong/ketupat
  • Bawang bombay
  • Cabe rawit
  • Terasi
  • Ayam suwir
  • Telur
  • Sayuran (sawi, tauge)
  • Teri medan/teri biasa
  • Fish sauce
  • Garam, penyedap.

Cara membuat:

  1. Iris tipis bawang bombay dan cabe rawit, tumis bersama terasi, teri medan, beri sedikit fish sauce, garam dan penyedap (optional).
  2. Masukkan 2 biji telur, orak arik. Kemudian masukkan ketupat yang sudah dipotong dadu, sayuran dan ayam suwir.
  3. Koreksi rasa.

Tips:

  • Bisa menambahkan sosis atau daging giling jika tidak ada ayam suwir.
  • Jangan terlalu kecil memotong ketupat karena bisa hancur selama pemasakan. Itu sebabnya lontong dimasukkan terakhir bersama dengan sayuran seperti tauge.
  • Sayuran seperti sawi atau kailan dimasukkan lebih dahulu supaya empuk.
  • Cabe bisa ditinggalkan kalau ingin memasak lontong goreng yang tidak pedas.

Nah, bisa jadi alternatif masakan baru tanpa membuang apapun, kan?

Happy cooking!

Reyn

Parasite


Parasite

Hhhh … biar saya menghela nafas dulu.

Tenang, saya bukan mau jadi spoiler buat yang belum nonton. Saya cuma mau bilang, dada saya masih berdetak kencang, sedih, emosi, setelah selesai menonton film pemenang 4 Academy Award 2019 ini.

Kesan lucu yang saya tangkap di awal film, seketika berubah dengan plot twist tidak terduga di tengah bagiannya. Dark, gloomy, kumuh, terasing, terisolir, sedih.

Hhhh … sebentar, saya ingin menghela nafas lagi mengingat detail demi detail kejadian yang dialami keluarga Kim.

Si sulung Ki Woo dan adiknya Ki Joong yang cerdas namun jurang kemiskinan menghalangi mereka meraih mimpi untuk sekolah tinggi. Chung Sook sang ibu yang bekerja melipat kotak pizza bersama Ki Taek sang ayah, berusaha sekuat tenaga to make ends meet.

Segalanya berubah ketika sebuah rencana menghadiahi mereka semua kenyamanan hidup, hingga ketika suatu hari kenyamanan itu melenakan. Kemudian segalanya berubah dan berakhir.

Ini adalah satu dari beberapa film yang saya berikan 5 bintang. Plot yang luar biasa, akting yang natural, dan kesan yang tersampaikan dengan baik.

Ingat jika jantung anda lemah, jangan tonton film ini. Ngeri nya menusuk hingga ke tulang lebih daripada film horror yang dengan takut saya tonton di balik punggung suami atau bantal. Mungkin karena saya terlalu dalam berusaha masuk untuk mencari pesan tersembunyi yang berusaha disampaikan sang sutradara.

Pesan bahwa everybody has their own battles we know nothing about so be kind, yang kerap saya tulis di beberapa kesempatan, mungkin pas untuk menggambarkan akhir dari film ini. Akhir yang membuat dada berdebar hingga tulisan ini saya unggah.

Sumprit!

(Photo credit: Google)

Love, R

Flagella Brooch


Flagella Brooch

“Rayyan, what do you think about this brooch?”
“I see Flagella.”
“What is a Flagella?”

Kemudian ia mulai bercerita tentang bagaimana Flagella hidup di atas sirip seekor ikan dan membantunya tumbuh … bla bla bla. Saya lupa detail ceritanya yang panjang sekali. Hahaha!

Saya yang penasaran kemudian mencari di internet seperti apa bentuk Flagella. Ternyata persis seperti apa kata Rayyan, brooch ini menyerupai bentuk Flagella, Guys! Hahaha! And I don’t have any ideas at all.

So, a few days ago, I manage to make some wire weaving jewelleries. Terinspirasi dari beberapa video tutorial yang saya lihat dari Youtube dengan sedikit twist ala saya, terciptalah salah satunya brooch mungil ini yang menurut Rayyan tampak seperti Flagella tadi.

Flagella Brooch it is, Son.

Batu-batu dan ukurannya bisa diganti yang sesuai dengan keinginanmu, lho. Batu pada brooch ini saya ambil dari sebuah kalung yang saya miliki sudah lama sekali dan sekarang saya daur ulang menjadi sebuah bros. Lumayan kan?

Sudah membuat hasil karya apa hari ini?

Love,

Reyn

You Don’t Miss Your Water


You Don’t Miss Your Water “You don’t miss your water ’til the well runs dryBut I believe so strongly in you & ICan’t somebody answer me the question whyYou don’t miss your water ’til the well runs dry”(Craig David) Berapa banyak sih dari kita yang sering bersyukur? Atas segala hal yang pernah atau sedang terjadi […]