Refleksi. Manusia. Refleksi


Refleksi. Manusia. Refleksi

Refleksi
Satu kata sederhana
Terlalu sederhana hingga banyak orang lupa
Lalu memilih untuk sekedar menunjuk muka
Tentu saja selain mengarah ke dirinya
Lebih mudah, karena tak butuh kaca

Refleksi
Nyatanya tidak benar-benar sederhana
Melihat kelam dalam diri menjadi tak mudah
Mengakuinya ada, jadi tak biasa
Padahal kelam itu yang membuat dewasa
Hingga mampu memahami segala

Refleksi
Butuh diam dari banyak berulah
Butuh dengar dari sering berujar
Butuh berhenti dari menunjuk jari
Lalu mulai melihat ke dalam diri

Refleksi hanya butuh berani
Berani mengakui kelamnya diri

Refleksi hanya butuh berhenti
Berhenti melihat ke arah lain

Refleksi hanya butuh konsentrasi
Konsentrasi mengisi lubang kosong dalam hati

Refleksi bukan semula jadi
Ia butuh dilatih hingga ujung waktu sendiri

Refleksi
Membuat manusia kembali sejati
Sejatinya manusia
Bukan Tuhan bagi sesama

“The more reflective you are, the more humane you are.”

Love, Rere

Mendung


Mendung

Mencoba berhenti sejenak
Merenungi dada yang sesak
Mengarungi liarnya ombak
Menuju bumi dalamnya kerak

Kutemukan setitik itu
Meski kadang hilang tak tentu
Mendung langit gelapnya kalbu
Menuliskan tentang kisahku

Kadang ingin mencoba baik
Meski itu hanya setitik
Tak peduli segala pekik
Hingar dunia penuh munafik

Kadang ingin berbuat mulia
Agar semua dapat bahagia
Karena cerita hanyalah fana
Semua kadang berujung luka

Mendung hitam penuhi langit
Melukiskan jiwa yang sakit
Lewati waktu yang kian sulit
Dalam detik makin sedikit

Ketika jumpa sebuah sinar
Seolah lupa luka yang nanar
Semua terlihat menjadi binar
Dalam sukma terlihat segar

Kereta datang pengingat rindu
Seolah semua kian berlalu
Melupakan semua tentang kisahku
Hanya Dia semua yang tau

Ini lah kisah mendungnya langit
Ingin manis ternyata pahit
Menyisakan rasa jiwa yang sempit
Membuat batin makin terhimpit

Akan tiba indah pelangi
Terangi segala yang pernah terjadi
Obati jiwa yang pernah sepi
Sampai Dia ada di sini

Untuk mencoba bangkit kembali
Untuk mencoba mengukir hati
Untuk mencoba bersinar lagi
Untuk mencoba tak lagi pergi

Sampai suatu hari
Sampai saat nanti
Sampai semua di sini
Sampai berjumpa kembali

 

Menjaga Jiwa


Menjaga Jiwa

Untuk jiwa yang sedang gundah
Pada raga yang tengah goyah
Untuk jiwa yang sedang merana
Pada raga yang tengah lelah

Menyerah lah meski bukan kalah
Menyerah karena butuh pasrah
Pasrah pada keinginan raga dan jiwa
Mereka sedang butuh udara

Meski kadang raga berdiri tegak
Merasa kuat hingga pongah
Walau tertatih tetap menjejak
Tanpa sadar jiwa tengah gelisah

Wahai jiwa yang merasa tegar
Bahkan setengah mati menahan
Tetesan bulir bening di sudut netra
Luahkan! Tak perlu lagi kau tahan

Pahami ambunya yang tengah masygul
Jangan berpaling apalagi bingung
Biarkan jiwamu bergetar dengan jujur
Hirup wangi hidup yang tak selalu harum

Biarkan sumarah mengganti amarah
Biarkan harsa mengganti duka
Mencinta sang jiwa bukan melulu dunia
Menjaga sang raga bukan hanya mereka

Dirimu juga tanggung jawabmu
Jiwa yang tenang harusnya fokusmu
Raga yang ceria semestinya upayamu

Berhenti menguras habis karunia Nya untukmu
Berhenti berkorban demi mereka melulu
Berhenti berharap bahagia datang padamu
Berhenti tak perlu ragu

Bahagia … bahagiakan jiwamu
Sehat … sehatkan ragamu
Cinta … cintai dirimu utuh
Berharga itu … kamu juga jiwamu

Love, Rere

Hey C, kapan kau pergi?


Hey C, kapan kau pergi?

GAC nyanyi bertiga
Saya dong ber-sembilan saja
Jangan sedih dan gundah gulana
Tetep semangat dan harus bahagia

Daripada pusing di rumah melulu
Mending bikin sesuatu
Mungkin coba resep masakan baru
Kalau sudah jadi, saya dikirimin juga mau

Hey C ... oh ... Si Corona
Kapankah dirimu berakhir dan perginya?
Rasanya hidup ini hampa
Mengetahui Lebaran akan berlalu tanpa anjangsana

Namun darimu kami semua belajar
Apa artinya kekuatan dan bertahan 
Darimu pula kami tahu
Bagaimana harus baik berlaku

Karenamu juga kami jadi tahu
Bahwa Sang Pencipta itu letaknya di kalbu
Bukan di dalam gedung
Atau di atas hamparan sesuatu

Bumi pun sementara beristirahat tenang
Membersihkan diri yang selama ini teraniaya
Karena ulah manusia yang tinggal di atasnya
Bahkan langit kini berwarna biru terang

Kini kita hanya mampu berdamai dengan keadaan
Merubah kebiasaan yang tidak sepadan
Lalu membawanya senantiasa dalam kehidupan
Untuk ingat bersih, hidup sehat, dan menyebarkan kebaikan

Jangan gundah dan terjebak lama dalam kesedihan
Semua pasti bertemu jalan
Seperti janji-Nya dalam kitab pegangan
IA hanya merubah nasib jika ada usaha dan keyakinan

Bahagia selalu
Jaga diri dan kesehatanmu
Jangan putus asa
Jika pintumu tertutup, ada pintu lain terbuka

Love, R
#WCR #TantanganMenulis #RumahMediaGrup #ReReynilda
Bahagia – Cover

H I D U P


H I D U P

Memang tak selalu lurus apalagi mulus
Kadang di tengah jalan bertemu kerikil dan batu
Mungkin juga berhadapan dengan jalan berliku
Namanya juga hidup, bisa bertahan kah kamu?

Pernah punya duit cuma sepuluh dollar
Dengan sebiji telur penahan lapar
Untung bayi kecil gak ikut nangis menggelegar
Namanya juga hidup, tak selamanya bak bunga mekar

Pernah juga tertimpa masalah besar
Sampai harus kabur-kaburan
Bahkan mobil sampai tabrakan
Namanya hidup, kadang ada ujian sabar

Ujian terus, kapan lulusnya?
Masak hidup enggak lurus terus jalannya?
Kan sabar ada batasnya?
Namanya juga hidup, kita tak pernah tahu ujungnya

Merasakan roller coasternya kehidupan
Membuat saya punya pertahanan
Walau kadang ada pasang surutnya
Tapi saya sadar, banyak orang lebih susah hidupnya

Dari itu semua, apa yang saya dapat?
Selain keyakinan untuk bisa menjalani dengan selamat?
Saya belajar artinya kekuatan
Yang tidak pernah saya tahu adanya di badan

Sekarang jalan saya terasa lebih lapang
Lupakan yang lewat dan maafkan segala kesalahan
Tugas saya sekarang berbagi pelajaran
Bahwa setelah gelap pasti ada terang

Life’s short, spend it wisely.

Change the way you look at things.

Love, R

#WCR #RumahMediaGrup #TantanganMenulis

Hidup (Sebuah Elegi)


Hidup (Sebuah Elegi)

Hidup memang tak selamanya mulus
Kadang melesat kadang terpuruk
Bak air laut ketika datang surut
Namun hati tak boleh larut
Yakinkan diri untuk satu janji
Bahwa Ia selalu menguji
Siapapun yang Ia kehendaki
Juga sanggup menghadapi
Walau kadang letih menghampiri
Hingga lisan tergerak ikut mencaci
Ingat dan munajat pada Sang Pemilik hati
Semoga badai ini segera pergi
Hingga kebenaran membuka kunci
Terkuak akhir segala dengki
Semoga Allah selalu mengampuni
Segala dosa yang ada di hati

October 2017

Love, R

Tentang Hati (Sebuah Elegi)


Tentang Hati (Sebuah Elegi) Ketika hatimu mati Karena prasangka dan dengki Ingat-ingatlah mati Yang setiap saat menghampiri Aku tak akan bergeming Karena lisanku toh tak kau percayai Semoga Allah mengampuni Segala fitnah yang terlontar dengan keji Betapapun hati ini ingin balas menyakiti Namun ku tetap menahan diri Kan kubalas indah hanya dengan puisi Karena hanya […]