D.I.Y FASHION


D.I.Y FASHION

Hmm … D.I.Y?

Yes! Do It Yourself.

Siapa bilang untuk jadi fashionable butuh modal besar?
Siapa bilang untuk jadi fashionista butuh branded stuffs atau designer clothes?

Be your own design artist, Gengs!

Buka lemari, cari baju yang sudah kekecilan, atau malah kebesaran, atau yang sudah tidak terpakai karena sesuatu hal.

Cari inspirasi dari internet yang bejibun dibagi, buka Pinterest untuk ide seru, dan cari video tutorial yang kamu mau.

Saya memang bukan penjahit betulan, karena hanya belajar secara otodidak. Menjahit baju baru nyatanya memang kurang menarik hati saya. Mendhedeldhuwel baju lama yang dijadikan baru rasanya lebih menarik kalbu. Caelah!

Apa saja D.I.Y Fashion yang pernah saya buat? Semoga menjadi inspirasi ya, Gengs!

Yuk, buka lemarimu dan bikin sesuatu yang lama jadi baru!

Love,
Rere & SewAdorableYou!

PS: Ini hanya sebagian kecil hasil oprekan tangan saya mendhedeldhuwel baju lama. Ada beberapa baju yang kemudian berubah bentuk menjadi tas bertali, atau lunch bag tempat anak-anak menyimpan kotak makan.

Pangeran (Ayam) Kodok


Pangeran (Ayam) Kodok

Rasa aslinya? Saya belum pernah coba sama sekali.

Tak terhitung berapa banyak video tutorialnya saya sudah tonton dan selalu berpikir, susah sekali membuat makanan satu ini.

Sudahlah namanya ajaib, tutorialnya susah setengah mati, hingga berpikir untuk membuatnya saja … saya sudah malas sekali.

Ulang tahun suami mengubah segala pandangan tentang si kodok. Memang setiap ada kemauan, di situ akan muncul jalan.

Memanfaatkan ketertarikan akan kerajinan tangan, saya mulai mengolah si kodok dengan penuh ketelatenan.

Bayangkan saja, hidangan satu ini tu seperti orang kurang kerjaan.

Si ayam calon kodok, dikuliti dengan hati-hati. Sesudah itu si kulit tanpa isi harus diisi kembali, bahkan dijahit hingga semua bersatu tak bisa kabur tanpa permisi. Hmm … kurang kerjaan, kan?

Dikuliti, diisi, dijahit.

Si kentang yang bukan potato couch pun begitu juga. Setelah direbus, isinya dikeruk hingga melompong. Sesudah itu, kerukan kosong itu diisi kembali seperti semula. Iseng banget, kan? Ngapain coba dari awal dikeruk-keruk. Emang kurang kerjaan betul!

Oh, tapi moto hidup saya kan, kalau ada jalan yang susah, kenapa ambil yang mudah? Hahaha!

Jadi, inilah produk baru Dapoer Ranayan dengan rasa yang mungkin tidak original. Berhubung sang bakul belum pernah mencobanya langsung. Namun, jangan bingung. Verdictnya saya dapat dari si dia yang awalnya meringis melihat si ayam berpose bak kodok nanggung.

Dibeli olesan bak foundation tebal.

“Ihhh ayam seekor? Kan tahu Ayah enggak suka.”
“Coba duluu!”
“Oh, lain ya isinya? Wah! Sedap! Enak banget ini!”

Senyum dan hidung sang bakul pun mengembang. Project perdana si kodok berhasil membuat si dia senang. Bahkan, meski deg-degan mengirimnya pada kakak tersayang, komentar yang datang pun nyatanya membuat girang. Ahh, ai laff you pangeran ayam … eh kodok sayang!

Kamu, kamu, enggak pingin nyoba?

Love,
Rere

Bibi TitiTeliti


Bibi TitiTeliti

Bagi saya, tidak ada satu pun hal yang tidak penting. Semua penting, dan harus diperhatikan dengan teliti.

Memang saya jadi terkesan cerewet dan bawelnya “ndak lumrah“. Hanya karena menolak anggapan, ahhh … gitu aja serius amat.

Tak kurang satu dua sahabat atau keluarga yang bahkan segan membantu saya mengerjakan sesuatu. Takut saya marahi ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Tentu saja ekspektasi saya sendiri. Hihihi!

Bahkan ini juga yang menyebabkan saya tidak mau memakai jasa seorang part timer untuk membantu membersihkan rumah. Setelah dulu pernah kapok melihat hasil kerjanya yang akhirnya saya ulangi demi mendapat hasil yang saya maui.

Seremeh pekerjaan menjemur baju pun bisa jadi akan saya ulangi jika mata ini berbulu melihatnya tidak tertata rapi. Begitu akhirnya saya melatih anak-anak di rumah untuk melakukannya dengan teliti. Searah, sekelompok, dan tentunya tidak berkerut seperti wajah yang merengut.

Hal yang nampak sepele, seperti membungkus peralatan makan plastik untuk pesanan esok pun, saya lakukan dengan sepenuh hati. Berapa pun jumlahnya.

Mungkin karena saya orang yang melihat sesuatu dari pandangan pertama. First impression must be impressed. Bukan untuk menghakimi, hanya semata menikmati karunia penglihatan dari Sang Illahi.

Sendok garpunya jadi cakep kan, Cint? 😉

Namun apakah saya selalu seteliti ini? Enggak juga. Beberapa kali saya pernah melakukan kecerobohan, walau sangat jarang. Salah satu kisahnya akan saya ceritakan nanti di antologi terbaru, hingga kalian bisa tertawa melihat bibi tititeliti tak selalu teliti.

Love Life, Rere

Learn. Relearn


Learn. Relearn

“Guys, do you want to bring anything for Teacher’s Day? Just choose. I can bake, cook, or if you want to give my handmade stuffs just choose whatever is on the table. There are keychains made of resin and embroidery, mask extenders, wired stuffs, I can make embroidery pouch too, or maybe macrames?”

Ini lah saatnya saya bisa tersenyum manis memandang “meja kerja” saya yang bak kapal pecah.

Ini juga saatnya saya bisa menepuk punggung sendiri sambil berkata, “hey You, good job! Ayo belajar lagi sesuatu yang baru.”

Belajar buat saya seperti tak mengenal batas. Usia yang terus bertambah, tidak pernah menghalangi langkah. Sesuatu yang baru selalu membuat saya ingin maju. Keluar dari zona nyaman adalah usaha keras saya mengalahkan malas dan ragu. Tubuh ringkih yang dari luar nampak perkasa ini pun tak pernah membuat saya mundur teratur.

Hidup rasanya terlalu berharga jika dilalui tanpa sebuah karya. Meski tampak sederhana namun saya percaya, ini lah yang membuat hidup menjadi lebih berguna. A hobby a day keeps the doldrums away, rasanya bukan hanya sekedar deretan kalimat tanpa makna.

Jadi, masih mau melewati hari tanpa melakukan apa-apa? Never stop learning, because life never stops teaching.

Happy Teacher’s Day!

Love, Rere

Hitam Putih Perempuan (Secangkir Kopi Hangat Emak)


Hitam Putih Perempuan (Secangkir Kopi Hangat Emak)

Being a woman is never easy
Melalui banyak fase yang berakibat perubahan pada diri
Belum lagi siklus hormonal yang kadang bikin pusing sendiri
Mending jauh-jauh daripada kena usir

Being a woman is never easy
Masa muda harus benar-benar jaga diri
Kalau tak ingin masa itu terenggut dini

Being a woman is never easy
Setelah berbuntut dan menimang buah hati
Kesenangan pribadi harus rela tersisih

Being a woman is never easy
Menjaga yang tersayang kadang butuh otot besi
Namun penampilan tetap harus manis tak boleh basi

Ladies, mari saling mendukung
Berbagi cinta dan cerita untuk yang terkungkung
Tak perlu drama dan kelamaan merenung
Segera bangkit dan tegakkan punggung
Hitam putihnya dunia mari hadapi dengan senyum

Hitam putih challenge ini sungguh menarik. Melihat bagaimana kaum perempuan saling memdukung dan berbagi kekuatan satu sama lain. Melalui berbagi foto tanpa warna-warni.

Hanya hitam dan putih.

Ibarat hidup yang penuh dengan pasang surut. Kadang berpikir ia bahagia, ternyata hidupnya carut marut. Kadang menganggap ia menyebalkan, ternyata justru darinya didapat ilmu tentang kehidupan. Ahhh … sawang sinawangnya hidup.

The least we can do adalah berhenti memberi terlalu banyak komentar, terutama berbagi negativity. Karena terkadang di mata kita tampak hitam, ternyata ada putih di sana, pun sebaliknya. Berhati-hati dengan setiap ucapan, karena sejatinya pergumulan hidup setiap orang berbeda. We never know.

Pelukku untukmu semua yang sedang berjuang menghadapi kehidupan, dan berpacu menghadapi waktu. Berbahagialah menghadapi hiruk pikuknya. Karena ketika kita bahagia, tak akan ada waktu terbuang untuk membuat orang lain tidak bahagia.

Ladies, sisihkan waktu untuk menikmati hidupmu. Seruput hangat kopi di hadapan, agar senyum kembali terkembang di wajahmu.

Love, Rere

Recycle. Reuse. Remake


Recycle. Reuse. Remake

Punya hobby itu asyik lho. Apalagi ketika dari hobby itu jadi bisa menciptakan sesuatu yang baru baik dari limbah di rumah, atau barang bekas jaman dulu.

Tadi pagi saya beberes dapur, lalu melihat tampah berukuran kecil yang sudah agak rusak jalinan rotannya.

Dibuang? Sayang, ah.

Bikin baru, dong!

Akhirnya, iket sana iket sini, voila! Tampah rusak saya pun jadi sesuatu yang baru. Bisa digantung sebagai hiasan dinding, tempat bunga kering, atau bisa juga jadi tempat surat yang biasanya menumpuk di meja.

Jadi, masih mau buang barang lama? Bikin sesuatu, gih. Atau kalian mau pesan wall deco lucu ini? Ihik!

Love,
Rere

Kue Keria Bikin Ceria


Kue Keria Bikin Ceria

“Pingin deh makan kue keria. Bunda bisa buat?”
“Hmmm … belum pernah buat sih, tapi boleh coba.”

Apa sih kue keria itu?

Kue keria adalah sejenis donat ala Melayu. Berbeda dengan donat biasa yang berbahan tepung dan ragi, bahan dasar penganan ini adalah ubi, dengan campuran tepung, dan berlapis karamel gula merah.

Yummy!

Berikut ini resep dan cara membuatnya yang sangat mudah.

Bahan:

  • 4 buah ubi/sweet potato
  • 1 cup tepung terigu
  • 1 sdm tepung beras
  • ½ sdt baking powder
  • ½ cup air
  • 1 sdm gula pasir
  • Gula merah

Cara membuat:

  1. Kukus ubi hingga empuk
  2. Haluskan bersama 1 sdm gula putih
  3. Masukkan tepung terigu, tepung beras, dan baking powder yang sudah diayak
  4. Tambahkan air lalu uleni hingga kalis
  5. Siapkan sebuah piring yang telah ditaburi tepung
  6. Cetak adonan berbentuk cincin/donat kemudian goreng dalam api yang sudah panas.
  7. Masak gula merah dan sedikit air hingga terbentuk karamel
  8. Siramkan karamel sambil disaring ke dalam wadah kue yang sudah digoreng
  9. Tiriskan kue hingga karamel yang sudah melekat menjadi kering
  10. Kue keria siap dihidangkan

“Wah! Sudah jadi? Cepat sekali!”

“Gampang kok bikinnya. Enak enggak?”

“Enak banget! Kuenya lembut dan manisnya pas. Thank you, Bunda.”

Bikin yuk, donat kampung ala Melayu. Kue keria yang bikin semua jadi ceria.

Love, Rere

Kue Keria Easy Recipe

Try. Try Hard. Try Harder


Try. Try Hard. Try Harder

Kalau dipikir-pikir, universe beserta Sang Pencipta kadang bercandanya seru, ya?

Beberapa bulan lepas kita masih pergi ke mana pun kaki melangkah dengan bebas. Setelah itu ia memutuskan untuk beristirahat dan membuat seluruh penghuni bumi dimasukkan dalam “sangkar” emas.

Berbulan-bulan hanya berdiam di rumah saja tentunya membawa banyak perubahan pada fisik dan mental. Biasanya aktif di luar rumah, sekarang harus menikmati detik demi detik kehidupan di dalam rumah saja. Bosan, jenuh, bete, hingga enggak tahu mau melakukan apa lagi.

Nah, apa yang bisa kita lakukan selama di rumah saja? Banyak! Salah satu contohnya adalah melakukan kegiatan yang disukai dan mencoba hobi baru setiap hari.

Bukankah a hobby a day will keep the boredom away? Jadi kenapa kita tidak berusaha mencoba banyak keahlian dan hobi?

“Ah, gue kan enggak berbakat kayak elu.”
“Elu mah megang apa aja jadi, Mak. Gue mah enggak bisa.”

Ih! Kalian tahu tak kalimat “tak kenal maka bisa utang … eh … maksudnya tak sayang”? Bagaimana sih kalian bisa tahu kalau tidak berbakat jika mencoba saja belum pernah. Padahal kegagalan itu masih lebih baik daripada keengganan. Mending gagal tapi pernah mencoba, daripada belum coba tapi sudah menyerah kalah.

Untuk itu, kalau kalian pikir saya bisa ini itu dari lahir, kalian salah. Sesungguhnya saya hanya punya semangat dan ketekunan. Semangat untuk selalu belajar hal baru, tekun mencari ilmu, serta rajin mencoba keahlian baru.

Tahukah kalian semua, jika semakin banyak hal saya temui dalam proses belajar ini, semakin saya paham bahwa sejatinya saya tidak tahu apa-apa. Untuk itu saya belajar membuka diri dan juga hati agar semua ilmu bisa saya pelajari tanpa ruangnya pernah saya batasi.

Setiap hari saya meluangkan waktu untuk melihat video cara pembuatan beragam kerajinan tangan di internet. Kemudian saya mulai mencoba dan melakukan eksperimen sendiri. Kadang gagal, tapi saya tidak menyerah. Terus mencoba, itulah prinsip hidup saya.

Jadi, apa yang kalian lihat postingannya selama ini di beranda pribadi saya, adalah hasil dari sebuah proses belajar, proses mencoba, dan juga proses melakukan banyak kesalahan.

Begitulah cara saya belajar. Hingga tercipta beberapa hasil karya berupa macrame, wire weaving, resin, dan juga beberapa tulisan yang menunggu untuk dibukukan. Percayalah, memakai hasil karya sendiri itu sensasinya beda teman.

Jadi, masih mau bilang enggak bisa dan enggak berbakat? Think again.

Making mistakes simply means you are trying harder than anyone else.

Love, R

Recycle. Reuse


Recycle. Reuse

“Yah, bunda ambil kaos buluknya ya.”
“Hmmm.”
“Yang ini ya?”
“Itu kan bunda yang beli dari Amsterdam.”
“Nggak apa. Udah buluk. Kan tetep ada memorinya tapi lain bentuk.”

Cekres-cekres … si kaos buluk yang saya beli untuk sang “pacar” dulu waktu masih melanglang buana dan jajan terus, berubah menjadi sesuatu yang baru.

The memory will remain, hanya dalam bentuk yang lain. Kalau dulu kaosnya dipakai sebagai baju, sekarang sang kaos berubah menjadi tatakan gelas untuknya.

Gak punya tali macrame tapi punya kaos lama? Atau bedsheet bekas? Atau sarung yang sudah kekecilan? Bikin coaster alias tatakan gelas yuk. Bisa juga dijadikan hiasan dinding seperti Dream Catcher.

Bahan:
• Tali macrame yang sudah digunting 200cm 12 buah.
• Atau kain bekas (pilih bahan kaos) yang digunting 3cm sampai habis.
• Gunting, klip, meja kecil atau papan, crochet hook (optional), lem bening & kuas untuk merapikan (optional)
• Plus senyum bahagia.

Cara membuatnya ada di video yang saya bagikan di bawah ya.

Jadi, punya baju bekas jangan dibuang ya. Daur ulang jadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Lumayan kan?

Love, R.

Leyeh-Leyeh? Apaan Tu?


Leyeh-Leyeh? Apaan Tu?

“Elu gak pernah tidur ya, Bun?”

Hahaha! Ya tidur lah! Walau mungkin tidak terbiasa leyeh-leyeh and do nothing dalam sehari. Saya hanya tidur di malam hari.Matahari yang bersinar cerah rasanya tidak pernah bisa membuat saya mengantuk.

Susah mau liat saya duduk diam tidak melakukan sesuatu. Kecuali memang saya sedang tidak enak badan … eeee … walau biasanya makin sakit saya makin petakilan. Malas rasanya “melayani” rasa sakit. Lawan saja!

Mmm … atau mungkin saya bisa diam dalam keadaan puasa begini dan mendadak lemas seharian? Ya enggak juga. Selesai sahur dan Subuh, saya tidak pernah tidur dan berbaring lagi. Ada sih 1 hari kemarin saya menderita migraine parah dan terpaksa harus berbaring karena membuka mata saja sakit rasanya.

Selebihnya, saya lebih suka mengisi waktu dengan membuat sesuatu. Pokoknya setiap hari saya harus klutekan bebikinan. Apapun itu.

A hobby a day keeps the drama away, doesn’t it?

Seperti hari ini, saya membuat sebuah wall deco, hiasan dinding bertema daun, yang kemudian saya letakkan bersama dengan beberapa coaster yang sebelumnya sudah saya buat. Lalu saya tempel di sebuah sudut tempat ruang TV kami berada.

Lumayan kan?

Love, R.