Tujuh Puluh Lima


Tujuh Puluh Lima

Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu

Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang

Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Tercekat dan bergetar rasa hati setiap kali mendengar lagu ini bergema. Bukan hanya karena indahnya kata dan syahdunya nada, namun semata karena rindu yang begitu kuat merebak.

Berada jauh dari sanak saudara dan tanah air tercinta, tidak pernah menyurutkan rasa cinta kami semua pada Indonesia. Ibu pertiwi tempat kami pertama kali merasakan segarnya udara dan indahnya warna warni dunia.

Bersama kami menyatakan cinta dan rasa untukmu negeri tercinta, yang hari ini semakin menua. Tujuh puluh lima tahun sudah, semoga tetap jaya dan bersama kita bersatu, merajut asa dalam perbedaan … dengan penuh cinta.

Salam persatuan dari kami, para ibu perantau, asal Indonesia.

Merdeka! 🇲🇨

Tanah Air – Ibu Sud

LATHI


LATHI

Dalam bahasa Jawa berarti lidah, atau bisa juga bermaksud ucapan.

Lagu yang menggabungkan bahasa Inggris dengan bahasa Jawa ini buat saya kok sarat dengan kesakitan.

Ada rasa perih, sedih, penderitaan, yang disebabkan oleh cinta.

Love’s a bless and curse.

Cinta itu anugerah sekaligus kutukan. Menjadi indah ketika ia tiba pada saat dan sasaran yang tepat. Namun menjadi sebuah kesalahan ketika cinta menimbulkan kesakitan dan airmata.

Dalem banget. Sedalam yang digambarkan dalam video clip lagu ini.

Never wanted this kind of pain, turned myself so cold and heartless.

Segala penderitaan yang disebabkan oleh cinta bahkan mampu membuat seseorang yang penuh cinta menjadi dingin dan mati rasa.

Saya mencoba memahami apa arti kalimat dalam bahasa Jawa yang ada di lagu ini.

Kowe ra iso mlayu saka kesalahan, ajining diri ana ing lathi.

Kamu tidak bisa lari dari kesalahan, harga diri seseorang ada pada lidahnya (perkataannya).

Hmmm … karena lidah juga, cinta yang indah bisa jadi menyakitkan bahkan berujung penderitaan.

Sambil menghirup wangi kopi di hadapan saya sore ini, saya jadi berpikir tentang kehidupan dan cinta. Apa yang kita pikir baik kadang belum tentu baik juga. Apa yang kita rasa cinta ternyata seringkali membutakan mata. Hingga segala hal yang nyata nampak bak ilusi yang ingin kita lihat saja padahal ia menyakitkan.

Lathi – Weird Genius Feat Sara Fajira (Cover)

Love, R

Lirik:

I was born a fool
Broken all the rules
Seeing all null
Denying all of the truth

Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn’t something we fought for

Never wanted this kind of pain
Turned myself so cold and heartless
But one thing you should know

‘Kowe ra iso mlayu saka kesalahan
Ajining diri ana ing lathi’

Pushing through the countless pain
And all I know that this love’s a bless and curse

Everything has changed
It all happened for a reason
Down from the first stage
It isn’t something we fought for

Never wanted this kind of pain
Turned myself so cold and heartless
But one thing you should know

‘Kowe ra iso mlayu saka kesalahan
Ajining diri ana ing lathi’

#WCR #TantanganMenulis #RumahMediaGrup #Rereynilda

Forgotten


Forgotten

Hari ini saya menonton sebuah film Korea bergenre thriller. Dari judulnya saya sempat berpikir ini adalah film horror. Tema yang sungguh saya hindari karena saya tidak tahan mendengar suara musik atau misteri di dalamnya. Rasanya jantung saya mau copot.

Seperempat awal cerita saya sudah hampir give up karena mulai agak menakutkan. Ternyata saya salah. Film ini memang menakutkan namun in a different way.

Jin Seok adalah seorang pemuda berusia 21 tahun yang memiliki seorang abang bernama Yoo Seok. Ia diceritakan memiliki masalah psikis yaitu anxiety disorder, atau kecemasan yang berlebihan. Untuk itu ia harus selalu meminum obat penenang.

Pada suatu malam ia melihat sang abang diculik di depan mata kepalanya sendiri. Hal ini sangat mengguncang perasaannya. Ia juga kerap mengalami mimpi buruk apalagi sejak pindah ke sebuah rumah baru bersama kedua orangtuanya.

Dahi saya berkerut ketika di pertengahan cerita, ada keanehan terjadi. Yoo Seok dan orang tua nya seperti komplotan orang asing yang sedang merencanakan sesuatu pada sang adik. Hmm … menarik. Despite kemunculan sesosok hantu perempuan yang membuat saya makjegagig kaget, cerita ini makin membuat saya penasaran.

Betul saja, segala hal menjadi terang benderang hampir di akhir cerita. Jin Seok ternyata bukan berusia 21 tahun. Keluarganya juga ternyata …

Ah! Saya ingin sekali membocorkan ceritanya dari A sampai Z. Tapi saya tidak tega jadi spoiler. Pokoknya, film yang dirilis pada 2017 ini keren abis! A must watch movie untuk para penikmat genre thriller.

Siap-siap mengatur nafas dan menghelanya panjang ketika akhir cerita tiba. Sedih, sesak, prihatin, itu kesan yang saya dapat. Betapa cinta mampu membuat seseorang gelap mata dan unexpected things do happen! Jika saja tidak ada yang “salah”, pasti tidak begini jadinya.

Seperti hidup yang kerap kali menghadapi sesuatu yang buruk di tengah perjalanan. It’s real and we can’t avoid it. Tonton saja sampai habis dan resapi setiap adegannya. Lalu jangan lupa bersyukur dengan apa yang ada di hidupmu hari ini.

It is forgiven but not forgotten.

Sumber foto: Google

Love, R

Glenn


Glenn

Saya menonton konsernya pertama kali di Esplanade ketika sedang mengandung si bungsu.

Anyep sih karena nonton sendiri dan hanya bisa heboh sendiri. Walaupun di deretan kursi saya ada beberapa nama pesohor negeri. Marini Zumarnis, Syahrini, dan beberapa sosialita yang beritanya kerap mondar mandir di jagat hiburan tanah air.

Kali ke-dua saya bertemu dengannya di sebuah Mal Jakarta, ia berdiri di depan saya ketika sedang naik eskalator. Menyesal saya tidak menyapa dan berfoto dengannya. Saya takut dengan bayangan artis pasti songong.

Saya mengenalnya dari layar kaca sewaktu ia bergabung dengan Funk Section. Lagu-lagunya juga mengiringi masa ABG saya yang lengkap dengan cerita tentang patah hati dan putus cinta. Rasanya dulu saya heran kenapa ia seperti tahu jalan hidup saya.

Mendengar kepulangannya tepat di hari ulang tahun kemarin, membuat saya jadi ikut galau dan patah hati. Kami hampir seusia, dan lelaki bersuara bak Tevin Campbell itu pun kini telah tiada.

Saya tidak akan memberikan tribute berupa lagu sedihnya yang bejibun. Saya percaya ia pergi dengan cinta. So long, Bung. Lagu-lagumu tetap akan abadi hingga kapanpun.

Love,
Reyn

A Tribute to Glenn Fredly