MIMPI


MIMPI

“Pah, pinjam mesin tik nya ya.”
“Buat apa? Memang tahu cara pakainya?”
Tau dong. Mau nulis buat mading.”
“Nulis apa?”
“Enggak tahu. Hehe.”

Mesin tik bersejarah itu awal saya berkenalan dengan dunia tulis menulis di tahun 1991, ketika duduk di bangku SMA.

Satu persatu huruf di mesin tik tua itu saya kenali dan berusaha keras mengakrabkan diri. Lembar demi lembar tulisan yang saya buat darinya akhirnya bertengger di majalah dinding sekolah kami. Tentu saja dengan nama samaran karena saya belum lagi percaya diri.

Berkenalan dengan grup para penulis keren awal tahun lalu, membuat saya kembali tertarik menuangkan keluh kesah dan pengalaman hidup. Ya. Hampir semua tulisan yang saya buat memang berdasarkan apa yang saya lalui selama ini. Tidak selalu manis dan indah, bahkan sarat dengan kisah sedih dan airmata.

Tulisan pertama saya bahkan juga menghadiahi diri ini piala pertama dalam hidup. Hahaha!

Kini, dua di antara beberapa antologi yang telah saya tulis juga menempatkan saya di deretan terbaik . Melalui antologi Seni Menyikapi Ketelanjuran dan Ketika Jiwa Terlahir Kembali.

https://parapecintaliterasi.com/5-naskah-terbaik-dalam-event-spesial-milad-ma-nubar-sumatera/

https://parapecintaliterasi.com/siapakah-terbaik-dalam-event-terdahsyat-nubar-sumatera-bertemakan-hijrah/

Percayalah, ini adalah wujud dari semua mimpi yang pernah saya rajut sejak di hari saya menekan tombol-tombol huruf di mesin tik tua milik papa. Tidak pernah muluk-muluk berpikir untuk melihat tulisan saya kelak nangkring di toko buku ternama. Cukup dengan membuat banyak mata membaca kemudian mengambil pelajaran dari semua kisah yang saya bagikan. Itu saja.

Mimpi, jangan takut dipunyai. Karena mimpi yang memberi warna hidup ini. Gelap bisa berubah terang, terang bisa semakin bersinar.

Follow your dream, believe in yourself, and never give up.

Love, R

Change – For Life Is A Rollercoaster


Change – For Life Is A Rollercoaster “Yaaaaahhh! Kok pecah batunya!” Penuh kecewa, saya membuka bungkusan hasil belanja dari Asemka Minggu lalu. Salah satu batu perhiasan yang saya beli ternyata pecah. Mungkin karena saya menyeret tas pembungkusnya yang berat ketika harus turun naik kereta. Hiks! Saya menatap batu indah itu lama sekali. Sedih mendapatinya dalam […]

Jadi Petinju – Be You


Jadi Petinju – Be You Pagi ini saya melihat sebuah iklan perawatan kulit wajah yang singkat namun cukup menyentuh. Paling tidak bagi saya. “Aku harus jujur pada Mama.” ujar seorang gadis muda berhijab yang sedang menghapus foundation yang menutupi lebam di pipinya. Ia diceritakan sedang gemar berlatih tinju namun tidak berani mengatakan pada sang Mama. […]

The Plumber Called … Bunda


The Plumber Called … Bunda “Panggil plumber please, Bunda” — Demikian titah tuan besar kala dua hari yang lalu mendapati flush toilet yang tidak berfungsi dengan baik. Ditambah lagi kamar mandi yang lubang pembuangannya tersumbat, sehingga toilet seperti kebanjiran. Mengharapkan suami saya membetulkannya, adalah harapan yang akan berujung sia-sia. Karena ia sibuk sekali bekerja dan […]