Hmmm ….


Hmmm ….

Semakin banyak melihat
Semakin banyak kelucuan tersemat
Rasanya kumerindu banyak saat
Ketika semua begitu sederhana tanpa sekat

Dunia ini panggung sandiwara memang
Tempat beragam topeng terpampang
Bahkan senyuman ternyata tak melulu riang
Kegundahan pun tak selalu bak airmata tergenang

Susahnya karena terlalu banyak melihat
Rasanya ingin sekali terbang bak kilat
Tak perlu nampak meski hanya sekelebat
Ahhh … mata sudah terpejam, telinga berdesing cepat

Bosanku sudah di ujung hari
Meski pergi bukan kehendak diri
Lucu yang manis masih jadi penghibur hati
Meski kadang terlalu manis bikin sakit gigi

Mungkin harus berhenti pakai hati
Hingga berlalu tak sulit lagi
Hanya ingin menghargai hari
Yang makin cepat berganti


Entah bila semua akan berhenti detaknya … di panggung ini.

Love Life,
Rere

Refleksi. Manusia. Refleksi


Refleksi. Manusia. Refleksi

Refleksi
Satu kata sederhana
Terlalu sederhana hingga banyak orang lupa
Lalu memilih untuk sekedar menunjuk muka
Tentu saja selain mengarah ke dirinya
Lebih mudah, karena tak butuh kaca

Refleksi
Nyatanya tidak benar-benar sederhana
Melihat kelam dalam diri menjadi tak mudah
Mengakuinya ada, jadi tak biasa
Padahal kelam itu yang membuat dewasa
Hingga mampu memahami segala

Refleksi
Butuh diam dari banyak berulah
Butuh dengar dari sering berujar
Butuh berhenti dari menunjuk jari
Lalu mulai melihat ke dalam diri

Refleksi hanya butuh berani
Berani mengakui kelamnya diri

Refleksi hanya butuh berhenti
Berhenti melihat ke arah lain

Refleksi hanya butuh konsentrasi
Konsentrasi mengisi lubang kosong dalam hati

Refleksi bukan semula jadi
Ia butuh dilatih hingga ujung waktu sendiri

Refleksi
Membuat manusia kembali sejati
Sejatinya manusia
Bukan Tuhan bagi sesama

“The more reflective you are, the more humane you are.”

Love, Rere

Hitam Putih


Hitam Putih

Hitam Putih
Karena hidup tak selalu berwarna bak pelangi
Kadang membosankan bahkan terlalu sepi
Menunggu bahagia, ia tak selalu datang sendiri

Wahai raga yang sedang tak berwarna
Sampai kapan jiwamu akan terpuruk merana?
Padahal banyak jalan mungkin terbuka
Jika netra berani melawan rasa

Duhai sukma yang sedang dirundung duka
Tataplah masa depan di hadapan
Tak perlu lagi menengok ke belakang
Jika hanya luka yang akan kau hirup aromanya

Beranikan diri menghadapi hari
Sampai hitam putihnya buana kau jalani
Hidup penuh warna pasti di ujung menanti
Tanpa perlu menunggu siapapun mengiringi

Bahagia itu adanya di hati
Bahagia itu tentang mencintai diri
Airmata segera sudahi
Bangkit dan segera maju sebelum mati

Mencintai diri sendiri itu butuh nyali
Berani melangkah itu bak pemantik api
Cintai jiwamu dengan sepenuh hati
Sirami dengan kasih agar ia senantiasa berseri

Life won’t sparkle unless you do!


Love, Rere

Bila Tak Ada Lagi Esok (Untukmu, Anakku)


Bila Tak Ada Lagi Esok
(Untukmu, Anakku)

Hidup
Sesungguhnya sebuah misteri
Serba rahasia dan sangat tertutup
Tak ada seorang pun tahu ujung cerita ini

Hidup
Akan seperti apa kita semua akhiri?
Serba samar dan sayup
Entah bagaimana akhir masing-masing kisah ini

Hidup
Sesungguhnya mengerikan untukku
Penuh dengan aroma semu
Dalam langkah yang serba ujian melulu

Hidup
Tiba-tiba bisa direnggut oleh-Nya, Sang Empunya
Kita ini lalu bisa apa?
Hanya mampu pasrah tertelungkup kelu

Hidup
Mengajarkanku banyak hal baru
Tentang arti bergaul juga berseteru
Kuncinya ada pada dirimu
Mau ikut atau segera berlalu

Hidup
Yang terlewati dengan banyak ujian dan pelajaran
Memberiku banyak peringatan
Tentang segala yang tersurat, tersirat, juga tersiar
Penuh godaan yang erat mencengkeram

Hidup
Bagaimana kelak akan kita akhiri?
Penuh doa pada semua atau semata caci maki?
Yang hingga akhir tercurah dari lisan hingga jari
Ngeri

Nak, hidup ini bukan kekal
Serba singkat bahkan hanya sekedip mata saja
Jika IA berkehendak, kita bisa apa?
Tiba-tiba segala kenikmatan musnah di hadapan
Tanpa bisa protes maupun banyak tuntutan

Nak, di tanganmu pena dan penghapus itu tergenggam
Bagaimana caramu mengisi putihnya setiap lembaran
Mungkin sesekali butuh menghapus lisan dan tulisan
Karena dosa dan kesalahan sejatinya berjalan beriringan
Hanya butuh luasnya hati untuk menyadari kesalahan

Nak, kejahatan tak perlu berbalas yang sama
Singkatnya hidup, jalani saja dengan kedamaian
Sebelum terlambat sadar dan semua terenggut tanpa peringatan
Doakan saja mereka yang memancing amarah dan kesedihan
Mungkin suatu saat dari mereka kau dapat pertolongan
Jika bukan perlakuan, mungkin doa yang menyelamatkan

Nak, ketika esok tak ada lagi di hadapan
Berharap lah matamu terpejam dalam kenyamanan
Karena tak ada hati yang tersakiti atau jiwa yang merintih perih
Memintamu untuk menjahit setiap sisi yang tanpa sadar kau iris

Nak, mulailah memahat setiap sisi kehidupan dengan ukiran indah
Menulis setiap laku dan lakon dengan sebaik-baiknya
Karena hidup tak selalu berujung megah

Bila tak ada lagi esok untukmu melangkah

Love, Rere

Mendung


Mendung

Mencoba berhenti sejenak
Merenungi dada yang sesak
Mengarungi liarnya ombak
Menuju bumi dalamnya kerak

Kutemukan setitik itu
Meski kadang hilang tak tentu
Mendung langit gelapnya kalbu
Menuliskan tentang kisahku

Kadang ingin mencoba baik
Meski itu hanya setitik
Tak peduli segala pekik
Hingar dunia penuh munafik

Kadang ingin berbuat mulia
Agar semua dapat bahagia
Karena cerita hanyalah fana
Semua kadang berujung luka

Mendung hitam penuhi langit
Melukiskan jiwa yang sakit
Lewati waktu yang kian sulit
Dalam detik makin sedikit

Ketika jumpa sebuah sinar
Seolah lupa luka yang nanar
Semua terlihat menjadi binar
Dalam sukma terlihat segar

Kereta datang pengingat rindu
Seolah semua kian berlalu
Melupakan semua tentang kisahku
Hanya Dia semua yang tau

Ini lah kisah mendungnya langit
Ingin manis ternyata pahit
Menyisakan rasa jiwa yang sempit
Membuat batin makin terhimpit

Akan tiba indah pelangi
Terangi segala yang pernah terjadi
Obati jiwa yang pernah sepi
Sampai Dia ada di sini

Untuk mencoba bangkit kembali
Untuk mencoba mengukir hati
Untuk mencoba bersinar lagi
Untuk mencoba tak lagi pergi

Sampai suatu hari
Sampai saat nanti
Sampai semua di sini
Sampai berjumpa kembali

 

Hey C, kapan kau pergi?


Hey C, kapan kau pergi?

GAC nyanyi bertiga
Saya dong ber-sembilan saja
Jangan sedih dan gundah gulana
Tetep semangat dan harus bahagia

Daripada pusing di rumah melulu
Mending bikin sesuatu
Mungkin coba resep masakan baru
Kalau sudah jadi, saya dikirimin juga mau

Hey C ... oh ... Si Corona
Kapankah dirimu berakhir dan perginya?
Rasanya hidup ini hampa
Mengetahui Lebaran akan berlalu tanpa anjangsana

Namun darimu kami semua belajar
Apa artinya kekuatan dan bertahan 
Darimu pula kami tahu
Bagaimana harus baik berlaku

Karenamu juga kami jadi tahu
Bahwa Sang Pencipta itu letaknya di kalbu
Bukan di dalam gedung
Atau di atas hamparan sesuatu

Bumi pun sementara beristirahat tenang
Membersihkan diri yang selama ini teraniaya
Karena ulah manusia yang tinggal di atasnya
Bahkan langit kini berwarna biru terang

Kini kita hanya mampu berdamai dengan keadaan
Merubah kebiasaan yang tidak sepadan
Lalu membawanya senantiasa dalam kehidupan
Untuk ingat bersih, hidup sehat, dan menyebarkan kebaikan

Jangan gundah dan terjebak lama dalam kesedihan
Semua pasti bertemu jalan
Seperti janji-Nya dalam kitab pegangan
IA hanya merubah nasib jika ada usaha dan keyakinan

Bahagia selalu
Jaga diri dan kesehatanmu
Jangan putus asa
Jika pintumu tertutup, ada pintu lain terbuka

Love, R
#WCR #TantanganMenulis #RumahMediaGrup #ReReynilda
Bahagia – Cover

H I D U P


H I D U P

Memang tak selalu lurus apalagi mulus
Kadang di tengah jalan bertemu kerikil dan batu
Mungkin juga berhadapan dengan jalan berliku
Namanya juga hidup, bisa bertahan kah kamu?

Pernah punya duit cuma sepuluh dollar
Dengan sebiji telur penahan lapar
Untung bayi kecil gak ikut nangis menggelegar
Namanya juga hidup, tak selamanya bak bunga mekar

Pernah juga tertimpa masalah besar
Sampai harus kabur-kaburan
Bahkan mobil sampai tabrakan
Namanya hidup, kadang ada ujian sabar

Ujian terus, kapan lulusnya?
Masak hidup enggak lurus terus jalannya?
Kan sabar ada batasnya?
Namanya juga hidup, kita tak pernah tahu ujungnya

Merasakan roller coasternya kehidupan
Membuat saya punya pertahanan
Walau kadang ada pasang surutnya
Tapi saya sadar, banyak orang lebih susah hidupnya

Dari itu semua, apa yang saya dapat?
Selain keyakinan untuk bisa menjalani dengan selamat?
Saya belajar artinya kekuatan
Yang tidak pernah saya tahu adanya di badan

Sekarang jalan saya terasa lebih lapang
Lupakan yang lewat dan maafkan segala kesalahan
Tugas saya sekarang berbagi pelajaran
Bahwa setelah gelap pasti ada terang

Life’s short, spend it wisely.

Change the way you look at things.

Love, R

#WCR #RumahMediaGrup #TantanganMenulis

Tentang Hati (Sebuah Elegi)


Tentang Hati (Sebuah Elegi) Ketika hatimu mati Karena prasangka dan dengki Ingat-ingatlah mati Yang setiap saat menghampiri Aku tak akan bergeming Karena lisanku toh tak kau percayai Semoga Allah mengampuni Segala fitnah yang terlontar dengan keji Betapapun hati ini ingin balas menyakiti Namun ku tetap menahan diri Kan kubalas indah hanya dengan puisi Karena hanya […]