Lucia


Lucia

“Sayang, kenapa mematung di depan pintu? Ayo, tidur lagi.”

Penuh kelembutan, ia membawa gadis itu kembali ke kamar tidurnya. Mimi bukannya tak tahu kalau putri semata wayangnya itu selalu mengigau di kala waktu tidurnya. Namun akhir-akhir ini ia sering mendapati Lucia, nama gadis kecil itu, terbangun dari tidurnya lalu berjalan tak tentu arah dengan mata terpejam.

“Lucia is sleepwalking,” katanya melalui sambungan telepon, kepada Adam sang suami, yang tinggal di luar kota karena urusan pekerjaan.

Ya, Mimi memang hanya tinggal berdua di rumah besar itu, dengan putri tunggal Adam, yang baru setahun ini menikahinya. Meskipun ada dua orang asisten rumah tangga tersedia untuk melayani segala kebutuhannya. Mereka ditempatkan di bangunan lain, di sisi sebelah utara rumah utama itu.

Adam adalah seorang pengusaha sukses. Mimi seketika jatuh hati pada pandangan pertama ketika mereka bertemu di suatu acara. Diterimanya dengan penuh cinta, status Adam yang tak lagi perjaka. Ia adalah seorang duda beranak 1 yang sudah beberapa tahun ditinggal istri pertamanya.

Tak seorang pun mengetahui keberadaan sang istri. Menurut Adam, perempuan itu pergi meninggalkannya dan lari bersama seorang lelaki muda selingkuhannya. Mimi tak sanggup menahan perih mengetahui kisah pilu ini. Ia semakin jatuh hati, hingga akhirnya bersedia dinikahi.

Lucia, adalah gadis kecil yang penuh misteri. Ia manis sekali, namun seperti menyimpan sesuatu dalam hati. Meskipun begitu, Mimi tak secepatnya menyerah lalu pergi. Penuh kelembutan, ia menempatkan diri sebagai ibu sambung sekaligus sahabat bagi sang putri.

Meski gadis itu hampir tak pernah bersuara, Mimi berkomunikasi dengannya melalui coretan berupa gambar sketsa. Lucia suka sekali menggambar sosok perempuan cantik. Mungkin ia merindukan sang ibu, yang dilihat Mimi memang mirip sekali fotonya dengan gambar milik Lucia. Kasihan.

Penuh kasih sayang, Mimi mendampingi Lucia. Termasuk menjaganya ketika ia mulai mengigau, hingga berjalan dalam keadaan tidur. Herannya, gadis itu selalu berdiri di depan sebuah pintu. Pintu menuju sebuah gudang, tempat keluarga Adam menyimpan banyak barang.

Meski penasaran, Mimi urung membuka pintu ruangan itu. Alergi debu membuatnya menghindari tempat yang berpotensi memicu. Hingga pada suatu malam, semuanya berubah pilu.

“Lucia? Astaga! Kau membuatku terperanjat! Ada apa, Sayang? Kau ….” ucapan Mimi tak sempat terselesaikan, ketika sebuah pisau menancap di dadanya, tepat mengenai jantungnya. Matanya terbeliak tak percaya, melihat Lucia menikamnya dengan mata tertutup rapat. Bersimbah darah, ia jatuh ke lantai berkarpet mahal, di dalam kamar tidurnya yang penuh perabotan mewah.

Jerit Lucia membangunkan kedua asisten rumah tangga yang sedang tidur di bangunan sebelah. Menghela nafas panjang, salah seorang dari mereka secepatnya menghubungi Adam.

“Tuan … ia melakukannya lagi. Haruskah kami mengubur jasad istri tuan di dalam gudang lagi?”

(Tamat)

Sumber foto: WAG RNB

Love, ReReynilda

AKU TERIMA TANTANGAN INI


AKU TERIMA TANTANGAN INI

Hidup di zona aman dan nyaman memang menyenangkan. Namun rasanya hambar. Ibarat berjalan di jalan tol yang mulus, lurus, dan rata. Monoton, membosankan, dan bikin ngantuk. Hidup akan lebih terasa syahdu bila sekali-sekali ada tantangan yang harus dilewati. Ada tanjakan, tikungan tajam, polisi tidur, dan motor menyalakan lampu sein kiri tetapi belok kanan. Lebih indah, bukan?

Sebenarnya hidupku sudah penuh tantangan. Menganggur sejak pandemi karena kantor tutup. Banting setir berjualan nasi kuning dan gado-gado untuk menghidupi tiga anak. Masih harus menyelesaikan kuliah. Tetapi ketika ada tantangan dari Rumedia untuk menulis selama tiga bulan tanpa jeda, aku merasa harus menerima tantangan ini. Mulai Oktober sampai Desember harus terus membuat tulisan, pasti penuh tantangan.

Awalnya memang sempat ragu. Namun melihat banyak teman yang juga menerima tantangan ini, aku jadi mantap. Mereka bisa, aku juga harus bisa. Pasti banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa aku ambil. Apalagi ada banyak pembimbing yang sudah mumpuni di bidang penulisan. Akan banyak ilmu yang bisa aku serap nantinya.

Jadi, pada hari ini, Jumat tanggal 02-10-2020, aku menyatakan siap menerima tantangan untuk menulis selama tiga bulan berturut-turut tanpa jeda.

Ngomong-ngomong, ternyata tanggalnya cantik, ya?

#Nubar

#NulisBareng

#Level1

#BerkreasiLewatAksara

#menulismengabadikankebaikan

#week01day01

#RNB067Sumatera

#rumahmediagrup