Senandung Cinta


Senandung Cinta

Siapa tak pernah merasakan cinta. Mungkin hanya mereka yang tak bernyawa, atau pernah merasakan kepedihan.

Cinta, yang kadang menjadi inspirasi sebuah alunan. Diramu dengan musik yang indah hingga menjadi sebuah kasidah.

If You’re Not The One, mungkin pernah membuat seseorang berkata sial! Namun senandung selawas Seroja, nyatanya mampu membuat sebuah kisah sedih berubah menjadi senandung penuh kasih.

Bagaimana dengan kisah yang lain? Tentu saja semua begitu mengaduk perasaan dan batin.

Someone’s Watching Over Me, mungkin yang paling mampu mengobrak-abrik tatanan hati. Hati yang begitu penuh cinta, namun dihancurkan dalam sekejap mata. Hingga semua harapan luluh lantak, tak bersisa.

Selamat untukmu! Deretan aksara yang tertuang qdarimu, mampu membuatku merenung. Bahwa perjalanan hidup memang sangat berliku. Meski sulit namun hidup harus terus bergerak, dari sebuah ruang sempit … bernama sakit.

Terima kasih untuk 20 penulis yang bersedia berbagi senandung cinta kasihnya. Para perempuan hebat, dan lelaki luar biasa.

Salam hangat,
Rere
(Nubar Area Luar Negeri)

Hitam Putih Perempuan


Hitam Putih Perempuan

Perempuan.

Selalu punya cerita mengejutkan. Isi hatinya tak mudah dicari jawabnya. Semua tertuang dalam 21 cerita yang sangat menghangatkan.

Perempuan yang bermetamorfosa, ada lalu tiada, menghadapi kepingan puzzle kehidupan, hingga kembali menjadi manusia purba.

Sebuah kacamata milik seorang mama, ternyata berisi kenangan penuh duka lara. Namun ia membentuk sebuah jiwa, menjadi tegar menghadapi dunia. Meski kadang butuh tiga sahabat, atau seseorang yang sekedar duduk to keep me company silently, through the rain. Serta deretan kisah lain yang begitu menawan.

Surat Untuk Diriku Yang Dulu, nyatanya paling mencuri hatiku. Kisah manis penuh kesederhanaan, yang mampu membuat siapa pun yang membacanya, larut melangut.

Selamat hey kamu! Deretan aksaramu mewakili pengembaraan seorang perempuan, yang sedang mencari jati diri di tengah sebuah kerinduan. Bahwa ada hitam, dan putih di setiap perjalanan.

Peluk penuh cinta untuk 20 perempuan hebat yang bersedia berbagi rasa. Sebagai ibu, emak, anak perempuan, maupun sahabat bagi sesama.

Salam hangat,
Rere

Nulis Lagi. Lagi Nulis


Nulis Lagi. Lagi Nulis

“Teman-teman, siapin naskah bertema parenting untuk latihan menulis setelah SBMB, ya. Saya kasih waktu tiga hari. Mmm, apa tiga jam, ya?”
“Alamak!”
“Oh no! Oh no! Oh no, no, no, no!”
“Bobok, ahh!”
“Duh! Nyesel gue buka grup.”
“Kak Rere, Margareth Thatcher-nya SBMB.”

Hahahaha!

Mereka boleh makjegagig menerima tantangan dari saya ini. Mereka boleh tidak percaya diri karena merasa tulisannya tidak secanggih Dee Lestari.

Keraguan mereka menyerahkan naskah ternyata manis berbuah. Silahkan baca sendiri cerita pendek para peserta pelatihan, di laman rumah media grup ini.

https://rumahmediagrup.com/ibuk/

https://rumahmediagrup.com/andai-mereka-tahu/

https://rumahmediagrup.com/marah-tanpa-amarah/

https://rumahmediagrup.com/sepatu-roda-dari-bapak/

https://rumahmediagrup.com/masker-cinta-rumah-harlyn/

https://rumahmediagrup.com/pejuang-subuh/

https://rumahmediagrup.com/liburan-ala-kami/

https://rumahmediagrup.com/karena-aku-perempuan/

https://rumahmediagrup.com/untukmu-anakku/

https://rumahmediagrup.com/scroll-tap-repeat/

https://rumahmediagrup.com/belajar-2/

Happy reading, peeps! Ayo, kita nulis lagi!

Love, Rere

https://rumahmediagrup.com/category/secangkir-kopi-hangat-emak-rere/

Menulis Biar Manis


Menulis Biar Manis

Menulis bagi saya adalah sebuah terapi. Terapi dari kebiasaan ngomong sendiri. Menulis ternyata mampu membuat saya melupakan segala penat dan susah di hati. Meski kerap mengalami buntu hingga sering ingin berhenti, namun belajar dan membuka hati, adalah salah satu cara saya menghindari.

Sehari Bisa Menulis Buku adalah salah satu ruang ilmu yang saya tunggu-tunggu. Ibarat sebuah gelas yang kosong dan ingin saya isi dengan sesuatu yang manis. Maka belajar dan belajar lagi adalah kunci agar tak lagi meringis karena kebuntuan menulis.

Nubar Area Luar Negeri baru saja mengadakan sebuah pelatihan menulis bersama duo founder Rumedia Grup, pekan lalu. Apa saja yang kami dapat hari itu?

Pelatihan ini dimulai dengan pengetahuan tentang kinerja otak, sebagai karunia yang diberikan Tuhan kepada manusia. Manusia yang diciptakan berbakat dan punya potensi. Namun tentu saja jika tidak terus dilatih, maka kedua anugerah itu tidak akan muncul dengan optimal.

Penulis harus punya modal, untuk memperkaya isi tulisan. Lima modal itu adalah banyak membaca, rajin bersilaturahmi, melakukan banyak penjelajahan lokasi lewat perjalanan wisata, rajin mengikat ide yang datang, dan memiliki sudut pandang yang berbeda.

Seringkali kita terjebak pada banyak mitos seputar menulis. Di antaranya, menulis itu membutuhkan mood hingga kerap membuat termangu manakala sang mood tak kunjung datang. Tidak punya ide untuk dijadikan bahan menulis, padahal ini hanya persoalan peluang yang tidak segera diambil sebagai kesempatan. Ah, aku bukan seorang puitis hingga tak bisa menulis dengan bahasa yang indah dan manis. Hey, menulis adalah tentang menyajikan sebuah gagasan yang bisa diambil sebagai pelajaran. Maka menulis tak perlu harus puitis, yang penting kaidah dan tata bahasanya tersusun manis. Mitos paling dahsyat adalah pemikiran bahwa, aku tak berbakat menulis. Manis, manusia diciptakan Sang Kuasa dengan beragam bakat dan potensi diri. Namun semua tidak akan muncul manakala kelebihan itu tidak dilatih dan terus digali.

Kami kemudian diajarkan untuk membuat sebuah outline penulisan cerita pendek, yang bertujuan untuk mengikat ide dan gagasan. Dimulai dengan menentukan tokoh, yang sebaiknya dibatasi maksimal hanya lima karakter saja dalam sebuah cerpen. Kemudian setting tempat, yang tidak perlu terlalu banyak disajikan. Cukup maksimal dua saja agar tidak membingungkan. Setting suasana juga pegang peranan. Apakah cerita menghadirkan suasana yang muram atau terang, tentang bahagia atau kesedihan. Penempatan plot twist atau gimmick pada akhir cerita, juga menambah bumbu sebuah bacaan. Baik pada plot dengan akhir tertutup atau terbuka.

Pelatihan itu juga mengajarkan kami beberapa tips jitu penulisan cerpen. Seperti pemilihan tema yang sesuai kemampuan, kemudian memilih jumlah, nama, sifat, dan peran masing-masing tokoh dalam cerita. Penentuan alur baik maju, mundur, atau campuran, juga setting tempat, waktu, dan suasana. Sudut pandang memegang peranan penting dalam sebuah cerita agar tidak membuat pembaca kebingungan. Kehadiran konflik yang membuat sebuah kisah menarik, juga harus jelas ditelisik. Terakhir, menentukan sebuah judul yang mantul alias mantap betul.

Setelah semua data dan outline didapat, selanjutnya adalah mulai dengan kalimat pembuka. Sebuah cerita bisa dibuka dengan narasi atau deskripsi, bisa juga diawali dengan percakapan atau dialog yang mengundang penasaran. Tentunya juga menentukan akhir atau ending cerita yang menawan. Pilihannya bisa tertutup hingga jelas akhir ceritanya, atau terbuka untuk membiarkan pembaca menentukan pilihan.

Pelatihan diakhiri dengan anjuran agar percaya diri menjadi sorang penulis. Dengan cara, branding diri melalui nama pena dan motivasi bahwa kita semua bisa. Jangan biarkan hambatan yang muncul di tengah jalan, menjadi batu sandungan hingga membuat sebuah tulisan tak berujung diwujudkan.

Ingatlah lima resep dasar untuk penulis berikut ini.

  1. Abaikan teori, mulailah dengan menulis apapun yang terpikirkan, bagaimana pun jenisnya. Segera membuat kerangka untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan.
  2. Terus berlatih, tanpa kenal berhenti. Bisa dimulai dengan membuat catatan harian atau menulis di platform sosial media setiap saat.
  3. Jika mengalami kebuntuan, berhentilah sejenak. Namun tak berhenti untuk menyimpan ide yang melintas dalam sebuah buku catatan.
  4. Menulislah segala hal yang memang kita kuasai dengan baik. Jika ingin mencoba hal lain, punyai referensi yang memadai sebagai modal penulisan.
  5. Abaikan gaya menulis terutama keinginan untuk menjadi seperti penulis lain. Miliki gayamu sendiri yang unik untuk menghadirkan jati diri yang asik.

Jadi, ingin jadi penulis? Mulailah dari sekarang dan buat semua orang meringis atau menangis, membaca luahan rasamu dalam sebuah tulisan yang manis.

Love, ReRe

Sumber: Pelatihan SBMB Rumedia Grup Bersama Ilham Alfafa dan DeeJay Supriyanto

Ilustrasi: Canva Apps

Sang Pemenang


Sang Pemenang

Hei, bintang-bintang tampak cemerlang!
Bulan pun punya panggung untuk pamer ketampanan.
Di bawahnya, kerlap-kerlip lampu jalanan menggemaskan.
Ini adalah singa yang sama, yang kini ditatapnya dari jendela kantor lantai dua puluh enam.
Namun kini matanya justru memilih terpejam, ditariknya nafas panjang, hatinya sungguh merasa kepenuhan.

***

Tulisan kontributor satu ini memang membuat saya kagum, sejak pertama kali menerima naskahnya. Tak nampak layaknya seseorang yang baru menulis, seperti katanya dengan penuh rendah hati.

Gaya bahasa yang manis, berhias rima cantik, dan runtut dalam penyusunan, membuat saya mantap memilih naskah ini.

… daaannnn …

Ini lah naskah terbaik, antologi “Rumah Kedua”, event perdana NuBar area Luar Negeri yang berjudul “Bloom Where You Are Planted”.

Congrats Fransiska Defi! Semoga menjadi semangat untuk terus berkarya dalam menorehkan deretan aksara untuk kebaikan.

Terima kasih untuk semua kontributor Rumah Kedua. Para perempuan hebat, yang di sela-sela kesibukan hariannya, mampu berkomitmen, dan menyelesaikan tugas dengan baik tanpa banyak huru-hara.

Event perdana ini adalah bukti bahwa kami mampu menghasilkan sebuah karya. Meskipun bergelar ibu rumah tangga yang 24/7 di rumah saja.

Congrats! Untuk kita semua … para pemenang.

Love,
Rere