Try. Try Hard. Try Harder


Try. Try Hard. Try Harder

Kalau dipikir-pikir, universe beserta Sang Pencipta kadang bercandanya seru, ya?

Beberapa bulan lepas kita masih pergi ke mana pun kaki melangkah dengan bebas. Setelah itu ia memutuskan untuk beristirahat dan membuat seluruh penghuni bumi dimasukkan dalam “sangkar” emas.

Berbulan-bulan hanya berdiam di rumah saja tentunya membawa banyak perubahan pada fisik dan mental. Biasanya aktif di luar rumah, sekarang harus menikmati detik demi detik kehidupan di dalam rumah saja. Bosan, jenuh, bete, hingga enggak tahu mau melakukan apa lagi.

Nah, apa yang bisa kita lakukan selama di rumah saja? Banyak! Salah satu contohnya adalah melakukan kegiatan yang disukai dan mencoba hobi baru setiap hari.

Bukankah a hobby a day will keep the boredom away? Jadi kenapa kita tidak berusaha mencoba banyak keahlian dan hobi?

“Ah, gue kan enggak berbakat kayak elu.”
“Elu mah megang apa aja jadi, Mak. Gue mah enggak bisa.”

Ih! Kalian tahu tak kalimat “tak kenal maka bisa utang … eh … maksudnya tak sayang”? Bagaimana sih kalian bisa tahu kalau tidak berbakat jika mencoba saja belum pernah. Padahal kegagalan itu masih lebih baik daripada keengganan. Mending gagal tapi pernah mencoba, daripada belum coba tapi sudah menyerah kalah.

Untuk itu, kalau kalian pikir saya bisa ini itu dari lahir, kalian salah. Sesungguhnya saya hanya punya semangat dan ketekunan. Semangat untuk selalu belajar hal baru, tekun mencari ilmu, serta rajin mencoba keahlian baru.

Tahukah kalian semua, jika semakin banyak hal saya temui dalam proses belajar ini, semakin saya paham bahwa sejatinya saya tidak tahu apa-apa. Untuk itu saya belajar membuka diri dan juga hati agar semua ilmu bisa saya pelajari tanpa ruangnya pernah saya batasi.

Setiap hari saya meluangkan waktu untuk melihat video cara pembuatan beragam kerajinan tangan di internet. Kemudian saya mulai mencoba dan melakukan eksperimen sendiri. Kadang gagal, tapi saya tidak menyerah. Terus mencoba, itulah prinsip hidup saya.

Jadi, apa yang kalian lihat postingannya selama ini di beranda pribadi saya, adalah hasil dari sebuah proses belajar, proses mencoba, dan juga proses melakukan banyak kesalahan.

Begitulah cara saya belajar. Hingga tercipta beberapa hasil karya berupa macrame, wire weaving, resin, dan juga beberapa tulisan yang menunggu untuk dibukukan. Percayalah, memakai hasil karya sendiri itu sensasinya beda teman.

Jadi, masih mau bilang enggak bisa dan enggak berbakat? Think again.

Making mistakes simply means you are trying harder than anyone else.

Love, R

Secangkir Kopi Hangat Emak (The Promise)


Secangkir Kopi Hangat Emak
(The Promise)

“Can we make a promise before we sleep?”
“Okay,
Bunda.”
“I promise to be more patient while assisting you with your school assignments.”
“Yay!”
“But you have to promise me to be obedient and focus more on your school works.”
“Okay,
Bunda. I promise.”
“I’m not getting any younger,
Rayyan. I’m getting older and when I lose my temper, I suddenly got headache.”
“Come I massage you head.”
“Can you promise me first?”
“I promise,
Bunda. I’ll concentrate more on my works tomorrow so you will not get headache. Come I massage you now.”
“Thank you,
Nak. I love you.”
“I love you too,
Bunda. Please don’t get sick.”
“Then keep your promise.”
“Okay.”

Malam ini saya mengajarkan Rayyan artinya bertenggang rasa. Tepo seliro pada ibunya, yang sekarang harus mendampinginya belajar setiap hari.

Saya juga menunjukkan padanya bagaimana saya berusaha untuk berdamai dengan keadaan akhir-akhir ini. Pagi saya yang biasanya tenang, sekarang terpaksa harus menerima pekerjaan tambahan sebagai seorang guru. Ia memang belum bisa dilepas sendiri ketika mengerjakan tugas sekolahnya secara online, dan ini yang membuat saya sering hilang kesabaran. Terutama ketika melihatnya terlalu santai dan bermalas-malasan.

Saya berjanji padanya untuk lebih sabar dan pada saat yang bersamaan saya ingin ia juga berjanji untuk tidak memancing emosi saya. Ia harus tahu, it takes two to tango. Saya tidak bisa melalui semuanya sendiri. Ia harus ikut serta menjaga kesehatan psikis ibunya.

Moms, berhenti menganggap diri harus berkorban demi apapun. Belajar untuk melibatkan mereka yang tercinta demi menjaga kesehatan mentalmu. Lakukan apapun yang tidak membuatmu kehilangan kebahagiaan. Pengorbanan tidak harus berarti perampasan kebahagiaan.

Happy mom, happy home. Remember that.

Love, R

#challengemenulis #rumahmediagrup #rereynilda

Coba Baru Bisa


Coba Baru Bisa

Teman-teman dulu sering enggak diusir dari dapur sama Ibu-ibunya? Saya sering. Mama dulu tidak suka diganggu ketika sedang sibuk di dapur. Namun beliau tetap mengajarkan saya “tandang gawe”.

“Perempuan mesti pinter di dapur. Nanti mertua liat caramu ngiris bawang salah arah malu-maluin Mama aja nanti.”
“Ayamnya dibersihin dulu isinya.”
“Nih siangin ikannya.”
“Masak nasi harus begini bersihinnya.”
“Motong kangkung bukan gitu arahnya. Harus begini.” … dan lain lain.

Sejak kecil saya sudah pintar lho membersihkan ikan, ayam, dan selalu membayangkan diri menjadi seorang dokter bedah. Mbeleh perut ayam itu seru lho. Hahahaha! Namun Mama memang tidak suka banyak orang mengganggunya di dapur. Saya pun sebenarnya begitu. Banyak suara, biasanya membuat saya kehilangan konsentrasi memasak.

Namun saya tidak mengadaptasi kebiasaan Mama itu di rumah, kecuali ketika sedang memasak untuk katering. Walaupun jadi ribut dan ribet, saya sering mengajak anak-anak membantu di dapur. Tentu saja mengajarkan mereka pekerjaan sederhana yang tidak terlalu berbahaya. Alhasil, mereka jadi andalan ketika saya tidak sempat atau malas memasak. Minimal bisa lah membuat mie instan, nasi goreng, atau telur dadar untuk adik bungsunya.

Hari ini, 2 putri saya kebagian giliran mengerjakan tugas di rumah. Salah satu yang harus dilakukan si sulung adalah praktek memasak Nasi Ayam, sebagai makanan khas di negara ini. Minggu depan ia harus mempresentasikan buatannya sebagai ujian untuk pelajaran semacam PKK di sekolah.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya secara online, ia kemudian mencari resep Nasi Ayam paling sederhana di internet. Saya tentu saja mendampinginya di dapur. Walau ia tetap memotong bahan, dan memasak sendiri semuanya from scratch.

Tadaaaa! Inilah nasi ayam sederhana ala Lara. Rasanya not bad lho. Saya tadi juga membiarkan ia mengeksplorasi taste bud nya sendiri dan hanya mengoreksi sedikit rasa supnya.

Jadi boleh nih besok-besok Kakak masak besar lagi buat kita semua. Bunda bisa lah pensiun dini dari dapur. Cihuy!

Much Love,
Reyn

Make Up Your Mind … Not


Make Up Your Mind … Not Belajar banyak hal secara autodidak, membuat saya harus berulang kali melakukan trial and error. Jangan ditanya seberapa sering saya trial kemudian mengalami error. Sering mencoba dan sering juga gagal. Tidak menjadi masalah buat saya sebenarnya yang memang suka kelewat rajin. Saking rajinnya, saya jadi rajin sekali melakukan kesalahan. Hahaha. […]

The Plumber Called … Bunda


The Plumber Called … Bunda “Panggil plumber please, Bunda” — Demikian titah tuan besar kala dua hari yang lalu mendapati flush toilet yang tidak berfungsi dengan baik. Ditambah lagi kamar mandi yang lubang pembuangannya tersumbat, sehingga toilet seperti kebanjiran. Mengharapkan suami saya membetulkannya, adalah harapan yang akan berujung sia-sia. Karena ia sibuk sekali bekerja dan […]

Think More, Talk Less


Think More, Talk Less “Bunda, Rayyan was very naughty. He was so loud and spoiled the fun.” Kemarin, Lana menghampiri saya dengan muka bersungut-sungut. Saya memang meninggalkan mereka bertiga di lokasi pertunjukan sulap sebuah pusat perbelanjaan. Sementara saya dengan cepat berbelanja barang kebutuhan dapur. Setelah pertunjukan selesai, mereka bertiga menghampiri saya dan mengadukan tingkah laku […]

It’s Okay To Not Okay


It’s Okay To Not Okay Selamat pagi jiwa-jiwa yang bahagia! Pernahkah merasa harimu begitu menjengkelkan ketika bangun tidur? Bahkan berlanjut hingga menjelang malam hari sebelum tidur? Saya pernah. Ya. Saya yang nampak bahagia dan selalu punya sisi positif dari setiap peristiwa ini. Saya juga mengalami pasang surut hati dan mental sama seperti manusia pada umumnya. […]

Old But New – New But Old


Old But New – New But Old Nah, setelah kemarin saya merubah bentuk overall lama dari celana menjadi rok terusan, inilah bentuknya setelah dipakai. Celana favorit saya jaman muda dulu ini, akhirnya bisa dipakai lagi. Hore!! Thanks to old denim pants milik suami saya yang rencananya mau dibuang karena ada beberapa bagian yang berlubang. Lagipula […]

Dream Big – Berani, kan?


Dream Big – Berani, kan? “Hmmmm … what are you two talking about?” Tanya saya pagi itu pada suami dan putri sulung saya yang terlihat berbisik-bisik di dalam kamar. Pasti ada konspirasi di antara mereka, pikir saya bak Sidney Sheldon sedang merangkai cerita. “Lara wants to buy something, Bunda.” “What do you want to buy, […]