Bosan? Recycle & Reuse, Yuk!


Bosan? Recycle & Reuse, Yuk!

Kalian kalau bosan ngapain, sih?

Kalo saya biasanya ngerjain yang gak puguh. Hahaha!

Sepagian ini saya memandangi hiasan dinding yang dibuat sewaktu awal belajar membuat macrame dulu. Hmmm … masih berantakan, simpulnya banyak yang salah, dan pattern nya acakadut. Tapi itu lah macrame pertama yang saya buat dengan modal nekat.

Saya punya kebiasaan menyimpan memorabilia benda-benda yang saya buat pertama kali. Sewaktu masih proses belajar, dan sedang belajar dari kesalahan. Wire weaving yang petat-petot, simpul macrame yang miring ke sana kemari, resin yang tak rapi permukaannya, dan banyak lagi. Semua saya simpan dan pakai kalau berbentuk accessories.

Beberapa saya ubah bentuk untuk menjadikannya lebih sedap dipandang, dan tentu saja karena saya bosan dan ingin melihatnya berubah menjadi sesuatu yang lain. Iseng banget ya.

Nah, itu lah yang terjadi pagi ini. Hiasan dinding pertama saya tinggal kenangan. Bukan dibuang, namun diubah bentuknya menjadi coaster berbentuk unik yang bisa saya pakai sebagai alas untuk meletakkan piring, toples, atau vas bunga. Lebih gampang juga sih, saya letakkan di mana-mana daripada harus nuthuki paku ke tembok yang kerasnya ngaujubilleh ini.

Lumayan kan?

Love, R

Siap-Siap. Bikin-bikin


Siap-Siap. Bikin-bikin

Setelah selesai dengan coaster atau tatakan macrame, hari ini mata saya melirik sebuah botol kosong bekas tempat mayonaise.

Botolnya yang berbentuk bulat lucu memang tidak pernah saya buang. Biasanya saya pakai untuk meletakkan money plants yang sudah beranak hingga 5 botol. Coba duit beneran ya. Bisa lah saya beli kapal pesiar mewah.

Ah, yang ini saya bungkus saja lah dengan macrame. Anggap saja toples lebaran baru, lalu nanti saya letakkan di atas coaster yang kemarin saya buat juga. Cakep deh.

Ikat sana ikat sini, putar sana putar sini, plus salah ikatan, salah jumlah tali, saya lewatt seharian kemarin, karena design kali ini dibuat tanpa pattern sama sekali. Saya hanya mengikuti kemana tangan berputar. Hihihi!

Hingga ahirnya … voila!

Botol bekas jadi baru dan berbaju cantik, hasil bikin-bikin untuk persiapan lebaran nanti.

Mau coba? Gampang kok, asal sabar. Eeeaaa!

Love, R

Ikat. Sana. Ikat. Sini


Ikat. Sana. Ikat. Sini

Lebaran kali ini mungkin tidak akan sama seperti tahun kemarin.

Mungkin tidak akan terlihat pemandangan serombongan orang hilir mudik mengenakan baju berwarna seragam, berkunjung ke rumah sanak saudara. Mungkin tidak akan ada deretan toples kaca berisi kue manis khas lebaran yang menggugah selera. Mungkin. Tapi mungkin juga tidak.

Di tengah suasana yang serba tidak pasti ini semangat ber hari raya saya tetap membara di hati. Berharap bumi ini sesegera mungkin sehat kembali. Anggap saja ia sedang melakukan pembersihan diri seperti puasa kami.

Semangat itu yang membuat saya melirik gulungan temali di atas meja putih. Tempat saya banyak menelurkan kreasi. Kreatifitas yang tidak pernah saya biarkan mati. Malah semakin dipupuk dengan banyak belajar lagi. Saya ingin membuat sesuatu untuk menyambut lebaran nanti.

Ikat sana, ikat sini, tali temali berputar hingga jadi lah beberapa coaster cantik berwarna putih susu, sebagai hiasan meja kaca di ruang tamu. Beberapa untuk gelas minum atau toples cemilan, dan sebuah yang besar untuk entah apapun itu. Nanti saya pikir dulu, kalau lebaran jadi menerima tamu.

Jangan murung karena tebaran virus yang menganggu. Wajah yang merengut hanya akan membuat hilang manismu. Buatlah sesuatu untuk mengisi hari-harimu. Karena hidup harus tetap maju meskipun hanya di rumah melulu. Semangat dan tetap berkarya selalu. Buka mata dan cari tahu apa yang bisa dijadikan sesuatu yang baru.

Saya belum akan berhenti membuat ini dan itu. Bagaimana dengan kamu?

Love, R

#WCR #TantanganMenulis #RumahMediaGrup #ReReynilda

Flagella Brooch


Flagella Brooch

“Rayyan, what do you think about this brooch?”
“I see Flagella.”
“What is a Flagella?”

Kemudian ia mulai bercerita tentang bagaimana Flagella hidup di atas sirip seekor ikan dan membantunya tumbuh … bla bla bla. Saya lupa detail ceritanya yang panjang sekali. Hahaha!

Saya yang penasaran kemudian mencari di internet seperti apa bentuk Flagella. Ternyata persis seperti apa kata Rayyan, brooch ini menyerupai bentuk Flagella, Guys! Hahaha! And I don’t have any ideas at all.

So, a few days ago, I manage to make some wire weaving jewelleries. Terinspirasi dari beberapa video tutorial yang saya lihat dari Youtube dengan sedikit twist ala saya, terciptalah salah satunya brooch mungil ini yang menurut Rayyan tampak seperti Flagella tadi.

Flagella Brooch it is, Son.

Batu-batu dan ukurannya bisa diganti yang sesuai dengan keinginanmu, lho. Batu pada brooch ini saya ambil dari sebuah kalung yang saya miliki sudah lama sekali dan sekarang saya daur ulang menjadi sebuah bros. Lumayan kan?

Sudah membuat hasil karya apa hari ini?

Love,

Reyn

Soleil Series


Soleil Series

Soleil berarti matahari dalam bahasa Perancis. Cara pengucapannya adalah So Ley.

Bentuknya yang cantik menginspirasi saya untuk membuat seri perhiasan ini. Berbahan dasar kawat jenis super, dan beberapa butir kristal kaca berukuran sedang. Kali ini saya membuat bandul kalung atau pendant, dan anting. Sementara bentuk bros sedang dalam pengerjaan.

Ya. Ini adalah anting yang saya pakai pada gambar diri di laman ini. Cantik ya? Cahaya dari kristal kaca yang berpendar ketika terkena sinar lampu, semakin membuatnya tampak “elegan”. Dipakai ketika acara resmi maupun kasual akan tampak sparkling dan menarik.

Semua perhiasan berbahan kawat buatan saya, bergaransi seumur hidup. Hidup saya tentunya. Karena semua tidak memakai bahan perekat, sehingga kemungkinan kawat terkeluar pasti ada. Tentu saja sebelum diberikan kepada sang pemilik anyar, semua sudah melalui Quality Control Check.

Ingin memesannya? Atau membuat bentuknya sesuai design pribadi? Hubungi saya ya. Sayangnya sementara ini hanya tersedia di Singapura. Segera setelah wabah pergi, semua produk saya bisa didapat dengan bebas. Semoga.

Much Love,

Reyn

Easy Churros Recipe


Easy Churros Recipe

Resep ini saya dapat dari kelas baking yang saya ikuti di akhir bulan lalu. Resep aslinya adalah Paris Brest. Namun dough yang digunakan bisa juga dipakai untuk membuat eclair, churros dan juga kue sus alias puff pastry.

Berikut adalah bahan dan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

  • Air 95cc
  • Butter (unsalted) 40g
  • Sejumput garam
  • Tepung kue 50g
  • Telur 70g
  • Taburan: gula kastor dan bubuk kayu manis

Cara membuat:

  1. Masak air, butter dan garam di atas panci dengan api kecil. Setelah butter meleleh naikkan suhu hingga mendidih.
  2. Matikan api dan masukkan tepung kue, aduk rata sampai terbentuk dough.
  3. Nyalakan kembali api dan masak sebentar hingga kadar air pada dough berkurang.
  4. Kocok adonan menggunakan mixer dan masukkan telur sedikit demi sedikit, kemudian aduk hingga rata.
  5. Pindahkan dalam pipping bag, pasang ujung berbentuk bintang berukuran besar.
  6. Panaskan api, keluarkan adonan dari pipping bag kemudian gunting untuk memotongnya.
  7. Setelah churros dingin bisa digulirkan ke dalam campuran gula dan kayu manis, atau bisa dicelup ke dalam coklat spread seperti Nutella.

Tips: Jika adonan keras dan tidak bisa dikeluarkan dari pipping bag, tambahkan butter.

Satu resep ini cukup lah untuk 3 bocah kecil di rumah saya yang sedang Study From Home dan tidak berhenti mengunyah. Happy Cooking!

Stay safe and fit! This shall pass.

Much Love,

Reyn

Di Rumah Saja, Berkarya Kita


Di Rumah Saja, Berkarya Kita

A hobby a day keeps the boredom away.

Beruntung saya suka sekali mencoba banyak hal baru. Termasuk menekuni beberapa hobi. Sebut saja wire weaving, uv resin art, crocheting, dan tehnik mengikat benang seperti Macrame.

Bahkan saya memaksa diri untuk membuat sedikitnya sebuah hasil karya kerajinan tangan setiap hari, apapun bentuknya. Saya ingin melalui setiap hari dalam hidup ini dengan sesuatu yang berguna. Sukur-sukur bisa menginspirasi banyak orang.

Kali ini saya kembali membuat sebuah tas berselempang atau sling bag dengan tehnik Macrame. Sebelumnya saya membuat sebuah tas berbentuk segitiga yang unik. Kali ini saya ingin membuat sebuah tas selempang berbentuk bulat yang sempat hits beberapa waktu yang lalu. Tentu saja hasil akhirnya masih jauh dari sempurna, karena ini adalah karya ke-dua saya.

Gyro sling bag it is.

Gyro adalah bahasa Yunani yang berarti berputar, circle atau bulat. Seperti bentuk tas yang saya bikin dari tali macrame ukuran 4mm berwarna biru muda yang cantik ini.

Jadi, tidak perlu galau menghabiskan hari-hari ke depan di rumah saja, kan? Ada banyak hal bisa kita buat di sela waktu senggang, salah satunya seperti Gyro bag ini. Cantik kan? Saya jadi tidak perlu membeli tas yang kekinian itu lagi. Saya buat saja sendiri.

Much Love,

Reyn.

Birthday Cake (Fail)


Birthday Cake (Fail)

Saya suka masak, namun membuat kue adalah sebuah perjuangan. Tidak terhitung berapa kali saya gagal mengeksekusi sebuah cake sederhana. Satu-satunya cake yang berhasil saya buat adalah cake berbahan dasar pisang. Itu pun setelah beberapa kali mengalami kegagalan.

Sayangnya, saya termasuk ibu yang sukanya repot. Saya selalu ingin membuatkan anak-anak kue ulang tahun sendiri, padahal enggak bisa. Hahahaha! Saya sampai mengikuti kursus membuat cake di satu tempat, saking inginnya mempersembahkan buatan tangan untuk keluarga di hari spesial.

Ulang tahun putra bungsu kemarin, saya sudah ber angan ingin membuat French Macarons yang akan saya susun membentuk sebuah tower. Mulailah saya menyiapkan bahan sesuai dengan takaran pada resep yang saya dapat dari kelas.

Di tengah pembuatan, tiba-tiba kertas contekan resep saya raib entah kemana. Saya mencari sekeliling dapur, dibantu 2 putri saya. Ya salam! Bagaimana nasib telur dalam mixer yang sedang berputar? Saya tentu saja tidak ingat lagi semua step walaupun ketika di kelas memasak saya sukses membuatnya.

Pasrah, saya akhirnya membuka sebuah tutorial memasak dari internet. Kok, beda ya? Hahaha! Terpaksa saya ikuti juga semua stepnya sambil mata ini terus berkeliling mencari si kertas resep yang hilang.

Macarons saya hampir selesai dibuat ketika putri saya berteriak sambil tertawa geli.

“Bunda! The paper is just here all the time! My goodness! It’s just next to you!”

Ya salam! Kertas yang hilang itu ternyata ada di atas dispenser air yang hanya terletak di sebelah saya berdiri dari tadi! Kok saya tidak melihatnya ya?

Anyways, beberapa saat kemudian, Macarons saya pun jadi. Hore! Kelihatannya sih berhasil. Si bungsu yang sedari tadi mengintip pun mencicipi Macarons buatan saya dengan penuh semangat. Sejurus kemudian raut wajahnya berubah.

“Bunda, please don’t be offended. But this doesn’t taste nice. It taste weird, unlike the one you made from your cooking class. Sorry.” Hiks! Jarang sekali hasil masakan saya dibilang tidak enak. Rasanya galau ternyata.

Kemudian saya pun coba mencicipi walau tidak terlalu suka jenis cake dengan rasa manis seperti ini. Well, si bungsu benar. Rasanya tidak enak sama sekali. Chewy seperti karet dan baunya aneh karena terlalu banyak tepung almond. Hahaha!!

“Sorry, Nak. Your birthday cake failed. Let me try another one.”

Saya tentu saja tidak menyerah begitu saja. Kembali saya membuka resep Paris Brest yang baru saya buat minggu lepas. Kali ini saya memastikan ia tidak hilang dari genggaman. Hahaha!

“Bunda! This is so yummy! Thank you for your effort in making a birthday cake for me. I love you so much!

Hore! Walaupun tidak sama persis dengan yang saya praktekkan di kelas hari itu, namun cake ini tidak gagal seperti si Macarons.

“Bunda, next time don’t put too much almond flour in your Macarons, okay?” Hahaha! Iya iya. Happy birthday, Son!

Gagal itu lebih baik daripada tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba. Jadi jangan takut gagal. Takut lah karena dalam hidupmu tidak pernah ada keberanian untuk mencoba! Semangat!

Much Love,

Reyn’s

Elica Brooch


Elica Brooch Elica berarti propeller atau baling-baling dalam bahasa Itali. Gerakannya yang berputar sama seperti bentuk kawat yang membungkus batu-batu ini. Jenis batu tanpa lubang sehingga butuh penahan untuk merekatkannya dengan kawat, tanpa bantuan lem atau jenis perekat apapun. Asli hanya dililit kawat saja. Seru? Banget. Mau belajar? Bolehhh. Saya pingin bikin live tutorial lilitan […]

Paris Brèst


Paris Brèst Sejenis cream puff dengan isian vla persis seperti kue sus ala Indonesia. Mengapa saya tertarik dengan jenis cake ini? Karena sejarahnya yang seru. Paris Brest adalah pastry khas Perancis yang dibuat pada sekitar tahun 1910. Konon itu adalah saat diselenggarakannya lomba sepeda dengan rute antara Paris hingga Brest, di wilayah Brittany. Bentuknya yang […]