TEACHER’S DAY 2021


TEACHER’S DAY 2021

Hampir setiap tahun saya membuat sesuatu yang manis untuk para guru di sekolah anak-anak.

Tak fancy, tapi semua hasil buatan saya sendiri. Murni sebagai wujud terima kasih dan apresiasi. Bukan mudah mengajar murid yang kadang bandelnya gak ketulungan. Apalagi yang petakilan dan bawelnya seperti Rayyan.

Tahun ini saya membuatkan sebuah gantungan kunci manis dengan inisial nama mereka, dari uv resin. Bertema birunya laut, resin-resin cantik ini akan diberikan anak-anak besok pagi.

Happy Teacher’s Day!
Thank you for being the great teacher!

Love, Rere.

Tentang Cinta


Tentang Cinta

“Adek, ayo cepat! Ambil bag Bunda yang Miu Miu biru sana, atau MJ juga ada warna biru. Pake baju biru, kan?”
“Iyaaa, Maam.”
“Udah? Pake bag apa?”
“Bag yang Bunda buat.”
“Ohhh. Why?”
“Because this is your handmade. I like it. Even all of my friends liked it. They said, you’re so cool. You can make everything. Even the foods that you made, they loved it! I’m so proud of you, Bunda. I love you.”

Oh life. So beautiful, indeed.

Tas berbahan denim itu adalah hasil dedhel dhuwel dari celana jeans suami yang sudah tidak dipakai lagi. Ternyata jahitan tangan saya yang acakadut tak sempurna, bahkan tanpa pola itu, lebih dipilihnya. Ketimbang tas-tas saya yang bermerk lainnya.

Thanks, Lana. I know I raise you right.

Love, Rere

MACRAME ON SANDAL


MACRAME ON SANDAL

Leigh Wedges dari brand Crocs ini adalah sahabat saya ke sana kemari. Sandal berbahan plastik dengan hak model wedges ini sudah cocok dengan kaki. Saking cintanya, sampai punya beberapa pasang dengan warna berbeda sesuai tas yang dipakai sehari-hari. Gitu itu kalau sudah ketemu alas kaki yang nyaman, tak pernah ingin berganti model, kan?

Kalian sama enggak?

Nah, bayangkan ketika salah satu sandal kesayangan itu, kecemplung kubangan air berisi lumpur. Eh, bukan itu saja yang bikin hancur. Strapnya pun ikutan lepas! Ajur!

Kalau di Depok pasti saya sudah keplok-keplok memanggil bapak sol sepatu yang selalu mangkal depan rumah ibu. Di sini? Biayanya, tinggal ditambah sedikit saja, bisa buat beli sandal baru. Huhuhu!

Akhirnya, mengutak-atiknya jadi pilihan. Memakai tehnik macrame dengan tali kur berukuran kecil berwarna khaki, jadi tujuan.

Tadaaa … sandal buluk akhirnya jadi seperti baru. Lumayan daripada lumanyun. Ayok, kita halan-halan, Cuy!

Love, Rere

MACRAME POUCH


MACRAME POUCH

“Ribet, ih!”

Begitu saya selalu ngomel, setiap kali harus trekking masuk hutan sambil memegang ponsel. Maunya sih dalam tas saja disimpan. Tapi kaaan … banyak moment harus didokumentasikan sepanjang perjalanan, bukan? Belum lagi hobi berselfi ria, yang mengharuskan saya sigap dengan kamera ponsel di tangan. Eeeaaaa!

Nah, sambil mengistirahatkan mata dari layar laptop, akhirnya jadilah sebuah pouch untuk tempat saya menggantung ponsel serta trace together token yang gendut nan bantet. Token yang belakangan lebih sering saya pakai, ketimbang aplikasi pada gawai yang ribet.

Menggunakan macrame cords berwarna hitam dengan tebal 5mm. Plus, assesoris seperti gantungan kunci untuk menggantung token pouch, serta hook untuk menggantung sling yang juga bikinan sendiri.

Emak-emak enggak suka ribet, tapi bikinannya ribet-ribet. Dasar manusia ribet! 😆

Love,
Reyn’s Handmade by Rere

RECYCLED DECO


RECYCLED DECO

Recycled?

Yep! Semua media yang saya pakai ini adalah hasil daur ulang kanvas dan botol bekas.

Tiga kanvas yang saya pakai untuk membuat motif mandala ini adalah kanvas bekas. Satu milik saya yang hasil lukisnya kurang saya sukai karena agak berantakan, dua lainnya adalah milik Lara dan Rayyan yang setengah jadi. Merasa sayang melihat ketiganya teronggok tak berdaya di pojokan, saya pun mendaur ulang semuanya. Melapisi dengan acrylic paint warna hitam, membuat pola untuk bisa menyatukan tiga kanvas, lalu mulai menggunakan dotting tools untuk mewujudkan motif mandala bertema inner peace.

Tema yang cocok sekali untuk situasi saat ini yang serba tak menentu akibat pandemi. Tak bisa mudik, tak boleh berkunjung dengan bebas antar keluarga, juga menerima banyak berita duka yang mengiris jiwa.

Botol yang saya pakai itu hasil daur ulang juga dari YL Ningxia Red yang saya miliki banyak sekali di rumah. Seperti beberapa botol lain yang sudah saya lukis, kali ini saya membuat motif mandala bertema sama dengan lukisan pada di kanvas. Lumayan kan, untuk mengisi waktu selama berpuasa? Meski lebaran tak bisa saling mengunjungi dengan bebas, paling tidak saya punya home deco baru yang manis dan bikin gemas.

Mau belajar? Tunggu kelas offline “Craft Chain with Reyn” setelah Lebaran, ya. Sehat selalu semua!

Love,
Rere

Bukan KARTINI


Bukan KARTINI

“Mbak, kerja di mana?”
“Hmm … how do I put it in one word?”

I’m a wife and a mother.

Now let me elaborate that.

Sebagai seorang istri, tugasku adalah menjaga suami. Membuatnya sehat, sehingga jauh dari penyakit. Membuatnya nyaman, hingga ia betah berada di rumah yang bersih dan terawat. Menjaga asupan makanan, supaya sehat pencernaan. Memastikan semua pengeluaran, agar titik peluhnya tak melayang entah ke mana. Paling utama adalah menjaga martabat dan nama baiknya, dengan tidak berlaku sembarangan.

Sebagai seorang ibu, tugasku banyak bukan cuma itu. Aku adalah seorang juru rawat, yang harus sigap menangani segala penyakit yang datang menyerang. Aku adalah sang juru masak, yang harus memastikan semua isi perut kenyang. Aku adalah si ahli gizi, yang harus selalu menjaga kesehatan semua penghuni. Untuk itu aku harus menjadi seorang stockist, yang memantau ketersediaan bahan makanan, dari yang gurih hingga manis.

Aku juga menjadi tempat laudry, yang harus menjaga semua pakaian bersih dan wangi. Aku pastinya adalah seorang cleaning service, yang harus memastikan semua ruangan bersih tanpa kotoran atau bau amis.

Aku pun adalah seorang psikolog, yang bahunya harus siap menjadi tempat bersandar dari sebuah kekecewaan atau tangisan. Kadang aku juga jadi seorang plumber, yang berbekal peralatan sederhana, harus membetulkan pipa atau apa pun yang mampet. Oh, tempo-tempo aku juga harus siap menjadi sebuah ensiklopedia. Tempat semua orang bertanya di mana letak pakaian, siapa itu Tuhan, bagaimana bentuk gorgonian, atau bagaimana cara membetulkan mainan.

Kadang aku lupa rasanya menjadi seorang perempuan, yang lemah lembut dan selalu butuh perhatian. Hari-hariku sudah terlalu penuh untuk sekedar memikirkan. Sampai di hari spesial, aku justru sibuk dengan segunung cucian.

Jadi, bagaimana aku harus menjawab pertanyaan tentang pekerjaan, dalam satu kalimat sederhana? Jika setiap harinya, tugasku berubah tergantung keadaan. Padahal aku bukan perempuan hebat, tanpa deret gelar pendidikan, tanpa kartu nama dengan profesi menggiurkan, dan juga bukan sosok ternama. Seperti Kartini yang namanya harum, hingga selalu dikenang sepanjang kehidupan.

Namaku … hanya Bunda. Bunda saja.

Love,
Rere

Botol Bekas Jadi Vas


Botol Bekas Jadi Vas

“Banyak banget botol NXR.”

Saya memang peminum NingXia Red karena manfaatnya yang sangat baik untuk saya pribadi.

Saking seringnya beli, jadi botolnya pun menumpuk di gudang, karena bentuknya yang manis jadi dibuang sayang.

Sakit kepala yang hari ini menyerang, membuat saya butuh outlet yang harus bikin senang. Maka saya pun melihat sekililing rumah untuk mencari korban.

Voila! Botol-botol bekas, sudah berubah jadi deretan vas cantik, untuk deco di rumah.

Lumayan, kan?

Punya botol bekas? Recycle aja.

Love,
Rere

SewAdorableYou


SewAdorableYou

S.A.Y adalah project remaking old clothes yang selalu saya buat setiap kali mood menjahit datang.

Sudah menumpuk jeans lama milik suami yang sudah tidak dipakai, dan sedang menanti sentuhan. Hari ini saya bertekad akan mulai satu demi project ini lagi. Kasihan “Si Abang” sampai berdebu tak pernah kena sentuh.

Semangat saya yang berkobar rupanya mendapat ujian. Si Abang ngadat. Benang yang harusnya melekat erat pada jarum mesin, kerap terlepas. Belum lagi lampu yang berkedip-kedip genit, kemudian byar pet mati tanpa permisi. Ah, Abang … ngambek rupanya.

Beruntung dua celana milik si dia berhasil saya selesaikan.

Celana hitam, saya padukan dengan rok plisket berwana maroon, milik saya jaman dahulu kala. Terinspirasi dari rok cantik milik Nagita Slavina yang berharga fantastis. Saya juga punya lho, Mbak Gigi. Sedangkan celana hijau, saya tambahkan hiasan ruffles di bagian depan sebagai pemanis. Lumayan, kan?

Jadi, punya baju atau celana yang sudah bosan dengan model yang itu-itu saja? Remake, yuk. Lumayan … ngirit. 😉

Love,
Rere

GIRL GUIDE


GIRL GUIDE

Adik, have you prepared your school stuffs?”
“I did,
Bunda. I’m sewing my Girl Guide uniform stuffs now.”
“Whoa! Can you do it?”
“Yea. It’s not perfect but yea, I can do it.”
Pinterr.”

Girl Guide, adalah kegiatan ekstra kurikuler yang dipilih putri saya nomor 2 ini.

Meski awalnya sang kakak meragukan kemampuannya beradaptasi dengan peraturan, sang adik mampu membuktikan. Walau penuh keengganan dan kerap “mecucu” menceritakan polah para senior, ia terbukti mampu menekan ego yang kerap ngeloyor.

Bangga sih, melihatnya semangat mempersiapkan seragam meski kembali mecucu ketika sang bunda hendak mengambil gambar. Hahaha! Ia tak tahu betapa setiap jepretan akan menjadi sisi manis sebuah kenangan.

Oh ya, Girl Guide adalah sebutan untuk Pramuka bagi murid tingkat sekolah menengah atau Secondary di Singapura. Untuk murid sekolah dasar sebutannya adalah Brownies. Mungkin karena mereka masih imut, manis, dan kinyis-kinyis.

Saya sendiri dulu adalah seorang Pramuka semasa bersekolah di SDN TUGU V. Dengan penuh semangat dulu saya belajar tali temali, baris berbaris, dan bermacam keahlian lainnya. I love being Pramuka.

“Then, what did you do yesterday?”
“We made Maggi.”
“Huh? Ah, you’re an expert already.”
“Yeah, but I didn’t eat. I just watched my juniors ate their noodles.”

Pelajaran penting bagi seorang GG: mampu menjahit dan memasak, minimal mie instan. Good job, Adik!

Love,
Rere

LUKA


LUKA

Aku tak tahu mengapa umak memberiku nama Luka.

Luka saja, tanpa awal atau akhir kata.

Menurut orang-orang kampung sini, aku dilahirkan tanpa bapak sewaktu umak pergi bekerja ke luar negeri. Usia umak baru 17 tahun ketika itu. Sedang mekar-mekarnya anak gadis, kata mereka.

Umak yang cantik dan pintar terpaksa berhenti sekolah dan harus bekerja keras, demi membayar hutang kedua orangtuanya. Kakek dan nenek yang tak pernah kutahu sosoknya.

“Terbakar dalam rumah sewaktu perampok menyatroni mereka di pagi buta,” kata Pak Saman tetangga desa.

Waktu itu umak sudah berangkat ke luar negeri, dan menjadi buah bibir di kampung. Bagaimana tidak … baru beberapa bulan umak pergi, rumah kakek dan nenek sudah naik tinggi. Keramik cantik menghiasi lantai, mengganti alas tanah yang sebelumnya tiap pagi berhias tai. Ya, kotoran ayam milik tetangga, yang kandangnya ada di sebelah rumah.

Umak juga mengirim sebuah kendaraan mewah, sebagai pengganti becak yang selalu dikayuh kakek keliling desa sebelah. Dibangunkannya sebuah toko megah, untuk nenek yang biasanya berjualan tempe di pasar basah. Tentu saja, semua tetangga memandang gerah. Termasuk komplotan pencuri yang sudah terkenal namanya di pusat kota, geng bramacorah.

Kebakaran rumah umak di desa menjadi akhir kisah hidup dan ceritanya di sana. Umak yang anak tunggal, mengubur semua mimpi dan harapannya bersamaan dengan terkuburnya jasad kakek dan nenek menjadi abu, di rumah kebanggaan mereka yang berujung pilu.

Tak ada seorang pun tahu apa yang terjadi pada umak setelah itu. Hanya kabar burung beredar di kampung, umak bukan hanya bekerja sebagai pembantu. Ia adalah simpanan seorang tauke berharta menggunung. Banyak yang kagum, lebih banyak yang mencibir dengan sinis, biasa lah sesama kaum. Mungkin mereka iri dan dalam hati kecil ingin berjaya seperti umak, yang diam-diam mereka kagumi.

Semua berubah di hari umak kembali. Dengan tubuh kurus kering, umak kembali ke kampung membawa seorang bayi dalam bengkung. Seisi kampung gempar, bisik-bisik semakin tak terbendung liar.

Dengan sisa gemerincing koin di saku, umak menepi di sebuah rumah berpagar bambu. Entah rumah siapa, umak pun tak tahu. Gubuk berhantu, kata Pak Saman dulu.

Umakku tak takut hantu. Ia lebih takut melihat mulut-mulut yang menggerutu. Istri-istri yang takut suaminya jatuh hati, gadis-gadis yang takut kekasihnya berpaling pergi. Padahal umak kembali tanpa penampilan bak gadis ting-ting. Umak kembali membawa sakit, di hati dan diri. Karena di gendongannya ada bayi lelaki yang harus diurus sendiri.

Umak … umak.

Malang sekali nasibmu berakhir. Kataku sambil menatap hembusan asap rokok beraroma tajam … sembari membetulkan gincu berwarna merah terang. Untuk pelanggan lain yang segera datang.

(Tamat)

Love, Rere