MasakMasak. MpekMpek


MasakMasak. MpekMpek

Makanan favorit yang sama sekali tak pernah terbayang buat membuatnya sendiri.

Ribet!

Belum lagi bau amisnya ikan memenuhi dapur, harus nguleni, masukin telur yang entah gimana caranya lalu dibentuk, ah malas!

Eh tapi kan, ada di grup yang semua suka mencoba masakan itu bikin semangat ternyata. Setelah minggu lalu kami membuat pizza from scratch, hari ini kami membuat mpek-mpek plus cukonya juga from scratch.

Ternyata eh ternyata, tak sesulit bayangan saya selama ini. I apparently enjoy membentuk kapal selam walau beberapa kali adonannya bochooorr dengan sukses!

Finally, mpek-mpek juga bisa saya taklukkan dengan beberapa catatan untuk pelajaran.

Tekstur yang crunchy di luar namun lembut di dalam, infact rasa garamnya kurang. Next time harus kasih lebih banyak garam! Catat!

Kuah cuko … not bad. Wangi bawang putih dengan sedikit kaldu dari tumisan ebi yang bergabung dengan rasa asam dan manis, just nice lah buat saya. Cumaaaa ternyata saya terlalu banyak menuang air hingga rasa sedap cuko ini harus saya koreksi beberapa kali.

Pokoknya saya sudah bisa membuat mpek-mpek! Yayyy!

Note for myself: jangan suka menuduh diri sendiri tak mampu membuat sesuatu sebelum mencoba, dan jangan malas! Berikut resepnya.

Bahan dasar mpek-mpek:

  • 600 gr daging tengiri / makarel (seperti yang saya pakai)
  • 2 siung bawang putih
  • 220 ml air
  • 400 gr tepung sagu/tapioca starch
  • 30 gr tepung terigu
  • 2 sdm garam & sedikit penyedap
  • Sepanci air untuk merebus

Cara membuat:

  • Haluskan daging ikan dengan 2 siung bawang putih
  • Pindahkan dalam tempat untuk menguleni, tambahkan air sedikit demi sedikit
  • Masukkan terigu dan tepung sagu
  • Tambahkan garam dan penyedap
  • Taburkan tepung ke atas piring sebelum mulai membentuk mpek-mpek
  • Bentuk panjang untuk lenjer, masukkan telur yang sudah dikocok untuk kapal selam
  • Masukkan ke dalam panci berisi rebusan air
  • Tunggu hingga mengambang sebagai tanda sudah matang

Cara membuat cuko:

  • Campur 1 kg gula aren, 10 siung bawang putih, 250 gr cabe rawit, ebi yang sudah disangray, 40 gr garam, 5 sdm cuka, 200 gr asam jawa ke dalam 1,5 lt air.
  • Masak hingga mendidih dan koreksi rasa.
  • Saring sebelum disajikan

Tips:

  • Ikan harus benar-benar halus sebelum digunakan
  • Tekstur adonan memang lengket dan agak lembek agar hasil akhir tidak keras
  • Ketika mengaduk adonan dengan tepung, jangan terlalu lama. Sebentar saja asal tercampur rata
  • Sebelum meletakkan adonan yang sudah dibentuk, taburi piring dengan tepung agar adonan tidak menempel dan rusak ketika akan digoreng

Happy cooking!

Rere

Resep Lontong Goreng


Resep Lontong Goreng

Punya lontong atau ketupat sisa masakan sebelumnya? Mau diapakan ya?

Dia hari yang lalu saya membuat soto ayam, dan pagi tadi saya lihat kuahnya sudah kering namun pelengkap seperti ayam suwir, lontong, dan sayuran masih tersisa lumayan banyak. Hmmm … dibuang? Enggak lah yaw! Mubazir! Bikin lontong goreng saja, yuk. Apa saja bahan dan bagaimana cara membuatnya?

Bahan:

  • Lontong/ketupat
  • Bawang bombay
  • Cabe rawit
  • Terasi
  • Ayam suwir
  • Telur
  • Sayuran (sawi, tauge)
  • Teri medan/teri biasa
  • Fish sauce
  • Garam, penyedap.

Cara membuat:

  1. Iris tipis bawang bombay dan cabe rawit, tumis bersama terasi, teri medan, beri sedikit fish sauce, garam dan penyedap (optional).
  2. Masukkan 2 biji telur, orak arik. Kemudian masukkan ketupat yang sudah dipotong dadu, sayuran dan ayam suwir.
  3. Koreksi rasa.

Tips:

  • Bisa menambahkan sosis atau daging giling jika tidak ada ayam suwir.
  • Jangan terlalu kecil memotong ketupat karena bisa hancur selama pemasakan. Itu sebabnya lontong dimasukkan terakhir bersama dengan sayuran seperti tauge.
  • Sayuran seperti sawi atau kailan dimasukkan lebih dahulu supaya empuk.
  • Cabe bisa ditinggalkan kalau ingin memasak lontong goreng yang tidak pedas.

Nah, bisa jadi alternatif masakan baru tanpa membuang apapun, kan?

Happy cooking!

Reyn

Easy Churros Recipe


Easy Churros Recipe

Resep ini saya dapat dari kelas baking yang saya ikuti di akhir bulan lalu. Resep aslinya adalah Paris Brest. Namun dough yang digunakan bisa juga dipakai untuk membuat eclair, churros dan juga kue sus alias puff pastry.

Berikut adalah bahan dan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

  • Air 95cc
  • Butter (unsalted) 40g
  • Sejumput garam
  • Tepung kue 50g
  • Telur 70g
  • Taburan: gula kastor dan bubuk kayu manis

Cara membuat:

  1. Masak air, butter dan garam di atas panci dengan api kecil. Setelah butter meleleh naikkan suhu hingga mendidih.
  2. Matikan api dan masukkan tepung kue, aduk rata sampai terbentuk dough.
  3. Nyalakan kembali api dan masak sebentar hingga kadar air pada dough berkurang.
  4. Kocok adonan menggunakan mixer dan masukkan telur sedikit demi sedikit, kemudian aduk hingga rata.
  5. Pindahkan dalam pipping bag, pasang ujung berbentuk bintang berukuran besar.
  6. Panaskan api, keluarkan adonan dari pipping bag kemudian gunting untuk memotongnya.
  7. Setelah churros dingin bisa digulirkan ke dalam campuran gula dan kayu manis, atau bisa dicelup ke dalam coklat spread seperti Nutella.

Tips: Jika adonan keras dan tidak bisa dikeluarkan dari pipping bag, tambahkan butter.

Satu resep ini cukup lah untuk 3 bocah kecil di rumah saya yang sedang Study From Home dan tidak berhenti mengunyah. Happy Cooking!

Stay safe and fit! This shall pass.

Much Love,

Reyn

Birthday Cake (Fail)


Birthday Cake (Fail)

Saya suka masak, namun membuat kue adalah sebuah perjuangan. Tidak terhitung berapa kali saya gagal mengeksekusi sebuah cake sederhana. Satu-satunya cake yang berhasil saya buat adalah cake berbahan dasar pisang. Itu pun setelah beberapa kali mengalami kegagalan.

Sayangnya, saya termasuk ibu yang sukanya repot. Saya selalu ingin membuatkan anak-anak kue ulang tahun sendiri, padahal enggak bisa. Hahahaha! Saya sampai mengikuti kursus membuat cake di satu tempat, saking inginnya mempersembahkan buatan tangan untuk keluarga di hari spesial.

Ulang tahun putra bungsu kemarin, saya sudah ber angan ingin membuat French Macarons yang akan saya susun membentuk sebuah tower. Mulailah saya menyiapkan bahan sesuai dengan takaran pada resep yang saya dapat dari kelas.

Di tengah pembuatan, tiba-tiba kertas contekan resep saya raib entah kemana. Saya mencari sekeliling dapur, dibantu 2 putri saya. Ya salam! Bagaimana nasib telur dalam mixer yang sedang berputar? Saya tentu saja tidak ingat lagi semua step walaupun ketika di kelas memasak saya sukses membuatnya.

Pasrah, saya akhirnya membuka sebuah tutorial memasak dari internet. Kok, beda ya? Hahaha! Terpaksa saya ikuti juga semua stepnya sambil mata ini terus berkeliling mencari si kertas resep yang hilang.

Macarons saya hampir selesai dibuat ketika putri saya berteriak sambil tertawa geli.

“Bunda! The paper is just here all the time! My goodness! It’s just next to you!”

Ya salam! Kertas yang hilang itu ternyata ada di atas dispenser air yang hanya terletak di sebelah saya berdiri dari tadi! Kok saya tidak melihatnya ya?

Anyways, beberapa saat kemudian, Macarons saya pun jadi. Hore! Kelihatannya sih berhasil. Si bungsu yang sedari tadi mengintip pun mencicipi Macarons buatan saya dengan penuh semangat. Sejurus kemudian raut wajahnya berubah.

“Bunda, please don’t be offended. But this doesn’t taste nice. It taste weird, unlike the one you made from your cooking class. Sorry.” Hiks! Jarang sekali hasil masakan saya dibilang tidak enak. Rasanya galau ternyata.

Kemudian saya pun coba mencicipi walau tidak terlalu suka jenis cake dengan rasa manis seperti ini. Well, si bungsu benar. Rasanya tidak enak sama sekali. Chewy seperti karet dan baunya aneh karena terlalu banyak tepung almond. Hahaha!!

“Sorry, Nak. Your birthday cake failed. Let me try another one.”

Saya tentu saja tidak menyerah begitu saja. Kembali saya membuka resep Paris Brest yang baru saya buat minggu lepas. Kali ini saya memastikan ia tidak hilang dari genggaman. Hahaha!

“Bunda! This is so yummy! Thank you for your effort in making a birthday cake for me. I love you so much!

Hore! Walaupun tidak sama persis dengan yang saya praktekkan di kelas hari itu, namun cake ini tidak gagal seperti si Macarons.

“Bunda, next time don’t put too much almond flour in your Macarons, okay?” Hahaha! Iya iya. Happy birthday, Son!

Gagal itu lebih baik daripada tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba. Jadi jangan takut gagal. Takut lah karena dalam hidupmu tidak pernah ada keberanian untuk mencoba! Semangat!

Much Love,

Reyn’s

A Pinch Of Love


A Pinch Of Love Suami saya tidak suka masakan bule. Katanya, “Enggak ada rasanya.” Saya? Masih mending lah. Indera pengecap saya masih menikmati exposure beberapa rasa. Saya masih suka steak yang bikinnya sih merem juga bisa. Well itu saja sih. Karena jenis masakan yang lain juga kurang bisa saya nikmati to tell you the truth. […]