SALAH (The Bride)


SALAH (The Bride)

“Kamu serakah! Kamu ingin menguasai harta Papi kan? Tega kamu! Selama ini Papi membiarkan kalian semua tinggal di sini, sekarang kalian ingin menjual rumahnya dan mengincar hartanya, kan?”

“Kak …”

“Ah sudah! Aku tak mau mendengar apa-apa lagi! Kamu bukan adikku lagi!”

Brak!

Sambungan telepon itu pun terputus. Aku tergugu di hadapan istriku, yang matanya merah karena marah. Perempuan lembut yang kunikahi 10 tahun lalu itu tak kuasa menahan emosinya. Ia tidak pernah menunjukkan kemarahannya sedemikian rupa.

“Jahat sekali dia!”

Penuh getar sambil menahan tangis, hanya itu yang terucap dari bibirnya dengan suaranya pelan. Ia pun beringsut dan mengajak ku pergi setelah meminta ijin dari ayah mertua yang sedari tadi hanya terdiam tanpa sepatah kata. Bahkan untuk membela. Ayahku, entah apa yang ada di benaknya.

September, 2005

“Selamat ya, semoga cinta kalian abadi, langgeng hingga tua nanti, beranak cicit dan setia hingga akhir.” Freya, kakak tertua yang membesarkanku sepeninggal Mami memelukku erat kemudian mengecup kening istriku, Acitya. Di belakangnya mengantri kakak kedua Franda, adikku Friska, dan abangku Ferdi. Hari yang sempurna.

Acitya cantik sekali dengan paes dan busana pengantin khas Jawa yang menghiasi tubuh langsing dan moleknya. Ia adalah pramugari salah satu maskapai asing yang kutemui ketika sedang melakukan perjalanan dinas. Mataku lekat melihat sosoknya yang mondar-mandir mengantarkan makanan dan keperluan penumpang. Suaranya yang tegas namun senyum tetap mengembang membuatku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.

Ingin rasanya meminta nomor yang bisa kuhubungi kelak setelah kami berpisah. Namun lidah ini kelu. Aku merasa ini adalah cinta. Hingga pesawat mendarat, tak sepatah kata pun terucap dari bibirku untuknya. Pasrah.

Mencuri-curi pandang, dan mencari keberadaannya di bandar udara, hanya itu yang bisa kulakukan. Sungguh ingin kumaki diri ini yang tidak berani bersuara dan sekedar mengucapkan “Hai.” You are not You, Fajar! Seharusnya kau seberani mentari yang menyinari fajar di ufuk barat. Bukankah karena itu Papi dan Mami memberimu nama Fajar! Menghadapi seorang perempuan saja kau menciut.

Fajar Rahadian, tampan, sukses, dandy, siapa yang tak kenal lelaki playboy ini? Rasanya setengah perempuan ibukota pernah menjadi kekasihnya, paling tidak TTM lah. Teman Tapi Mesra. Ia bukan sukses tanpa usaha. Tekadnya yang kuat, otaknya yang cerdas, dan kemampuannya menjaring bisnis pun lawan jenis, membuatnya meraih kesuksesan hingga saat ini.

Namun semua itu sirna, di hadapan seorang pramugari yang nampak sederhana namun manis, dan kini hilang dari pandangan. “Sial!”

(Bersambung)

Reyn

Jujur Berbuah Mujur


Jujur Berbuah Mujur Pada suatu hari Toby, seorang anak kelinci mungil yang cerdas, berjalan kaki sendiri pulang dari sekolahnya. Ia memang harus pulang sedikit lebih lambat, karena pergi ke perpustakaan untuk mencari sebuah buku. Beberapa langkah keluar dari gerbang sekolah, ia melihat sebuah benda berwarna hitam di jalan. Penasaran, ia pun menghampiri benda itu. Wah! […]

DENDAM (11)


DENDAM (11) DORRRRRR!!! Nyalak pistol itu menggema seiring dengan terkulainya lelaki paruh baya bertubuh gagah itu dalam pelukan sang calon menantu. Senyumnya yang mengembang bahagia kala menyambut lelaki tampan bertuksedo itu dalam pelukannya, seketika luruh. Tubuhnya mengejang dan pelukannya melemah. Bhisma tercengang, kaget dan tidak percaya. Matanya bersirobok dengan tatapan teduh penuh kilat dendam dari […]

DENDAM (10)


DENDAM (10) “Mampus kau, perempuan sial! Aku tidak pernah mencintaimu! Aku hanya ingin menjadi bagian dari keluargamu yang kaya raya sekaligus membalaskan dendam ibuku. Hahahaha! Puassssss! Arini. Arini. Mati, kamu!” Sambil terkekeh, Indra memandang ke dalam sebuah sumur tua, di sudut taman rumah megah itu. Tangannya melemparkan sebuah palu berlumuran darah ke dalamnya. Indra melepas […]

DENDAM – Bhisma (9)


DENDAM – Bhisma (9) “Papi kenapa tidak pernah membela diri ketika disakiti? Papi kan lelaki, perawakan tinggi, dan kuat, mengapa tidak pernah melawan Mami? Kiara takut melihat pertengkaran kalian setiap hari. Kiara mau ikut Oma saja!” Tangis gadis kecil itu pecah. Ia memeluk sang Ayah yang menunduk sambil menahan perihnya darah yang mengalir dari sudut […]

DENDAM – Selamat Tinggal, Aryan (8)


DENDAM – Selamat Tinggal, Aryan (8) “Selamat sore, Om. Saya Indra. Indra Dewabrata.” Lelaki paruh baya, yang mulutnya berbau alkohol itu, hanya bergumam tak jelas dan membalas genggaman tangan Indra seadanya. Lelaki bermata teduh yang memacari putri semata wayangnya dan sedang menatapnya tajam. “Aku bukan tak tau siapa dirimu, lelaki keparat. Akan kubuat hidupmu menderita […]

DENDAM – Marini (7)


DENDAM – Marini (7) “Mas, rasanya anak kita akan segera lahir. Aku sudah dalam perjalanan ke rumah sakit. Tolong datang secepatnya, Mas.” Sent. Marini berjalan tertatih menuju mobil yang membawanya ke rumah sakit. Sebentar lagi, bayi mungil yang selama 9 bulan menemaninya akan lahir. Airmata tak henti mengalir di pipi tirus Marini. Bukan airmata bahagia, […]

DENDAM – Letnan Wisnu (6)


DENDAM – Letnan Wisnu (6) “Siang, Letnan. Ini bocah lelaki yang Bapak lihat kemarin.” “Terima kasih, Sersan Yudi. Kemari, Nak. Indra Dewabrata, betul namamu?” Bocah lelaki tampan bertubuh tinggi kurus itu hanya menunduk. Sekilas Wisnu melihat kilat di matanya. Mata yang teduh namun penuh dengan kebencian dan cerita duka. Bocah yang dilihatnya duduk di sudut […]

DENDAM – Aryan (5)


DENDAM – Aryan (5) “Aku terima nikahnya Marini Binti Susilo dengan mas kawin yang tersebut tunai.” “Sah. Alhamdulillah.” — Marini memandang sang mempelai laki-laki yang hari itu resmi menjadi suaminya. Lelaki tampan bermata coklat terang yang baru saja dikenalnya dalam tiga bulan. Lelaki yang dengan mantap dan berani, meminangnya di hadapan sang Ayah. Hidup Marini […]

DENDAM – Kiara (4)


DENDAM – Kiara (4) “Pak Supir! Pak! Bangun! Tidur aja, nih!” “Eh! Ya ampun, maaf, Non. Maaf, Somat ketiduran. Ade ape, Non?” “Nih, kirimin suratnya lagi. Inget, lokasinya jangan sama kayak sebelumnya ya. Cari yang jauh, kalau perlu ke luar kota. Jangan ke kantor pos di ujung jalan juga!” “Emang kenapa sih, Neng? Depan situ […]