Enggak Mudik Enggak Apa-Apa Ya, Eyang?


Enggak Mudik Enggak Apa-Apa Ya, Eyang?

Perantau seperti saya dan beberapa teman, memang harus rela berkorban. Dengan atau tanpa adanya pandemi, kami kadang harus rela berjauhan diri. Dengan keluarga dan kampung sendiri.

Menjalani puasa dengan keterbatasan, bahkan lebaran kali ini tidak bisa mudik seperti biasa. Yah, apa mau dikata? Lebih baik menurut aturan saja.

Lebaran yang dinanti-nanti karena ingin saling mengucap maaf atas khilaf diri. Setahun hanya sekali. Itupun tidak bisa juga kali ini.

Jangan sedih ya, Eyang. Kita masih bisa bertatap muka melalui layar untuk mengatakan sayang. Nanti kalau situasi sudah reda, kami siap berlayar. Untuk mencium tanganmu dan meminta restu demi menjalani kehidupan dengan tegar.

Susah, Eyang.

Susah hati berjauhan seperti ini. Begitu lama rasanya menanti, untuk bisa berkumpul kembali. Karena sejak kuliah sudah memilih pergi, hingga berkeluarga kita tetap tak bisa berdekatan setiap hari.

Duhai ayah bunda, ampunkan ananda tak dapat beraya bersama. Jauh dari mata dekat dalam jiwa, teduh kasihku tidak berubah.

Berbahagia jika kalian selalu bisa berdekatan. Dengan orang tua di kampung halaman. Karena rasanya sangat berbeda kala berjauhan.

Sayangi mereka, hormati senantiasa. Karena padanya ada keberkahan yang akan selalu terbawa. Percayalah, hidup ini akan hampa tanpa doa dan restu mereka.

Sayu, hati ini makin sayu. Rindu, padamu dan rumah sederhanamu … selalu.

Taqobalallahu minna wa minkum.
Selamat merayakan kebahagiaan bersama keluarga tercinta … di rumah saja.

Love, R

#WCR #RumahMediaGrup #TantanganMenulis #ReReynilda

Feeling Good Like I Should


Feeling Good Like I Should

“Where are you going, Bunda?”
“I’m going out with
ayah to buy groceries. You stay at home, okay?”
“Okay. Why are you wearing make up?”
“Why do you want to know?”
Bunda, you’re wearing a mask. Why do you need make up? Nobody will recognize you anyway.”
“I’m not wearing make up for people to see me.”
“Then?”
“I’m wearing it for myself.”
“Why?”
“Why are you so kepo?”
Bundaaaaa. Tell me why.”

Ish! Punya anak kepo banget!

Saya memang terbiasa ber make up walaupun hanya pergi ke pasar. Bukan make up tebal macam lenong dengan teplokan warna warni di jidat jenong. Hanya make up tipis yang penting manis. Ihik!

Buat apa ya?

Hmmmm … kekepoan Rayyan sangat menggelitik, karena mungkin ini juga yang ada di benak beberapa orang yang sama herannya dan punya pertanyaan yang sama tapi takut bertanya. Ngeri ya liat mata saya terbeliak macam Suzzana?

Lagian aneh. Lha wong pake masker, ketutup, enggak ada yang mengenali, ngapain juga dandan?

Oy! Saya dandan bukan dengan harapan dilihat orang. Saya memulas make up tipis di wajah yang semakin menua ini hanya semata ingin terlihat segar. Tidak kumut-kumut dan busuk karena sudah terlalu lama ngerem di rumah. Itu pun saya hanya memulas bagian mata dan lip tint tipis karena di dalam kendaraan pribadi toh saya tidak perlu mengenakan masker.

Lagipula saya pergi dengan suami yang harus saya jaga maruahnya. Mana tau di tempat belanja, saya bertemu dengan koleganya. Nanti disangka saya tuyul dengan mata panda yang lepas kandang, karena keluar rumah tanpa menebalkan alis dan membentuk bingkai mata dengan eyeliner agar tak terlihat pucat.

Selebihnya saya hanya ingin tampak segar walau hanya mata yang terlihat berbinar. Saya pun masih tetap mematut pakaian dengan pantas walaupun harus mendorong trolley berisi penuh belanjaan pasar.

Percayalah Moms. You’ll feel good when you look good and you’ll feel good when you smell good.

So, jangan segan memakai make up dan wewangian. Karena ketika kita nampak segar, hati akan riang, dan seisi rumah pun menjadi tenang. Melihat sang ibu tidak kumut-kumut, bermuka cemberut, seperti dompet akhir bulan yang mengkerut.

Love, R

#WCR #RumahMediaGrup #TantanganMenulis

MOTHERHOOD


MOTHERHOOD I was nominated by some beautiful girl friends to post picture (pictures) of me enjoying my life as a Mother. Well, motherhood is never easy. Karena itu saya menghargai mereka yang mengikuti tantangan ini sebagai bentuk dukungan kepada sesama ibu rumah tangga maupun bekerja. Mereka yang saya tahu pasti, beberapa berjuang menghadapi hari demi […]

DISCIPLINE Blooms Like A Flower


DISCIPLINE Blooms Like A Flower “Sudah bersihkan kamar? Sapu rumah? Cuci piring? Jemur toilet mat? Lap meja?”“Sudah, Bundaaaaaa.” Demikian para krucil di rumah menjawab rentetan pertanyaan saya setiap pagi. Ulangi ya, SETIAP PAGI. Eyang Mama yang selalu protes pada saya, kenapa anak-anak diharuskan melakukan house chores dulu di pagi hari, sebelum berangkat sekolah. “Mesakke anak-anak, […]

The Journey (The Calling)


The Journey (The Calling) “Yah, umroh yuk.” “Nanti lah. Bukan sekarang.” “When?” “Tunggu panggilan.” “Okay. Tapi panggilan juga mesti dijemput sepertinya.” Kataku dalam hati. Sedih, merana, karena begitu rindu melihat rumahNya kembali. Kapan Kau akan memanggil kami ke rumahMu lagi, Ya Rabb? Tempat yang dulu begitu dekat denganku karena bisa setiap saat kudatangi tanpa berpikir […]

Imperfect


Imperfect Wajah saya sebenarnya tidak simetris. Mata kiri saya lebih kecil dari yang kanan. Hidung miring, dan geraham kiri lebih tirus dibanding sebelahnya. Mungkin karena dulu saya lebih suka tidur menghadap ke sebelah kiri. Saya juga tidak terlalu suka berlama-lama di depan kaca untuk berdandan. Hingga dulu ketika masih bekerja sebagai cabin crew, waktu stand […]

Try And Fail


Try And Fail “Bunda, should I bake too?” “Yes, Nak. Why?” “You know I can’t bake. I’m not good in the kitchen like Lana.” “Well then you must try. It’s a simple cake, you’ll enjoy the class. You’ll never know if you never try.” Putri sulung saya memang tidak terlalu menyukai pekerjaan rumah tangga yang […]

Gratitude


Gratitude Seminggu ini banyak hal begitu mengaduk-aduk perasaan. Dimulai dengan berita kehilangan seorang belahan jiwa yang tanpa aba-aba. Meninggalkan sang istri yang tiba-tiba harus melanjutkan hidup sendirian. Pecah tangis ini setiap kali melihat sang buah hati menahan airmata. Hingga petang ini, cerita ditutup dengan curahan hati seorang ibu yang sebatang kara. Menghabiskan sore di ujung […]

Life Skills


Life Skills Sepagian tadi saya kembali nagging di rumah. Well, bukan tanpa sebab, sih. Semalam saya sudah mengingatkan anak-anak untuk menghidupkan alarm, karena pagi ini mereka harus masuk Madrasah. Saya ingin mereka bangun sendiri, tanpa harus mendengarkan suara seriosa saya setiap pagi. Saya, yang sedang menderita sinus luar biasa semalam jadi terlambat bangun dan segera […]

Self Love Is Not Selfish


Self Love Is Not Selfish Yes. Self love atau mencintai diri sendiri. Bagaimana sih kita mau belajar mencintai orang lain jika tidak memahami cara mencintai diri sendiri terlebih dahulu? Caranya? Saya, pagi ini menderita sinus yang menyebabkan muka saya sedikit membengkak dan kepala seperti mau pecah. Namun sebagai seorang ibu rumah tangga, setiap Sabtu pagi […]