•• W O L E S ••

Ilmu woles ini sudah kudapat sejak usia belia.

Mama … menjadi salah satu contoh bagaimana seorang perempuan yang telah bergelar ibu, menghadapi jungkir baliknya kehidupan dengan WOLES alias selow alias santai, man!

Belum pernah hingga usia “sematang” ini, kulihat mama ikut heboh menyikapi segala hal yang tengah berlangsung. Biasanya, sambil melihat berita di televisi tentang kehebohan yang sedang terjadi, ia akan bergumam sambil berkata seperti ini:

“𝘏𝘢𝘭𝘢𝘩! 𝘕𝘨𝘰𝘯𝘰 𝘢𝘦 𝘬𝘰𝘬 𝘩𝘦𝘣𝘰𝘩, 𝘮𝘦𝘯!”

(“Halah! Gitu aja heboh amat!”) 🤣

Kemudian, dengan wajah datar akan disambungnya lagi dengan:

“𝘞𝘦𝘴 𝘵𝘶𝘸𝘦𝘬 𝘢𝘦 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘺𝘢𝘯 𝘱𝘰𝘭𝘢𝘩!”

(“Sudah tua banyak tingkah!”) 🤣

Mama memang tak suka manusia yang banyak polah. Ia juga tak suka banyak drama dan terbiasa straight forward menyatakan pendapatnya. Judes dan juteknya, yang dulu sering kuprotes bersama si bungsu, kuwarisi hingga hari ini ternyata.

Namun, mama selalu punya banyak sekali ide cemerlang. Di tangannya, seonggok batu bisa jadi berlian yang bersinar terang. Kehidupan sulit yang dihadapinya dulu, justru membuatnya banyak berpikir untuk mencari alternatif baru, tak perlu banyak mengeluh.

Kami berdua biasanya gerah melihat manusia yang banyak tingkah, heboh luar biasa tapi bermental lemah. Apalagi mereka yang enggan berpikir dan malas untuk putar otak guna mencari jalan keluar, ketika berhadapan dengan sebuah kebuntuan.

Beruntung rasanya dibesarkan oleh sosok sewoles mama, yang tak perlu banyak ratap namun melangkah dengan mantap. Hingga kini menjadi apapun rasanya bisa kulakukan, bahkan dalam situasi serba sulit dengan ruang gerak yang sempit.

Ayo para mama, jangan berhenti di tempat dan hanya meracau saja. Menyalahkan situasi tak akan membuatmu mampu melewati hari. Bergeraklah, dan ubah keadaan dengan caramu sendiri.

Bisa, yuk! Bisa!

Love,
Nyonyah Nyengir

(Photo Credit: Mbakyu Hany)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: