•• SELF-WORTH ••

“Mam, sebelum pulang boleh saya bilang sesuatu?”

Murid bertubuh paling tinggi itu pun berdiri seraya meminta ijin untuk bicara sedikit. Kupikir ia ingin bertanya tentang pelajaran yang diterimanya hari ini.

“Saya mewakili teman-teman, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk Mam Rey. Terima kasih sudah ngajarin kami ilmu yang sangat berguna sekali. Kami doakan Mam sehat selalu, panjang umur, lancar pekerjaan dan hidupnya, juga barokah dunia akhirat. Doakan kami juga ya, Mam.”

Tersenyum, kuucapkan terima kasih untuk semua doa yang diberikannya sesaat sebelum kelas berakhir sore tadi. Doa yang sama selalu kusampaikan tulus dari dasar hati untuk semua murid, tanpa kecuali. Sore ini, doa itu kembali terucap bercampur haru yang membiru. Harapku, semoga mereka semua mendapat “wali” yang memperlakukan dengan baik, tanpa kekerasan, dan menghargai mereka sebagai manusia.

Kuhela nafas panjang sesudah semua murid beranjak pulang. Sambil memikirkan sesuatu yang mengganggu tidur semalam. Tentang pemahaman bahwa kekerasan adalah aib, yang harus ditutupi hingga tidak butuh pertolongan. Bahkan membongkar sebuah kekerasan akan membuat seseorang nampak lebay, terutama para perempuan. Crazy! Pemahaman macam apa ini!

Ladies, kekerasan dalam bentuk apapun tidak seharusnya jadi sesuatu yang perlu ditutupi hingga dibungkus rapi. Apalagi yang dilakukan oleh pasangan hidup yang telah mengucap janji suci atas nama Illahi. Jangan dengar mereka yang menyuruhmu diam dan pasrah saja. Cinta dan kasih sayang tidak seharusnya menyakiti raga juga jiwa.

Pergi. Dirimu terlalu berharga untuk disakiti.
Pergi, dan jangan menoleh lagi. Bangun kembali kepercayaan diri dan rasa cinta pada diri sendiri.

Know your worth, state it, and never accept anything less.

Love, Rere ❤️

https://vt.tiktok.com/ZSep32T87/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: