•• Di Balik Sang Pramugari ••

“Saya mau bertanya, Mbak Rere. Kenapa memilih kisah para pramugari?”

Pertanyaan ini muncul di sela sesi Q&A, yang diajukan oleh salah seorang trainee dari Pusat Pendidikan Aviasi Gatotkaca (GACA), Bogor.

Mengapa para pramugari?

Hmm … karena saya adalah mantan pramugari. Itu saja sebenarnya. Ide cerita yang sebenarnya sudah lama sekali mengendap di kepala, bahkan sejak dari awal terbentuknya Nubar area luar negeri. Pilihannya waktu itu adalah menuangkan kisah dalam buku solo, atau menerbitkan antologi dengan beragam resiko.

Antologi adalah sesuatu yang, meski nampak tak se-fancy buku solo, namun effort yang dikeluarkan tak kalah bikin migren plus melongo. Komitmen para kontributor pegang peranan paling utama dalam keseluruhan prosesnya. Itu tentu saja tidak mudah.

Setelah menentukan tema yang menjadi benang merah dari semua cerita nantinya, colekan demi colekan pun dilancarkan secara massive. Dibantu beberapa sahabat, akhirnya 21 naskah terkumpul, 21 kontributor menunaikan komitmen pantang mundur. Hingga 500 eksemplar buku sudah tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Bahkan cetakan kedua bersiap untuk meluncur juga.

Jumat, 10 Desember 2021 menjadi hari paling bersejarah bagi kami semua. GACA Training Centre menjadi tempat berlangsungnya bedah buku secara live dengan peserta para trainee yang sangat antusias. Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan Yogyakarta juga menghadirkan salah satu siswinya, yang menyatakan ketertarikan dalam dunia literasi setelah membaca antologi kami.

Kehadiran pendiri GACA, founder RUMEDIA, founder CCM (Cabin Crew Menulis), serta testimony dari beberapa pembaca sangat menyemangati kontributor yang kebanyakan baru di dunia penulisan. Testimony datang dari mereka yang spesial. Salah satunya adalah seorang former news anchor sebuah TV swasta yang menyatakan bahwa antologi ini membuka mata tentang sisi lain para pramugari yang selama ini tidak diketahuinya.

Acara semakin spesial dengan kehadiran seorang komedian tanah air ternama, yang istrinya menjadi salah satu kontributor antologi ini. Narji dan sang istri Diyan, berhasil membuat suasana pecah penuh gelak tawa dengan tingkah lucunya.

Terima kasih penuh ketulusan hati terucap untuk semua pengisi acara, para tamu dan host yang luar biasa. Terutama untuk semua kontributor yang bersedia melangkah bersama dan menyelesaikan antologi dengan penuh rasa cinta.

“Your wings already exist. All you have to do is fly.” (Anonymous)

Terbanglah bersama kepak burung besi pilihan, dan berlayar dalam dunia literasi bersama Nubar Rumedia area luar negeri.

Love,
Rere, Yudha Wamilda, Andi Vica, Reka Sungkar, Ira Trinyoto, Do Mina, Devie Faris, Siti Alissa Siregar, Nasution R Wahyunida, Dilla Sinta, Diah Ruskandar, Najwa Abdullah, Diyan Narji, Rinny Yuswandari, Inge Kusuma, Tasha Brooks, Windha, Rey Lumenta, Rahma Alhabsy, Debhie, & Intan.

Part 1/2
Part 2/2

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: