•• STRESSED ••

Siapa mengira, sesederhana masuk ruangan kelas untuk mengikuti sebuah program training bisa menyebabkan stress berat?

Akibatnya seringkali bikin runyam.

Lupa ini, lupa itu, linglung, bingung … hingga berujung amarah dari banyak orang yang gemasnya tak terbendung.

Stress muncul karena mendengar cerita dan pengalaman teman lain yang juga stress demi mendengar pengalaman teman lainnya lagi. Teman lainnya lagi itu stress mendengar cerita yang lain lainnya lagi. Begitu saja lingkaran itu mengular lalu menular.

Itu, baru masuk ke sebuah ruangan untuk belajar. Tak terbayang stress yang dialami seseorang yang harus melalui sebuah peristiwa yang menyakitkan. Stress yang berujung depresi. Hingga mengakhiri hidup menjadi pilihan diri. Pilihan yang bagi sebagian orang nampak tak berani. Tak berani menghadapi hidup, hingga memilih untuk pergi.

But hey, depresi itu nyata. Tak banyak yang paham kenapa, tapi itu ada. Keputusan akhirnya saja yang berbeda. Ada yang berdiri lalu melangkah meski terseok dan berdarah, ada yang menyerah karena tak kuasa menatap ke banyak arah. Tapi tak perlulah menghakimi dan bilang harusnya begini, harusnya begitu, lah. Semua peristiwa ada untuk diambil inti pelajarannya demi perbaikan pribadi ke depan, bukan?

Meski miris dan sedih membaca akhir dari deretan kisah, semoga kini rasa sakit dan bebanmu musnah. Untukmu yang punya kisah berbeda, peluk dan rangkul siapa saja yang butuh bebenah. Karena mereka yang membuat kita banyak bersyukur masih punya denah, hingga tak perlu hilang arah.

❤️❤️❤️

“Mam, maaf, ya. Saya udah stress dari pagi sampe lupa naro dokumen di mana.”
“Ya udah, gak apa Mbak. Jangan stress, saya gak nggigit, kok. Tapi jangan diulangi lagi, ya? Tenang, jangan panik. Kalau dari awal sudah panik, pasti kacau semua. Lain kali hati-hati, ya?”
“Iya, Mam. Terima kasih.”

Be as sweet as DESSERTS, for the STRESSED.

(Reyn’s)

Love, Rere

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: