•• Change – For Life Is A Rollercoaster ••

“Yahhh! Kok, pecah batunya!”

Penuh kecewa, saya membuka bungkusan hasil belanja dari Asemka hari itu. Salah satu batu perhiasan yang saya beli ternyata pecah. Mungkin karena saya menyeret tas pembungkusnya yang berat ketika harus turun naik kereta. Hiks!

Saya menatap batu indah itu lama sekali. Sedih mendapatinya dalam kondisi tidak sempurna. Pecah sebagian, dan tidak beraturan bentuknya. Bakal menyulitkan ketika membelitnya dengan kawat, nih.

Apa yang harus saya lakukan?

Buang? Sayang, ah. Saya paling tak suka membuang barang. Lantas? Bungkus sajalah dan tutup bagian yang tidak sempurna.

Ibarat hidup, yang tidak selalu indah dan mulus. Ada kalanya tergores hingga pecah atau hancur tak beraturan. Jika terjadi, akankah kita memilih untuk menyerah kalah? Saya sih, tak sudi.

Menyerah tidak pernah ada dalam kamus hidup saya. Saya hanya tahu caranya bertahan dan menghadapi dengan berani.

Akhirnya, dengan sedikit taktik demi menutupi bagian yang rusak, batu cantik itu saya ubah menjadi sebuah bandul kalung. Tanpa membuangnya percuma, batu rusak dengan ujung yang tidak beraturan itu jadi bisa terpakai untuk mempercantik penampilan.

Seperti hidup yang kadang memberi banyak ujian. Tak perlu lari dan menghindar dari masalah. Hadapi saja dengan tegak dan berani, kemudian cari ujung manisnya.

Percayalah. Setelah hujan badai, akan muncul barisan cantik warna pelangi. Semakin keras badai menghantam, semakin cantik pelangimu akan menyapa dengan senyum semringahnya.

When life gives you lemons, make lemonade.
When life gives you onions, make onion rings.

(Anonymous)

Love Life, Rere

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: