•• Kisah Kasih Para Pramugari ••

Event kali ini memang sangat spesial. Spesial penuh dengan tantangan. Tantangan untuk mengumpulkan para pramugari dan mantan pramugari dengan latar belakang bukan penulis.

Beberapa mundur teratur, namun yang antusias ternyata tak kalah banyak dan seru.

Mengambil tema “Kisah Dari Banyak Sisi”, kehidupan awak kabin seperti kami, memang sangat menarik untuk ditelisik. Tentu saja sebuah cerita pendek tak cukup banyak menghadirkan drama untuk disimak. Namun sebagai awal, 21 kisah yang tersaji dalam antologi ini sangat luar biasa dan sangat menarik.

Memilih naskah terbaik tentu bukan hal yang mudah. Masing-masing cerita unik dan memiliki kekuatan yang searah. Sebut saja pengalaman seorang pramugari yang bertugas di Timika, Papua. Kisah mistis penerbangan PK-574, hingga the untold story tentang dunia awak kabin yang selalu jadi bisik-bisik tetangga. Termasuk bagaimana kehidupan memutarbalikkan dengan penuh kejutan. Dari seorang awak kabin yang terkenal dengan julukan Miss Late, Miss Tailcone, hingga yang bertemu dengan cinta sejatinya di penumpang tengil. Kisah lainnya tentu saja juga menarik untuk disimak.

Namun, dua cerita dalam buku ini begitu menarik perhatian dan membuat bulu kuduk meremang. Sebagai event spesial dengan jumlah penjualan yang melampaui batas Nubar, terpilihlah DUA naskah terbaik yang berhak mendapat trophy cantik dari NuBar Nulis Bareng Penerbit Rumedia. Siapakah mereka?

“Perjalanan hari ini kubuka dengan Bismillah, kuserahkan diriku kepada-Nya sang Pencipta. Resiko pekerjaan yang kugeluti sejak 10 tahun yang lalu ini begitu tinggi, hingga aku tak berani membuat temu janji. Aku dapat pergi, tapi belum tentu akan kembali. Lillahi ta’ala.”

Final Destination – Andi Vica

Selamat Andi Vica! Kegigihanmu belajar semua hal tentang penulisan, berbuah manis! Kisah yang tak biasa dan membuat mata berkaca-kaca, mengingat segala perjuangan dan pengorbanan selama melakoni peran di udara, berhasil meraih trophy terbaik pertama! Congrats !

“Kunikmati setiap detik dan menit dalam 18 jam perjalanan New York – Singapore kali ini. Semua awak pun tahu bahwa ini penerbangan terakhirku. Perlakuan istimewa tidak dapat kupungkiri, dari kebebasan memilih posisi kerja hingga memilih waktu istirahat. Hadiah kecil dan kartu ucapan manis yang ditandatangani semua crew yang bertugas termasuk para pilot menjadi kenangan tersendiri. Berbagai pengalaman, baik yang indah, sedih, menyakitkan, membahagiakan selama 12 tahun ini silih berganti mengisi pikiranku.”

Clipped My Wings – Reka Sungkar

Selamat Reka Sungkar! Kisah yang begitu menyentuh, dan membuat air mata luruh. Membaca naskahmu, membawa ingatan terbang melayang tentang sebuah pilihan dulu. Tulisan manis yang sarat dengan luahan jiwa, membuatnya layak mendapat trophy untuk naskah terbaik ke dua. Congrats !

Penasaran dengan kisah lainnya? Pemesanan masih terbuka, silahkan menghubungi para penulisnya. Pssttt! Event Para Pramugari II siap menerima kisah lainnya. Tertarik? Mari menulis bersama kami semua.

Love,
Rere dan Para Penulis Sang Pramugari

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: