THE POWER OF IGNORANCE

THE POWER OF IGNORANCE

“Lho, kok bantalnya cuma dibungkus satu? Satu lagi mana?”

Kalian gemes liat itu bedsheet kiri kanan beda? Makin gemes melihat bantal yang tak bersarung di atasnya? Toss! Kita sama.

Tapi itu dulu.

Setelah bertahun-tahun melihat mereka sengaja memasang bedsheet berbeda untuk menandakan entah apa, sang ibu OCD memutuskan buat, “Yawes … karepmu, lah!”

Semudah itu?

Eits! Kalian pikir mudah menjalani hari sebagai seorang OCD? Jangankan cuma bedsheet yang tak sewarna dan tersusun rapi, gantungan baju tak searah pun bisa bikin mood jungkir balik.

Tapi itu dulu.

Sekarang, semua ketidakteraturan ini kuanggap terapi. Biar tak terlalu membebani diri, dengan harus begitu dan begini. Lemari bajuku pun kubiarkan tumpang tindih, meski hasrat untuk membuat rapi masih sering menghantui.

Bedsheet kedua gadis kecil itu kubiarkan saja berbeda warna. Meski dua bantal yang tak bersarung tetap kubungkus juga, setelah ngomel dari Sabang sampai Merauke di pagi buta.

Hidup harus seimbang, bukan?

Secangkir kopi and the power of ignorance jadi penyelamat melewati detik demi detik ke depan. Aku masih ingin wajah tanpa keriput berlebihan, akibat otak yang terlalu diperas habis-habisan karena OCD yang kerap membutakan.

Kamu juga, kan? 😆

Love, Rere

2 thoughts on “THE POWER OF IGNORANCE

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: