THE FIRST TIME

Bersepeda, yang dulu begitu kuakrabi ketika di bangku sekolah, nyatanya menjadi sesuatu yang asing setelah beranjak dewasa.

Tangan gemetar, kaki keram, hingga berujung nyusruk di Pulau Ubin dengan luka di sepanjang paha dan lutut. Bahkan sempat mencium pohon, yang berdiri tegak tak bersalah, di pinggiran pantai East Coast. Payah!

Namun melihat teman-teman bersepeda keliling Singapura, rasanya ngiler juga. Akhirnya dua sepeda lipat bertengger manis di dalam mobil, yang sekarang lebih mirip gudang.

Penuh semangat, mulai mengayuh pedalnya pelan-pelan. Bertahan meski badan rasanya tak karuan. Pinggang, punggung, bokong, semua kesakitan. Daerah sepanjang East Coast menjadi sasaran. Sekaligus mengajarkan si bungsu bersepeda biar fun.

Hari ini pergi ke Ulu Sembawang nun jauh di sana pun dilakukan. Serunya lagi, harus bersepeda di jalanan. Meski tegang dan stress luar biasa, tetap mengayuh sambil ngos-ngosan.

There’s always the first time for everyone, kan?

Finally, bersepeda done, pergi ke jalan raya done. Tinggal menunggu keberanian melakukan perjalanan mengelilingi Singapura, yang masih butuh sejuta bekal dan kenekatan. Nantilah suatu hari … kalau nekat ini makin menjadi. 🤣

Love,
Rere

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: