HITAM PUTIH PEREMPUAN II

HITAM PUTIH PEREMPUAN II

Bukan mudah bagi saya untuk memilih. Apalagi ketika semua pilihan menghadirkan rasa yang berbeda, dari bahagia hingga perih.

Hitam Putih Perempuan Jilid II ini, sama seperti jilid I yang mengharu biru. Membaca semua kisah tentang perempuan, nyatanya membuat lidah saya kelu.

Ratih Prasodjo masih terpaku pada surat Tum, dalam hati berjanji memegang teguh amanat almarhumah. Ia melipat surat itu, menciumnya dengan takzim.Kenangan akan Tum membanjiri benaknya, menyisakan haru dan duka mendalam. Matanya basah. Selamat jalan, Tum.

Rahasia Dua Wanita, milik Maria Vela ini ternyata paling membuat saya berderai airmata. Membayangkan kesedihan sang tokoh yang harus menahan rindu, demi masa depan sang buah hati. Buah hati yang dikandungnya karena sebuah peristiwa pahit. Romansa kehidupan yang harus dilalui seorang perempuan bernama Tum.

Selamat, Mbak Maria Vela! Naskah yang manis, tak butuh banyak editing karena tersusun rapi nan klimis. Kisah yang akan membuat semua menangis, lalu mengucap syukur karena tak bernasib sekelam Tum.

Congrats!

Ingin menulis dan meraih piala untuk naskah terbaik seperti Mbak Maria Vela? Mari bergabung bersama saya dan teman-teman penulis lainnya, di Nubar RUMEDIA Area Luar Negeri, Sumatera, Jabar, dan Jatim.

There’s no right or wrong, just write!

Love, Rere

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: