Hair Cut DIY

Dulu … saya paling rajin pergi ke salon.

Luluran, creambath, meni pedi, gunting rambut bahkan hampir tiap bulan. Rambut saya memang cepat sekali panjang, dan saya bosenan. Gonta ganti model, warna, begitu saja.

Sejak memutuskan berhijab, dan tinggal di negara “mahal” ini, saya jadi malas masuk ke salon. Bayangkan saja, saya … (eh suami ding) pernah merogoh kocek hingga $400 hanya karena ingin melihat sang istri dirawat rambutnya. Ya, saya memang mengalami kerontokan parah setelah melahirkan si bungsu.

Empat jeti lebih buat treatment dan gunting rambut itu, sudah cukup membuat saya makjegagig, lalu kapok masuk salon di pusat perbelanjaan besar.

Pernah juga saya masuk salon biasa, yang sekali gunting rambut cuma butuh $10-$12 tergantung panjangnya rambut. Tapi, keesokan harinya, setelah keramas lalu tidak diblow, saya terlihat seperti Dora The Explorer ukuran XL. Bangbayik!

Setelah itu saya memutuskan untuk menggunting rambut sendiri. Termasuk rambut anak-anak, dan suami. Hanya saja sekarang mulai malas, dan memasrahkan urusan gunting rambut Rayyan pada sebuah salon Korea. Cepet, murah, saya juga tak perlu encok karena harus bongkok-bongkok. Sementara dua gadis sedang suka memanjangkan rambut dan menolak ke salon, karena takut saya memangkas habis rambut mereka.

Nah, apa saja yang harus disiapkan untuk proses DIY gunting rambut?

  1. Hair clipper. Sebenarnya saya membeli alat ini untuk mencukur rambut suami. Tapi untuk potongan pendek seperti pixie cut, alat ini sangat membantu menggunting bagian belakang. Saya memakai nomor 12mm biar tidak jadi botak. Pastikan alat sudah charged supaya tidak berhenti di tengah jalan, dan rambut jadi seperti terasering persawahan.
  2. Gunting. Pakailah gunting yang khusus untuk rambut, bukan gunting kain atau kertas. Investasi juga dengan membeli gunting zig zag khusus rambut. Fungsinya, untuk membuat potongan terlihat alami, enggak kaku seperti dicetak dengan sebuah mangkok bakso.
  3. Lokasi. Saya lebih suka mengeksekusi rambut di dalam toilet. Kenapa? Karena ada cermin besar di sana. Biasanya juga minta bantuan suami untuk memegang sebuah cermin berukuran sedang, agar saya bisa melihat bentuk bagian belakang. Kalau enggak juga bisa, asal pakai hair clipper dengan ukuran blade tertentu yang sudah dipasang. Jangan lupa untuk meletakkan beberapa lembar koran sebagai alas, biar lebih mudah membersihkan sisa guntingan.

Nah, sekarang bagaimana caranya?

  1. Belah rambut jadi tiga bagian. Bawah, tengah, atas hingga ke poni.
  2. Gunting bagian bawah dengan hair clipper ukuran terbesar. Selalu mulai dengan blade ukuran besar, ya. Biar tidak menyesal kalau terlanjur pitak sebagian.
  3. Kemudian lanjut bagian tengah. Pakai sisir saja, mengikuti panjang rambut yang sudah dicukur tadi. Tarik ke arah atas lalu gunting biar terbentuk layer.
  4. Ikat bagian atas hingga poni ke arah depan hidung, lalu gunting. Potongan akan langsung terbentuk menjadi bob nungging.
  5. Cek lagi dan betulkan dengan gunting zig zag, bagian-bagian yang tidak rata. Kemudian keramas, keringkan dengan hair dryer, lalu cek panjang pendek rambut. Biasanya bagian yang masih terlalu panjang akan kelihatan, hingga bisa diperbaiki lagi.

Voila! Gunting rambut DIY beres! Beruntung suami juga tidak melarang saya gunting rambut pendek, meski ia suka melihat sang istri dengan rambut panjang. Ia lebih kasihan melihat rambut saya yang rontok hingga bertebaran di mana-mana.

Satu saja tips dari saya. Gunting rambut hanya ketika mood sedang dalam keadaan bagus dan punya cukup waktu. Jika tidak, lebih baik datang ke salon saja. Daripada nanti nangis bombay melihat rambut pitak sana-sini, atau bak terasering di Panyaweuyan. Jangan juga berharap potongan rambut akan sesempurna hasil guntingan para kapster di salon, ya.

… but beauty lies in the imperfections.

Selamat mencoba!
Love, Rere

(Photo credit: hadviser.com)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: