TAKE A BREAK


TAKE A BREAK

Bunda! Are you okay? Guys! Come help!”

Begitu pekik putri saya yang sulung kemarin pagi, melihat sang bunda mendadak tak bisa berdiri.

Ya, sudah seminggu ini kondisi saya memang sedang tidak baik. Sakit pada perut, pinggang dan punggung sebelah kanan ini sangat menyiksa. Mencoba untuk menghindari rumah sakit di Phase Two Heightened Alert kali ini, menjadi alasan saya bertahan. Hanya minum obat penahan sakit yang bisa saya lakukan. Beruntung suami sedang bekerja dari rumah hingga bisa membantu mengurut badan si istri yang melemah.

Bagaimana ini semua terjadi? Semua kesalahan saya sendiri, yang menganggap bahwa tubuh ini sama kuat seperti ketika usia masih 20-an.

Dengan sombongnya saya mengangkat sebuah lemari buku yang beratnya minta ampun. Setelah itu rasa tidak nyaman saya alami di bagian groin sebelah kiri. Seperti ada rasa kesetrum ketika berjalan atau pada posisi tertentu.

Alarm itu saya acuhkan.

Kemudian saya sibuk mempersiapkan hantaran Lebaran untuk beberapa teman dan saudara. Duduk seharian mengerjakan jelly cake rupanya membuat tubuh semakin tak karuan. Selesai dengan belasan kotak, saya tak lagi bisa berdiri tanpa berpegangan. Kali ini sakit mulai datang di bagian kanan.

Alarm kedua tetap saya acuhkan.

Menjelang lebaran saya kembali sibuk memasak, untuk rumah dan beberapa bingkisan. Kembali seharian saya berdiri mengerjakan segala hal sendiri, dengan kondisi sakit yang makin menjadi. Sehari sebelum lebaran, saya masih mengantarkan semua bingkisan keliling Singapura bersama keluarga.

Rasa sakit yang terus menyerang tetap saya acuhkan, hingga bisa berkunjung ke rumah kerabat dan menerima tamu di hari raya. Sampai akhirnya kemarin pagi, saya benar-benar tak mampu berdiri lagi.

Panik, suami hampir memanggil ambulance untuk membawa saya ke rumah sakit. Waktu itu saya sedang sibuk membuat prakarya dari bahan clay. I know, saya memang tak tahu diri. Sudah tahu sakit, bukannya banyak berehat malah cari sibuk sendiri.

Saya bosan hanya bisa tiduran selama dua harian. Padahal banyak pekerjaan harus saya selesaikan. Tapi apa daya saya tak bisa berdiri atau duduk terlalu lama, karena beberapa pekerjaan mengharuskan begitu adanya.

Namun saya menyerah, dan pergi ke rumah sakit diantar seorang sahabat suami. Saya menolak diangkut ambulance seperti usul suami sebelumnya. Rasanya takut, malah nanti khawatir sendiri.

Tiba di rumah sakit saya segera menjalani tes urin yang hasilnya normal. Alhamdulillah. Hanya tekanan darah yang meninggi, akibat anxiety dan upaya menahan rasa sakit yang kadang membuat tubuh menggigil.

Diagnosa dokter ternyata saya mengalami lower back pain. Phew! Bayangan saya awalnya adalah HNP, hernia atau usus buntu. Alhamdulillah, saya tak perlu dirawat hari itu. Dalam lima hari saya akan diobservasi dengan beberapa jenis obat. Kalau sakitnya datang lagi, saya harus menemui seorang orthopedis.

Saya merasa frustasi, karena tidak mengira di usia 45 harus mulai bisa menahan diri. Tak lagi sok kuat dan berusaha melakukan semua hal sendiri. Saya juga harus berusaha bergerak lebih lambat, tidak gedubrakan seperti hari-hari kemarin. Tentu tidak lagi bisa petakilan seperti biasanya. My oh my. Saya ini bahkan jalan pun tak bisa pelan, Cinta! Bayangkan saja.

Hari ini kondisi saya mulai membaik, bisa berjalan tegak meski harus melangkah super pelan. Beberapa posisi membuat sakit pada bagian belakang itu datang lagi. Sigh.

Teman-teman perempuan, jaga diri kalian. Tak perlu menunggu semaput untuk paham bahwa tubuh butuh perhatian. Kita adalah prioritas utama, karena sakit itu sungguh tidak menyenangkan. Jangan segan untuk mengatakan pada suami dan anak-anak apapun yang kita rasakan. Mereka adalah support system terbesar yang kita miliki. Mereka harus tahu apapun yang sedang terjadi, serta harus saling menguatkan satu sama lain. Mereka juga harus saling membantu dan mampu mengambil alih semua pekerjaan sang ibu.

Saya adalah ibu dan istri yang sangat beruntung. Anak-anak dan suami begitu sigap memberikan bantuan sepenuh cinta, setiap kali kondisi saya menurun, dan tidak pernah menganggap saya lebay atau mengada-ada. I’m blessed.

Salam penuh cinta dan semoga semua selalu sehat jiwa raga.

Loosen up, Ladies. Sometimes giving ourselves a break, is the very thing we need.

Love, Rere

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.