LISTEN TO UNDERSTAND


LISTEN TO UNDERSTAND

OOPSSS!

Rayyan! How many times Bunda told you to crack the egg in a bowl? Can you be very careful and stop acting smart? The bowl is just there!”

Meledak amarah saya melihat sebutir telur pecah dan meluncur jatuh ke atas selembar karpet yang saya letakkan di dapur. Ini bukan kejadian pertama kali.

Minggu lalu saya pun harus mencuci karpet karena Rayyan juga menjatuhkan sebutir telur ke atasnya. Kejadian ini tidak saya lihat sendiri, karena waktu itu sedang pergi. Begitu sampai di rumah, saya sudah membaui sesuatu yang amis. Ini pasti ada sesuatu yang tidak manis. Benar saja, saya melihat karpet di dapur basah. Meski awalnya tidak mengaku, lewat tatapan tajam Emak Suzana, akhirnya ia mengaku juga.

Pagi ini, baru saja saya mengajaknya bicara sebelum berangkat sekolah. Saya meminta maaf sudah membentaknya tadi pagi karena marah luar biasa. Ia juga saya ajak berdiskusi tentang “jatuh ke lubang yang sama” dan bagaimana cara menghindarinya.

Nak, ibarat hidup. Jika di ujung jalanmu ada sebuah lubang, kemungkinan untuk terperosok ke dalamnya sangat besar. Mungkin saat itu, pandanganmu tertutup rerumputan. Namun selanjutnya, apakah akan merelakan diri terperosok hingga kedua kalinya? Jangan ya, Nak. Itu fungsinya Yang Kuasa menganugerahi kita dengan susunan otak yang luar biasa.

Putar arahmu, ambil jalan lain, atau tutup lubang itu dengan sesuatu yang bisa kau gunakan untuk melangkah maju. Be smart don’t act smart.

“I’m sorry, Bunda.”
“Is it so hard for you to get a bowl? Is it so difficult for you to memorize what I’ve been telling you? I’m telling you things because I’m older than you. I was you age, too. So I know how careless you can be. Do you understand?”
“Understand,
Bunda. I’m sorry. I won’t do it again. I promise.”

Belajar dari kesalahan, Nak. Lalu ingat untuk tidak mengulanginya lagi. Jangan menganggap diri terlalu pintar hingga mengabaikan sekitar. Bertindak dengan cerdas dan hati-hati, bukan merasa diri terlalu cerdas hingga menutup telinga dan mata sampai hati mati.

Love,
Rere

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.