Grounded For Life


Grounded For Life

Pergi dari satu negara ke negara lain. Mengunjungi satu kota ke kota lain. Begitulah kami di masa muda menghabiskan hari.

Berpindah tempat tidur dari satu hotel ke hotel lain. Menghabiskan waktu di udara hampir setiap hari. Menikmati hidup tanpa perlu banyak berpikir hingga dahi berkerut.

Ketika tiba masanya harus berhenti dan menjejakkan kaki di daratan lagi, kami pun melakukannya dengan sepenuh hati.

Meski segala kemewahan serta kesenangan, berganti menjadi teriakan yang tanpa henti. Bak sebuah kaset rusak yang terdengar berulang kali. Begitulah kini kehidupan kami.

Hilang sudah segala hal tentang diri dan keinginan sendiri. Semua berganti menjadi harapan juga impian indah demi masa depan cerah, bersama anak-anak dan suami.

Meski begitu kami tak pernah berdiam diri. Menjalani hari dengan melakukan apa saja demi aktualisasi diri. Menjadi home baker, home caterer, meski harus pontang-panting mengurusi segala hal di rumah, kami tak pernah mengeluh apalagi menunduk pasrah.

Hidup harus terus berjalan, bukan? Inilah petualangan kami setelah tak lagi menaklukkan langit yang luas. Dari pramugari jadi babugari. Hahaha! Always be happy, Girls!

Love, Rere

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.