💔


💔

Bunda, do you know that my teacher talked about broken heart a few days ago?”
“Okay, what is it about?”
“It’s about how we deal with it. I mean, why? What’s the importance of talking about broken heart? So funny.”
“Well, in my opinion it’s as important as the talks about sex. Let me tell you something …”


Sambil tertawa geli, si sulung pernah bertanya pada saya, apa pentingnya pembicaraan tentang patah hati yang diterimanya di sekolah. Usianya memang sudah menjelang 15 tahun, tapi tingkahnya seringkali masih kekanak-kanakan. Sehingga pembicaraan tentang asmara, masih nampak lucu bahkan memalukan di matanya.

Saya lalu bercerita padanya tentang rasa sakit karena patah hati. Tak melulu rasa sakit akibat ulah lawan jenis, tapi mungkin terjadi antara dua sahabat dekat, bahkan anggota keluarga. Rasa sakit yang terasa sangat pedih, ketika harapan sudah terlanjur membumbung tinggi, pada seseorang yang sangat dekat di hati.

Tanpa disadari, luka karena patah hati bisa berdampak buruk pada diri. Seorang yang tadinya cemerlang di sekolah, bisa terpuruk bahkan mungkin gagal karena menolak sumarah. Menolak kenyataan bahwa ia telah gagal mempertahankan hubungan, padahal hati sudah diberikan.

Itu sebabnya pembicaraan tentang patah hati menjadi penting, Nak. Bagaimana hati mempersiapkan diri untuk disakiti. Rasa sakit itulah, yang membuat seseorang berdiri tegak menghadapi hari. Rasa yang tidak perlu ditolak kehadirannya, hanya butuh dinikmati. Menikmati sakit untuk tahu bagaimana mengatakan pada diri sendiri, “I respect me. I respect my feeling and I will deal with it myself.”

Ada banyak hal di dunia ini yang masih terbuka untuk kita pelajari. Tak ada satu jalan pun yang tak berkerikil atau berkelok. Pilihanmu hanya berhenti atau terus. Jika berhenti maka hidupmu berakhir di sini, jika terus, meski sakit, hidupmu akan terus maju.

***

Untukmu Young Girl, life must go on. Jika ia menghilang pergi, biarkan saja. Tak perlu lama meratap dan berharap. Raih semua cita, maju demi masa depan. Cinta milikmu akan datang pada saat yang menurut-Nya tepat, meski mungkin bukan tepat di mata manusia biasa.

Untukmu Mommy … saya memahami. Bahwa ketika anak-anak kita tersakiti, hasrat hati untuk melempar sebuah batu ulekan bekas mengulek sambel belacan, begitu membara. Saya paham rasanya. Tapi putrimu butuh ibu yang kuat dan bijaksana, bukan penuh angkara. Peluk saja ia dan katakan betapa dirimu mencintainya. Soal asmara akan datang pada saatnya. Menangislah sebentar, lalu bangkit dengan senyum mengembang. Hidup ini terlalu berharga hanya untuk memikirkan mereka yang telah menyakiti. Have a self respect and dignity, especially for your daughter. Dia yang pergi, biarkan saja tak perlu menahan atau memintanya kembali. Percayalah, ia tak cukup berharga untuk dipertahankan.

Untukmu sang Lelaki, tak semua orang paham apa maksud di hati. Berani memulai harus berani mengakhiri. Jangan berpikir segan, demi menghindari konflik dan air mata. Air mata pasti kering, namun hati yang bertanya-tanya akan meninggalkan lubang menganga. Berani mengambil hati, harus berani menjaganya agar tak pecah berkeping. Bertanggung jawablah sebagai lelaki yang menghargai kaum perempuan, karena kelak kau akan punya anak-anak perempuan. Mereka yang mungkin akan menangis di pangkuan, ketika sang kekasih pergi meninggalkan.

***

Wahai gadis muda, para perempuan. Tahanlah hasrat untuk terlalu berharap, kecuali siap dengan hati yang mungkin patah. Be strong, bangun dari tidurmu lalu melangkah maju. Hingga kelak bisa kau ajarkan putra putrimu, bagaimana menyikapi rasa sakit itu. Bagaimana ia dihadapi, bukan dihindari.

Stop seeking for happiness, in the heart of others. Happy International Women’s Day!

Love,
Rere

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.