Bukit Timah Summit – Singapore Out & About

Bukit Timah Summit – Singapore Out & About

Sudah menjelang siang hari itu, ketika saya dan seorang sahabat menaiki Bukit Timah Nature Reserve. Terletak di tengah kota Singapura, daerah ini merupakan hutan lindung luas yang tersisa di negara ini. Hingga ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Asean. Nama Bukit Timah di daerah perbukitan yang tertinggi itu, konon diambil dari tambang granite atau timah yang dulu terletak di sana. (Wikipedia)

Perjalanan saya dimulai dari tempat saya memarkir kendaraan untuk mencapai The Summit, bukit tertinggi di Singapura dengan ketinggian mencapai 163.63m.

Terengah-engah saya mendaki jalanan yang begitu tinggi, lalu berlanjut dengan banyak anak tangga untuk menuju ke atas. Seperti kehabisan nafas rasanya, dan pandangan saya sedikit berkunang-kunang.

Anak tangga menuju The Summit

Setelah beberapa saat, akhirnya saya tiba tepat di bukit tertinggi negara ini. Lihat lah betapa lelahnya saya. Hahaha!

Belum habis lelah setelah mendaki, perjalanan rupanya terus berlanjut. Kami harus menyusuri jalan menurun yang sangat landai menuju sebuah tempat. Ini lah tempat dimana dulu sebuah tambang timah di masa perang dunia II berada.

Siapa menyangka, tempat seindah ini dulunya adalah sebuah tambang granite atau timah di masa perang. Pemandangannya benar-benar breathtaking dan sekilas tampak seperti berada di belahan dunia lain.

Perjalanan kami berlanjut dengan mengitari jalan setapak yang lain. Lihat lah betapa lelahnya saya di foto ini. Setelah sekian lama tidak pernah melakukan perjalanan ekstrim, bahkan sempat berhenti olahraga, track hari itu betul-betul membuat saya seperti mau pingsan.

Ijah lelah ….

Kemudian kami menyusuri sebuah tangga yang menjadi objek foto saya selanjutnya.

Hello, World!

Puas mengitari Bukit Timah, kami pun pindah ke spot menarik lainnya yaitu Chinese Garden di daerah Jurong East. Dibangun pada 1975, saat ini pemerintah sedang melakukan peremajaan. Hingga lokasi menuju ke taman itu pun ditutup untuk sementara waktu. Jadi, saya hanya bisa memandang dari kejauhan saja.

White rainbow bridge, sayangnya untuk sementara waktu ditutup.

Tangga cantik ini adalah penghubung antara Chinese Garden dan Japanese Garden. Sayangnya untuk sementara waktu tidak bisa dilewati karena sedang ada renovasi.

Perjalanan kami berakhir di sebuah Cafe berlabel halal, dengan design cantik bernama Fusion Spoon. Dua buah kelapa segar dan seloyang pizza hangat menjadi pengisi perut kami yang mulai keroncongan.

Begitu lah perjalanan saya dua hari yang lalu dari Bukit Merah hingga ke Jurong East. Ikuti trip saya yang lain, menyusuri sudut-sudut menarik di negara ini.

Photo courtesy of Liza Ariando.

Love, Rere

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: