Pisang Tanda Sayang


Pisang Tanda Sayang

Hmm … back to school berarti kembali klutekan di dapur nyiapin bekal para krucils sekolah.

Capek, kah, saya? Enggak, tuh.

Saya justru menikmati harus bangun lebih pagi demi membuat makanan kecil yang akan mereka bawa pergi. Saya juga menikmati setiap proses ketika memikirkan bentuk, dan jenis snack untuk anak-anak. Bener, lho. Suwertekewerkewer!

Meskipun tidak melulu fancy, karena saya cuma membuat apa saja yang saya punya di lemari es. Bahan dasarnya, ya … biasanya paling roti. Tinggal mikir mau diisi apa atau dibentuk seperti apa supaya nampak cantik dan menarik.

Padahal mending ngasih duit jajan kan, ya? Gampang, enggak ribet.

Hmm … Dua anak sekolah menengah sih, tetap saya kasih “sangu” $20 untuk seminggu. Sementara Rayyan, hanya boleh jajan di kantin sekolah setiap hari Rabu, sesuai jadwal ekskul. Walaupun saya membekali LL dengan duit jajan, saya tetap membuatkan mereka makanan kecil, lho.

Saya hanya ingin, kelak mereka mengingat semua sentuhan cinta yang saya ungkapkan tak melulu lewat kata. Meski hanya sebuah kotak makan berisi cemilan sederhana, saya ingin mereka merasakan kehadiran saya, di mana pun mereka berada.

Pagi ini, cinta itu terwakili lewat bentuk KW dari pisang molen. Pisang kepok berbalut kulit pastry sebagai tanda cinta, yang beratnya lebih dari segepok. Semoga hari ini saya dapet cipok. 💋

Cihuy!

Love, Rere.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.