PAPA


PAPA

“Nanti pas penjurusan pilih saja kelas bahasa, Nak. Terus kuliah di Sastra Inggris UGM, lewat jalur PMDK. Papa lihat minat dan kemampuanmu ada di sana. Papa yakin kamu pasti bisa.”

Papa … canggih, kan?

Baru saja sang putri kecil menginjak bangku kelas 1 SMA, ia sudah begitu memandang jauh ke depan. Benar-benar seorang visioner.

Ia yang selalu mengajariku untuk memiliki keingintahuan akan banyak hal. Memperluas pergaulan, meski sang putri kecil sangat pemalu, dan tidak punya kepercayaan diri sama sekali. Papa tidak peduli. Baginya lebih baik mencoba meski gagal, daripada tidak berusaha sama sekali.

Disuruhnya aku belajar ini itu, dan ikut berbagai komunitas, meski hanya duduk di barisan paling belakang sambil menunduk kaku. Diajarinya aku banyak hal, dan diperkenalkannya pada dunia melalui tayangan berita dan surat kabar.

Papa memang ajaib. Di saat orang tua lain tak menginginkan anak-anak mereka memilih jurusan bahasa di SMA, karena dianggap kelas terbuang, ia justru sebaliknya. Kemampuan sang putri terhadap mata pelajaran bahasa asing, membuat visinya ke depan menjadi jelas. Ia tahu sang putri memang tidak berminat pada mata pelajaran lain. Hebatnya … ia tidak memaksakan kehendaknya sendiri.

Dengan penuh senyum, hari itu kusodorkan sebuah surat berisi diterimanya aku melalui jalur prestasi untuk menjadi mahasiswa di kampus impiannya. Meski akhirnya ia justru jatuh sakit karena khawatir ditinggalkan sang putri jauh ke kota lain, aku tahu ia bangga padaku.

Ia tak tahu betapa bangga aku memanggilnya PAPA. Toga yang kudapat 4 tahun setelah hari itu, kupersembahkan hanya untuknya. Sang visioner yang tidak pernah memaksa, namun selalu penuh dengan semangat dan harapan. Ia tak pernah lelah mendukung hingga membuatku yakin akan berbagai pilihan dalam hidup.

Universitas Gadjah Mada yang sudah 71 tahun berdiri tegak, akan selalu menjadi pengingat. Bahwa tugas orang tua bukan memaksakan kehendak namun harus mengarahkan.

Terima kasih, Pa. What would I do without your full encouragement. Things that built my self esteem grow bigger and bigger. Things that made me who I am now.

Dirgahayu ke-71 UGM tercinta. Semoga selalu jaya dan tetap menjadi pilihan utama.

Love, Rere

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.