TUMBANG


TUMBANG

“Astagfirullah!”

Begitu pekik saya di hari Kamis siang itu, setelah mengunyah sepotong prata yang dibuat si sulung.

Kunyahan pertama tiba-tiba saja membuat bagian wajah sebelah kiri saya kaku hingga tak lagi bisa mengunyah dengan baik. Saya merasa syaraf di bagian itu seperti putus, kulit menebal, dan pipi saya terasa membengkak, hingga tak lagi bisa membuka mulut dengan leluasa.

Kepanikan segera menyerang apalagi ketika menatap pantulan wajah di cermin. Tak seperti biasanya yang kerap berlaku santai, saya seketika panik. Seluruh tubuh seperti kaku, tangan gemetar, jantung berdegup kencang.

Ketiga anak saya pun ikut panik melihat ibunya terpekik di depan cermin sambil menangis. Ya, saya yang kuat bak besi baja ini, hari itu menangis terisak di hadapan mereka.

Saya bukan sedih karena kesakitan atau takut melihat wajah yang bentuknya jadi tak karuan. Bayangan di kepala saya sudah macam-macam. Bell’s palsy, stroke, hingga membayangkan apa yang akan terjadi pada anak-anak kalau ternyata saya tak mampu lagi berfungsi sebagai seorang ibu. Dalam keadaan panik, saya sedikit bersyukur, untuuung saja saya sudah selesai mengurus pembelian buku dan seragam sekolah semua anak pagi itu.

Setelah mandi dalam keadaan gemetar, saya bergegas menghubungi suami yang menyarankan untuk pergi ke rumah sakit. Ia melarang saya membawa kendaraan sendiri, dan dengan perasaan tak karuan saya mengajak putri sulung pergi.

Sesampainya di unit A&E, saya segera ditangani. Dokter yang berjaga hari itu segera memanggil seorang spesialis ENT karena curiga saya menderita kelainan tiroid.

Ingat status tentang mata saya yang disangka dokter berhubungan dengan tiroid? Nah, hari itu lah akhirnya saya dirujuk untuk opname karena dokter khawatir bengkak yang saya alami akan semakin parah jika tak ditangani dengan cepat.

Selanjutnya saya melakukan serangkaian tes mulai dari CT Scan hingga tes darah. Hari itu untuk pertama kalinya, tekanan darah saya naik tinggi hingga ke 174/100. Padahal biasanya tensi saya hanya di angka 100/70 atau di bawah itu.

Hari itu saya baru paham bagaimana bentuk anxiety. Ya, saya terkena anxiety attack yang berakibat tekanan darah saya naik. Tubuh saya juga sedikit limbung dan sempoyongan, mungkin juga karena dari pagi belum sempat makan. Rasanya trauma membuka mulut mengingat wajah yang tiba-tiba membengkak setelah mencoba mengunyah prata.

Setelah mengurus ruangan dan menunggu kedatangan suami, saya segera dimasukkan ke kamar dan menerima infus pertama. Diagnosa dokter, berdasarkan rekaman ct scan, saya terkena Salivary Gland Infection. Infeksi kelenjar ludah.

Penyebabnya adalah virus. Meski dokter juga tak dapat memastikan bagaimana saya bisa terkena virus ini. Beruntung infeksi ini belum dimasuki puss atau nanah. Jika itu yang terjadi maka saya harus menjalani operasi. Ngeri, membayangkan sayatan yang bisa saja saya lalui. Alhamdulillah. Saya cepat mendapat pertolongan dari yang ahli.

Infus antibiotik dan glucose pun saya dapatkan sejak Kamis. Bengkak di wajah saya memang tidak sakit, namun begitu saya coba untuk mengunyah makanan yang sedikit keras, rasanya membuat meringis hingga saya menangis. Sakitnya begitu membuat frustasi karena ngilu dan aneh sekali.

Lambat namun pasti, bengkak di wajah pun mulai kempes. Hingga sore hari ini saya bisa pulang ke rumah lagi. Pesan dokter hanya agar saya menghabiskan antibiotik dan mengubah kebiasaan buruk kurang minum air putih.

Satu hal yang membuat hati saya pedih melebihi rasa perih di wajah hari itu adalah, berkaca-kacanya mata indah Lara, si sulung. Ia mengira saya sakit akibat food poisoning dari prata yang ia buat untuk saya di pagi hari Kamis itu.

“I was shocked and also panicked, Bunda. I got goosebumps, thinking that I might poison you from the prata I made in the morning. I was just trying to be nice, but end up with my mother being hospitalized.”

Oalah, Nak.

Thank you for all your kind well wishes, teman-teman. Stay healthy and always happy, karena meski sekuat baja bisa tumbang juga.

Love Life, Rere.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.