N G A M U K


N G A M U K

Well, setelah marah kemarin, lantas apa yang saya kerjakan untuk meredamnya?

Gampang.

Saya membeli es krim kegemaran, yang biasanya saya tahan untuk membeli karena harganya yang bagi saya mahal. Biasanya saya berpikir, “sayang, ah. Mending buat beli fresh milk anak-anak.” Hari itu, saya memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan.

Kemudian, saya meninggalkan anak-anak di sebuah restoran fast food sebagai treat untuk mereka. Saya jarang sekali membawa anak-anak jajan di luar dan lebih suka memasakkan hidangan kegemaran mereka di rumah. Selagi meninggalkan mereka menikmati “jajan mevvahnya”, saya melangkah masuk ke sebuah gerai baju.

Sudah beberapa hari saya eyeing sehelai cardigan bermotif lucu. Tadinya saya hanya menghela nafas panjang melihat deretan angka di sana. Biasanya lagi-lagi saya berpikir, sayang, ah. Mending buat beli groceries.

Hari itu, saya memasukkan cardigan cantik itu dalam keranjang belanjaan. Sambil terus menikmati pemandangan baju-baju cantik di sekitarnya.

“Oh well, I’ll take this, too. Ah this one too, lah.”

Saya bertekad akan menghadiahi diri sendiri dengan sejumlah angka hari itu. Asikkkk! Baju baru!

“Wow! You went shopping, Bunda?”
“Yep. It’s a reward that I deserve, right?”
“I give you my salary later,
Bunda. So you can buy whatever you want.”
“Okay,
Rayyan. I’ll keep that in mind. Make sure you keep your promise.”

Kemudian kami pun mulai tertawa bahagia lagi.

Tentu saja ini bukan satu-satunya cara saya meluapkan amarah. Jika setiap kali marah saya belanja, mungkin tak akan ada beras dan makanan di rumah jadinya.

Kadang saya melampiaskannya dengan ngamuk dan mengubah interior rumah. Bak Supergirl setengah tua, saya mampu memindahkan sebuah tempat tidur berukuran besar dan berat … sendirian. Kemudian memanjat apapun untuk membereskan gudang. Setelah itu semua penghuni akan dengan terpaksa ikut membereskan rumah dan kamar masing-masing, sambil bersungut-sungut kesal.

Saya … tinggal berkacak pinggang dan memerintah ini itu bak seorang mandor bangunan.

Sweet revenge, ain’t it? *smirk*

Be happy, Moms.
Supaya tak ada lubang dalam hatimu, untuk membuat orang lain tidak bahagia sepertimu hari itu.

Happy Moms, Happy Homes, kan? *winks*

Love Life,
Rere

Photo Credit: Suryatmaning Hany

SuperBunda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.