S T R E N G T H


S T R E N G T H

Lihat deh tanaman kecil ini. Ia tumbuh liar di dalam pot keramik cantik, berisi sebuah pohon bonsai mungil yang bunganya berwarna merah dan konon rasanya manis. Ketika kecil saya suka sekali menghisap bunganya dan beranggapan bahwa ia berisi madu.

Tanaman kecil ini tiba-tiba saja tumbuh di sana tanpa saya sadari. Mungkin akar kecilnya terbawa dalam tanah yang dipakai untuk membonsai si bunga madu atau Red Ixora nama cantiknya.

Saya baru menyadari ternyata sempat lupa menyirami hingga 2 hari. Saya memang lalai kemarin, hingga sang tanaman kecil pun kering dan merunduk layu. Sedih hati melihatnya. Saya lalu membawanya ke dapur dan tetap menyiraminya seperti biasa.

“Tumbuh lagi ya kamu si kecil. Jangan menyerah,” begitu bisik saya padanya. Sambil berharap ia akan kembali berdiri tegak dan menunjukkan cantiknya.

Kemudian setelah meletakkannya di tempat biasa, saya coba mengawasi sambil berharap cemas. Saya takut ia malah terkulai lemas dan mati karena merana. Ternyata, ia kembali tegak berdiri dengan warna hijaunya yang justru semakin cemerlang! Saya merasa ia sedang tersenyum seraya berkata, “I will survive.”

Lalu saya merenung tentang kehidupan, sambil memperhatikan setiap lembar daun yang menempel di batang kecil yang kurus itu. Inilah hidup. Rapuh, kadang jatuh, kadang harus tegak berdiri walau hanya bersandar pada dahan yang nampak lemah tak berdaya.

Betapa hidup ini bak sebuah episode drama. Bagaimana jalan ceritanya, semua kehendak sang sutradara. Pengatur segala lakon kehidupan di dunia. Jika Ia ingin membalik semua kesenangan menjadi ujian, be it. Pun begitu sebaliknya. Sang pemain hanya bisa mengikuti apa mauNya.

Pasrah, itu saja yang bisa kita lakukan. Berserah atas semua garis yang ditentukan Sang Pencipta. Pasrah dan menerima dengan ikhlas semua suratan. Namun pasrah tetap harus dengan usaha keras, karena Ia tidak akan mengubah nasib umatNya yang tidak mau berusaha hingga ke titik penghabisan.

Untukmu yang sedang dirundung duka karena drama kehidupan, bertahan lah. Sebagaimana tanaman kecil ini berusaha untuk tetap hidup walaupun sempat tertunduk lesu. Jika harus merunduk karena layu terima saja, namun jadikan itu sumber kekuatan. Yakin lah, sang Pemilik kehidupan tidak akan melupakan umatNya yang kuat dan memilih untuk tetap tegak bertahan menghadapi badai kehidupan. Pertolongan pasti akan datang di waktu yang tepat … menurutNya. Percayalah.

Terima kasih wahai tanaman kecil, untuk kekuatan dan pelajaran hidup yang kau tunjukkan padaku pagi ini.

What doesn’t kill you make you stronger. (Kelly Clarkson)

Love, Rere

(Secangkir Kopi Hangat Emak)

3 thoughts on “S T R E N G T H

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.