There’s Always The First Time


There’s Always The First Time

Saya pernah berpikir punya tangan yang enggak dingin. Karena semua tanaman yang saya pegang pasti mati. Lantas, setelah beberapa pot tanaman berusaha saya limpahi dengan kasih sayang namun tetap mati, apakah saya berhenti?

Meski harus sedikit bertegang urat dengan suami, saya yang sangat mencintai tumbuhan hidup, berusaha mencoba lagi. Berbekal tanya sana sini dan menimba ilmu melalui banyak tutorial di internet, akhirnya saya berhasil.

Hingga hari ini sudah ada setidaknya 5 pot tumbuhan mungil yang saya tanam sendiri dari mulai berbentuk biji dan batang. Yay! Akhirnya untuk pertama kalinya tangan saya ternyata tidak kurang dingin.

Saya pun pernah berpikir dimusuhi oven dan ulenan roti. Karena beberapa kali mencoba membuat cake cantik seperti yang selalu saya lihat di televisi, berhasil akhir jauh sekali. Expectation vs reality yang bikin nyengir.

Roti, ahhhh … ribet sekali! Harus nguleni, harus tunggu mengembang lagi, susah Cint! Sampai ibu saya membawakan mesin pembuat roti yang juga hanya teronggok manis di tepi. Saya mending masak untuk 100 orang saja, sih.

Sampai semalam, seorang sahabat memberi saya sebuah resep yang simple dan anti ribet. Penuh keengganan saya beranjak ke dapur dan mulai mempersiapkan semua bahan. Ya, saya sudah punya semua, hanya kekurangan semangat akibat terlalu malas dan takut bayangan. Jangan-jangan nanti roti saya bantat.

Penuh kesungguhan saya ikuti setiap langkah yang biasanya dengan seenaknya saya modifikasi sesuai keinginan sendiri. Ya ya, saya memang sering sok tahu padahal kurang ilmu. Hiks!

Well, there’s always the first time to everything. Roti yang saya buat perdana semalam, akhirnya mengembang dengan cantik dan indah. Menurut para pemakan segala di rumah, rasanya luar biasa.

Aaahhh … senyum saya pun mengembang sumringah. Ternyata saya tidak lagi dimusuhi oven di rumah. Patah sudah stigma negatif tentang ketidakmampuan diri. Ketakutan nyatanya membuat saya membatasi setiap gerak dan langkah. Takut gagal, yang sejatinya adalah sebuah tanda baik tentang percobaan dan bertambahnya pengetahuan.

Jadi, masih takut melangkah dan mencoba? Tenang … saya temani yuk, sambil makan garlic bread buatan perdana dan minum secangkir kopi hangat.

“Hey! There’s always the first time … semangat!”

Love, Rere.

2 thoughts on “There’s Always The First Time

  1. Hiks. Saya banget ini. 😅
    Belum pernah sukses menanam.
    Belum pernah sukses memunculkan white ring donat. Walau sudah dicoba berkali-kali. 🙈 Nyaris menyerah, tapi tak rela, masih penasaran ngedonat, hahahha.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.