Dirawat VS Diedit


Dirawat VS Diedit

“Cantik banget siiiihh kamu!”
“Hahaha! Editan itu. Filter maksimal, Cint.”
“Ah, gak diedit juga udah cantik.”
“Kata siapa? Cantik itu kudu dirawat Cint. Perawatan mahal jadi … edit aja. Gratis dan bikin bahagia!”

Hahaha!

Ini adalah kalimat yang biasa saya ucapkan ketika menerima pujian dari beberapa sahabat setelah mengunggah hasil swafoto di media sosial.

Ya, saya memang kadang menggunakan aplikasi untuk mendapat hasil foto yang bagus. Paling tidak membuat saya bahagia. Walaupun saya berusaha untuk tidak terlihat terlalu mulus dan flawless. Nanti yang bertemu langsung dengan saya bisa makjegagig kaget, karena ternyata aslinya tidak seindah tampilan di layar gawai.

Berbicara soal perawatan, siapa sih yang tidak ingin merawat tubuh dan kulitnya secara paripurna? Tahukah kalian semua, betapa kami para perempuan ini sebenarnya khawatir? Semakin menua, kulit kami tidak menjadi semakin mulus dan glowy. Semakin bertambah usia, yang tadinya kencang menjadi serba melorot. Mata yang tadinya berbinar indah, menjadi berkantung tebal dan kehilangan sinar.

Belum lagi bertambahnya babat dan timbunan lemak di banyak tempat. Padahal kami sudah berusaha menjaga pola makan dan menghindari beberapa jenis makanan. Tetap saja kami tidak bisa selangsing Sophia Latjuba dan secantik Putri Marino. Mereka sih rasanya tidak perlu repot melakukan diet ketat atau perawatan maksimal, bahkan rasanya mereka tidak pernah menggunakan aplikasi untuk mempercantik tampilan.

Uhari pernikahan saja pipi mereka tidak diteploki bedak dan shading setebal 2 mm kok. Coba kalau kita yang tidak full make up di hari pernikahan. Sudah pasti tampilan kita akan seperti orang yang baru bangun tidur. Bengkak dan kusam.

Perawatan yang saya lakukan di rumah juga terbilang lengkap. Tentu saja, bila mengingat mahalnya melakukan perawatan ke salon kecantikan di negara ini. Awalnya saya berpikir, daripada ke salon mendingan saya rawat sendiri di rumah. Karena jika dihitung akan jauh lebih murah dan hemat.

Bagaimana dengan suami saya? Apakah ia mendukung cara saya melakukan perawatan ini? Ya tentu saja jika ingin melihat saya tampil mendekati seperti 15 tahun yang lalu ketika ia pertama kali terpana melihat saya. Eeeaaaaaa!

Para suami tentu saja harus memberikan dukungan penuh jika menghendaki sang istri tampil menawan bak polesan aplikasi peluntur kekusaman. Jangan hanya menuntut kami ini bekerja di rumah seperti kuli dengan tampilan wajib bak gadis muda kinyis-kinyis, yang bahkan menyalakan kompor saja masih meringis.

Namun sebagai perempuan yang sudah menjadi ibu juga harus paham, bahwa ada banyak hal yang butuh perhatian lebih sekarang. Skala prioritas hidup harus sedikit diatur walau tidak melupakan kebutuhan pribadi.

Lihat kan regime perawatan muka saya? Semua ini tidak berharga murah memang. Tapi saya membelinya dari menyisihkan uang jatah jajan saya sendiri. Ya, saya menghadiahi diri sendiri uang jajan setiap bulan yang bisa dengan bebas saya pergunakan.

Nah, daripada saya menghabiskannya untuk nongkrong cantik atau arisan di resto mewah, saya menyisihkannya untuk membeli beberapa alat perawatan kulit dan wajah. Semacam investasi kecantikan.

Lantas, dipakai tidak? Yaaaaa kebanyakan sih setelah berakhirnya uforia, mereka akan teronggok di sudut lemari kaca. Lantas butuh suntikan semangat untuk menggunakannya kembali. Saya sih masih pakai kok sesekali. Sayang juga sudah mahal-mahal dibeli.

Segitu amat ya perawatannya? Sementara kebanyakan dari kita merasa, “Ah sudahlah. Begini juga sudah laku dan beranak pinak.” Betul tidaakkk? Padahal pikiran seperti itu yang sebenarnya lambat laun akan membuat kita makin malas merawat tubuh hingga kehilangan rasa cinta pada diri sendiri.

Saya sih juga seringnya malas melakukan perawatan sendiri. Namun biasanya dengan beberapa sahabat kami saling menyuntikkan semangat untuk rajin merawat diri. Kadang juga janjian menyeberang pulau untuk pergi ke salon kecantikan dengan harga yang jauh lebih murah daripada di sini.

Jadi, perlu kah kita merawat diri hingga tak lagi butuh sekedar mengedit dengan aplikasi? Jika dengan aplikasi saja kita sudah bahagia, ya lakukan saja. Bebas. Yang penting mencintai dan menyayangi diri sendiri itu juga wajib.

Eyow para suami, bantu istri-istrimu di rumah. Jika tidak menghendaki mereka menghabiskan uang untuk melakukan perawatan, setidaknya berikan dukungan secara verbal bukan melulu perundungan.

“Gendut amat sih, Ma?”
“Kusem amat tu muka, Bun!”
“Lihat deh ini Yuni Shara umur 50 tahun masih kinclong enggak kayak kamu, Mi!”

Oy! Percayalah, ini semua dilakukan para perempuan untuk membahagiakan anda semua. Jadi berikan dukungan, modali istrimu untuk sesekali pergi ke salon kecantikan, dan berikan waktu untuk menghibur diri sejenak dari rutinitas harian. Above all, watch your words! Karena tajamnya bisa menusuk lebih daripada pedang.

Trust me, being a woman is never easy. We have to think like a man, work like a horse, and look like a young girl.

Love, R

#WCR #TantanganMenulis #RumahMediaGrup #Rereynilda #SecangkirKopiHangatEmak

2 thoughts on “Dirawat VS Diedit

  1. Aaaahhhh… lengkap banget alat tempurnya.. 😍😍😍

    Ah, baiklah.. aq akan meniru mbakyu q yg baik hati ini, menyisihkan uang kembalian beli diapers buat ngumpulin alat tempur biar cantik terawat layaknya beliau.

    Ah, emak² like me.. jajannya nggak jauh² dari diapers.. hihiy. 🤣🤣

    Liked by 1 person

    • Hahahaha!!!! Sama kitaaaa. Akhirnya sengaja nyisihin duit jajan buat perawatan. Yaaaa semales²nya kan yg penting udh punya. Tinggal numbuhin semangat biar gak kelamaan malesnya. Semangat Kakakk!

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.