S U S A H


S U S A H

Waktu masih bekerja sebagai awak kabin dulu, saya berbagi kamar dengan teman sejawat yang bukan sebangsa. Namanya Salwa, berkebangsaan Maroko.

Bagaimana cara saya beradaptasi? Mudah? Absolutely not. Sama sekali tidak. Susah!

Salwa adalah jenis perempuan yang lumayan sulit. Sulit berbagi, sulit untuk dipahami, dan sulit untuk memahami orang lain. Saya juga tidak berusaha mengulik latar belakang kehidupannya yang mungkin menjadi salah satu sumber perilakunya.

Sebenarnya ia baik, paling tidak untuk saya. Hanya saja karakternya memang ajaib dalam beberapa hal. Misalnya, ia melarang saya untuk mengganggunya ketika tidur. Bahkan derit pintu yang terbuka pun bisa membuatnya marah dan ngomel seharian. Tapiiiiii, ia dengan cueknya akan memutar kaset lagu Arab kesukaannya dengan keras tanpa peduli bahwa saya sedang melakukan ibadah.

Ia melarang kami, teman seapartemennya yang semua WNI, untuk membuka pintu dapur ketika sedang memasak. Bau, katanya. Padahal kalau dia sibuk di dapur, kami tidak keberatan dan tidak ada yang protes dengan bau masakannya. Hahaha!

Ia juga kerap bercerita tentang bagaimana teman sekamarnya dulu selalu bergosip dan menceritakan hal buruk tentang dirinya. Padahal saya juga tidak kenal dengan si mantan teman.

Banyak lagi suka duka saya lalui selama tinggal di asrama khusus untuk awak kabin itu bersama Salwa. Namun pelajaran apa yang bisa saya petik darinya?

Jangan jadi orang yang susah dan nyusahin orang.
Jangan jadi orang yang ribet dan ngeribetin orang.
Jangan jadi orang yang terlalu mikirin apa kata orang, karena bisa jadi orang itu sebenarnya sama sekali tak punya waktu untuk memikirkan segala polah kita.

Jangan terlalu repot memikirkan semua hal yang bukan urusan kita. Sibuk saja sama perbaikan pribadi biar banyak disayangi.

Untuk para ibu, fokus saja dengan bagaimana mengarahkan karakter anak sebagai bekal hidupnya kelak ketika harus tinggal berjauhan dengan kita. Sehingga mereka kelak tidak perlu tumbuh menjadi manusia yang susah bin sulit seperti mantan teman kamar saya.

Untuk para bapak, sibuk saja membangun bonding dengan anak-anak di rumah, agar mereka tidak kekurangan kasih sayang dan melampiaskan kekosongan hatinya di luar.

Be kind, be true to yourself, and be genuine.

Love, R

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.