Glenn


Glenn

Saya menonton konsernya pertama kali di Esplanade ketika sedang mengandung si bungsu.

Anyep sih karena nonton sendiri dan hanya bisa heboh sendiri. Walaupun di deretan kursi saya ada beberapa nama pesohor negeri. Marini Zumarnis, Syahrini, dan beberapa sosialita yang beritanya kerap mondar mandir di jagat hiburan tanah air.

Kali ke-dua saya bertemu dengannya di sebuah Mal Jakarta, ia berdiri di depan saya ketika sedang naik eskalator. Menyesal saya tidak menyapa dan berfoto dengannya. Saya takut dengan bayangan artis pasti songong.

Saya mengenalnya dari layar kaca sewaktu ia bergabung dengan Funk Section. Lagu-lagunya juga mengiringi masa ABG saya yang lengkap dengan cerita tentang patah hati dan putus cinta. Rasanya dulu saya heran kenapa ia seperti tahu jalan hidup saya.

Mendengar kepulangannya tepat di hari ulang tahun kemarin, membuat saya jadi ikut galau dan patah hati. Kami hampir seusia, dan lelaki bersuara bak Tevin Campbell itu pun kini telah tiada.

Saya tidak akan memberikan tribute berupa lagu sedihnya yang bejibun. Saya percaya ia pergi dengan cinta. So long, Bung. Lagu-lagumu tetap akan abadi hingga kapanpun.

Love,
Reyn

A Tribute to Glenn Fredly

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.