Coba Baru Bisa


Coba Baru Bisa

Teman-teman dulu sering enggak diusir dari dapur sama Ibu-ibunya? Saya sering. Mama dulu tidak suka diganggu ketika sedang sibuk di dapur. Namun beliau tetap mengajarkan saya “tandang gawe”.

“Perempuan mesti pinter di dapur. Nanti mertua liat caramu ngiris bawang salah arah malu-maluin Mama aja nanti.”
“Ayamnya dibersihin dulu isinya.”
“Nih siangin ikannya.”
“Masak nasi harus begini bersihinnya.”
“Motong kangkung bukan gitu arahnya. Harus begini.” … dan lain lain.

Sejak kecil saya sudah pintar lho membersihkan ikan, ayam, dan selalu membayangkan diri menjadi seorang dokter bedah. Mbeleh perut ayam itu seru lho. Hahahaha! Namun Mama memang tidak suka banyak orang mengganggunya di dapur. Saya pun sebenarnya begitu. Banyak suara, biasanya membuat saya kehilangan konsentrasi memasak.

Namun saya tidak mengadaptasi kebiasaan Mama itu di rumah, kecuali ketika sedang memasak untuk katering. Walaupun jadi ribut dan ribet, saya sering mengajak anak-anak membantu di dapur. Tentu saja mengajarkan mereka pekerjaan sederhana yang tidak terlalu berbahaya. Alhasil, mereka jadi andalan ketika saya tidak sempat atau malas memasak. Minimal bisa lah membuat mie instan, nasi goreng, atau telur dadar untuk adik bungsunya.

Hari ini, 2 putri saya kebagian giliran mengerjakan tugas di rumah. Salah satu yang harus dilakukan si sulung adalah praktek memasak Nasi Ayam, sebagai makanan khas di negara ini. Minggu depan ia harus mempresentasikan buatannya sebagai ujian untuk pelajaran semacam PKK di sekolah.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya secara online, ia kemudian mencari resep Nasi Ayam paling sederhana di internet. Saya tentu saja mendampinginya di dapur. Walau ia tetap memotong bahan, dan memasak sendiri semuanya from scratch.

Tadaaaa! Inilah nasi ayam sederhana ala Lara. Rasanya not bad lho. Saya tadi juga membiarkan ia mengeksplorasi taste bud nya sendiri dan hanya mengoreksi sedikit rasa supnya.

Jadi boleh nih besok-besok Kakak masak besar lagi buat kita semua. Bunda bisa lah pensiun dini dari dapur. Cihuy!

Much Love,
Reyn

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.