Beda Cara Bukan Arah


Beda Cara Bukan Arah

Kemarin saya iseng-iseng menonton sebuah vlog tentang 2 pasutri selebritas. Lucu sekali, saya sampai tergelak. Sang suami yang kelihatan seram, macho, menghiasi tubuhnya dengan tattoo, ternyata lebih kalem dari sang istri. Sebaliknya sang istri yang mungil, jika diibaratkan alpha dan omega, ia adalah alpha female.

Saya jadi senyum sendiri membayangkan keseharian saya dan suami di rumah. Ia adalah lelaki omega, sementara saya seorang perempuan alpha tulen.

Saya, si unyil bantet yang seringnya hajar bleh, tidak bisa menyimpan emosi, dan tidak suka menyimpan pertanyaan dalam hati. Kalau ada sesuatu yang mengganjal, saya akan langsung bertanya. Kalau perlu bersuara keras sampai masalah benar-benar tuntas. Walau saya bukan tipe yang suka berkoar di media sosial. No no no. Saya tidak suka menyelesaikan masalah dengan banyak drama.

Suami saya sebaliknya. Ia adalah pribadi yang tenang dan tidak meledak-ledak. Jika ada suatu masalah, ia memilih untuk diam dan tidak menghiraukan. “Sudah, diamkan saja.”, “Kenapa layan? Kenapa makan?”, “Sudah lupakan saja.” Begitu selalu ujarnya pada kami.

Contohnya semalam ketika kami berdua berbicara pada si sulung yang pulang dalam keadaan marah seperti cerita saya di sini, https://rumahmediagrup.com/2020/03/10/punya-nyali/

Saya orang yang punya prinsip, kalau tak tahu pasti maka bertanyalah. Jangan hanya dengar omongan orang. Cari tahu, cari bukti, maju dengan berani, dan tanyakan apa yang mengganjal di hatimu langsung pada sumber yang tepat. Setelah semua terang benderang, let go. Jika ada yang bersalah maka maafkan lalu lupakan. Jika kamu berbuat salah, minta maaf kemudian maafkan dirimu sendiri. Selesai. No hard feeling.

Sementara suami saya hanya berkata, jika kamu tidak mendengar atau melihat langsung, diamkan saja. Tidak perlu bereaksi secara berlebihan. That’s it.

Beda kan? Hahaha! Beda cara namun pesan yang kami sampaikan sama arahnya. Yaitu jangan mudah percaya pada omongan seseorang tentang orang lain. Lalu tinggal pilih mau diam saja dan tidak ambil pusing, atau mencari tahu untuk menyelesaikan masalah. It’s all up to you. Jika dengan berdiam diri tidak ada yang mengganjal dalam hati, maka tidak perlu ambil pusing. Jika sebaliknya, maka hadapi dengan berani.

Sekarang kalian bisa lihat kan, siapa yang rambutnya lebih cepat menipis? Makanya Yah, jangan banyak memendam pertanyaan. Ungkapkan saja. Hahahahaha!!

Beda itu seru, lho. Yang penting sama arah.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.