Dream Catcher


Dream Catcher

Bunda, can we buy a dream catcher?”

“Why do you want a dream catcher?”

“Because it looks nice.”

“Okay, I’m not gonna buy.”

“Why?”

“I’m gonna make myself.”

“You can make?”

“Yep.”

“How?”

“You’ll see.”

Dream catcher it is, kids!

Dibuat dengan tehnik macrame dan perjuangan berat untukmu lho ini, Nak. Caelah!

Seberat apa sih prosesnya? Tentu saja masih lebih berat timbangan saya. Ehh!

Punggung, pinggang, betis, rasanya rontok semua karena saya harus membuatnya dengan duduk di lantai. Memastikan semua bagiannya terbuka sehingga akan tampak cantik ketika digantung.

Membuat sebuah karya macrame ini harus teliti dan sangat memperhatikan detail. Karena tumpukan dan deretan talinya berpotensi untuk salah sasaran. Bisa jadi setelah hampir setengah jadi, ternyata baru ketahuan ada sebaris tali salah posisi.

Tidak seperti jahitan yang dengan mudah didedel kemudian dijahit ulang. Jika salah pada satu tali saja, semua bagian harus dibuka ulang satu per satu karena semua talinya berhubungan satu sama lain. O yeah! My spec’s degree’s gonna upgrade soon. Hahaha!

Anyways, it’s done dan sekarang menghiasi salah satu sudut ruang tempat saya bersantai untuk menikmati pijatan massage chair kesayangan. Well, it is a dream catcher literally. Karena ia berada di sudut tempat saya dipijat sampai mendengkur dan tertidur pulas, sambil bermimpi indah. Aseekkk!

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.