Toga Ini Untukmu, Yah


Toga Ini Untukmu, Yah

“Assalamualaikum, Yah.”

“Waalaikumussalam, Nak. Ya, Allah! Kamu kemana saja tidak menelpon Ayah hari Sabtu kemarin? Kami khawatir sekali. Kamu tidak apa-apa, kan?”

“Aku baru sakit karena keracunan makanan, Yah.”

“Ya, Allah! Ayah sudah punya firasat, perasaan Ayah tidak enak sekali, Nak. Bagaimana keadaanmu sekarang?” kudengar hela nafasnya, dan dengan suara parau mengabarkan berita ini pada Bunda.

Hari itu, di dalam sebuah ruang sempit bernama Wartel, antara Yogyakarta dan Jakarta.

Rianty Permana, gadis muda dengan cita-cita untuk mempersembahkan toga hasil kerja kerasnya pada sang Ayah. Rianty mengingatkan saya ketika dulu, diiringi tangisan Papa dan Mama, memutuskan untuk berangkat ke Yogyakarta. Meninggalkan semua yang tercinta demi cita-cita untuk membahagiakan orang tua. Hidup sendiri dengan sederhana pun saya lakoni dengan gembira.

Cerita tentang Rianty akan muncul di buku saya dengan beberapa penulis hebat dalam antologi “Toga Untuk Negeri”. Persembahan kami, yang pernah merasakan jatuh bangunnya menjadi mahasiswa. Demi toga sebagai wujud cinta pada orang tua dan bakti pada negeri.

Walau I lose count ini antologi saya yang ke berapa. Mungkin ke 7 atau 8? Hahaha! Tunggu saja ceritanya yang mengharu biru waktu terbit nanti, ya.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.