Belajar Bahagia. Bahagia Belajar


Belajar Bahagia. Bahagia Belajar

Punya anak lelaki yang kelebihan energi seperti Rayyan memang lumayan membuat kepala pening. Sayangnya peraturan di rumah kami adalah membatasi penggunaan gawai pada anak-anak. Karena itu mereka butuh penyaluran energi. Padahal kalau ada gawai atau televisi kan gampang ya menyuruh anak-anak duduk diam?

Well, sayangnya kami harus mengajarkan mereka untuk disiplin dan juga tidak ingin mereka tumbuh menjadi remaja yang hanya menunduk atau disconnected dengan sekitar . Ya, menunduk dan menyendiri karena sibuk dengan gawai masing-masing atau terpaku menonton acara kesukaan di televisi.

Keterbatasan ini memang pada akhirnya mengharuskan mereka untuk menemukan cara lain sebagai pengisi waktu luang.

Si sulung biasanya mengisi waktu dengan menggambar atau bermain piano. Si Jutek biasanya memilih ke dapur membuat sesuatu atau juga menggambar seperti sang Kakak. Si Bungsu biasanya memilih untuk membaca bermacam-macam buku. Kemudian ia akan menghampiri saya dan bercerita tentang apa yang ia baca dengan bersemangat.

Pagi ini ia menghampiri saya dan bertanya apa yang bisa ia lakukan sebelum berangkat sekolah.

“What should I do now, Bunda?”

“Read your book, please.”

“I did. Can we play something together?”

Saya yang baru saja selesai mempersiapkan bekal anak-anak pun minta ijin untuk menyeduh secangkir kopi dulu. Kemudian menghampirinya di meja makan dengan membawa sebuah papan kecil permainan Scrabble.

Ia terlihat gembira dan sangat antusias bermain menyusun kata pagi tadi.

“Wow! What word are you building?”

“You’ll see.”

Kemudian saya membaca kata DEMOCRATIST yang disusunnya.

“Wow! That’s a big word, Rayyan.”

“I know right!”

Padahal mungkin arti dari kata itu pun ia tak paham. Hahahaha!

Saya berjanji untuk bermain Scrabble dengannya lagi sepulang sekolah nanti, dan setiap pagi sebelum ia berangkat. Mungkin sampai ia bosan dan memilih kegiatan lain sebagai pengisi waktu luang. Ia pun berangkat sekolah dengan wajah berseri dan kilat mata bahagia karena berhasil membuat sang bunda, yang selalu sibuk di pagi hari, untuk bermain dengannya.

Bermain sambil belajar, belajar sambil bermain, yang penting bahagia.

Oh well, selamat belajar di sekolah dengan bahagia, Nak!

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.