Gratitude


Gratitude

Seminggu ini banyak hal begitu mengaduk-aduk perasaan. Dimulai dengan berita kehilangan seorang belahan jiwa yang tanpa aba-aba. Meninggalkan sang istri yang tiba-tiba harus melanjutkan hidup sendirian. Pecah tangis ini setiap kali melihat sang buah hati menahan airmata. Hingga petang ini, cerita ditutup dengan curahan hati seorang ibu yang sebatang kara.

Menghabiskan sore di ujung minggu ini dengan beberapa kenalan baru. Tak dinyana saya banyak mendapat pengalaman batin yang datang dari sebuah kisah pilu.

Kisah yang membuat dada sesak karena penuh dengan penderitaan dari perjuangan seorang ibu. Ia yang hidup sendiri tanpa pendamping bahkan anak-anak sebagai sandaran bahu. Terlunta-lunta hidup menumpang kesana kemari karena tidak ada atap untuk berteduh. Ditambah lagi keuangan yang juga datang tidak menentu.

Padahal kondisi kesehatan terus menurun karena usia yang makin bertambah tahun. Entah bagaimana caramu menjalani hidup karena tidak terdengar keluh kesahmu. Berat rasa hanya mendengarnya padahal tidak ikut memikul.

How strong you are, Bu.

Banyak pertanyaan melintas dalam benak. Di mana kah sang anak? Atau mungkin sang ibu yang menolak segala pemberian karena tidak ingin menjadi beban. Entahlah. Saya tidak berani mengulik kisah hidupnya terlalu dalam.

Cukup dengan menjadi telinga untuknya mencurahkan perasaan, tanpa penghakiman maupun rentetan teguran.

Terima kasih Bu untuk obrolan sore yang begitu powerful dan menguatkan. Juga mengingatkan untuk banyak bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup. Susah senang, tangis tawa, bahkan kerikil dan batu tajam sebagai sandungan. Saya masih beruntung. Jauh lebih beruntung.

Untukmu yang sedang kehilangan, semoga kekuatan segera mengalihkan semua sakit dan sedihmu. Kekuatan atas nama cinta pada lelaki kecil yang butuh dirimu sebagai sandaran bahu.

Untukmu yang harus berjalan tegak sendirian, semoga Yang Kuasa melimpahkan semua rahmat dan berkahNya di sepanjang harimu. Yakinlah akan ada banyak pertolongan atas kebaikan dan ketulusan hatimu menjalani segala ujian hidup. The struggle ends when gratitude begins.

Terima kasih untuk pelajaran hari ini Yang Maha Memiliki Hidup. I’m blessed.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.