B.F.F


B.F.F

Bunda, my Valentine month is ruined.”

“Huh? Why? Gayamu Valentine-Valentine!”

“Do you remember Wardinah?”

“Ha? Sopo maneh kuwi?”

“Huh? What does it mean?”

“Nothiiing. Okay, what happen with Wardinah? Who’s she? Your crush?”

“Well, kinda. She’s the one that I like from Madrasah class remember?”

“I thought Farah is your crush?”

“Well she doesn’t like me, so yeah.”

“Hahaha! Sukurin! Nakal sihhh!”

“Anyways, one of my friend told me that Wardinah liked another boy named Rayyan too.”

“Huh? What a coincidence!”

“Yeah. I was thinking maybe she thought he was me, or …”

“Dih! GR amat!”

“Orrrrr maybe she met this boy online.”

“Hah? How?”

Kemudian meluncurlah cerita tentang sang gadis bernama Wardinah yang ternyata adalah murid kelas 4 di sekolahnya.

“Why do you like older girl now?”

“Don’t ask.”

“Halah! Nggaya! Then, why do you like Wardinah?”

“Because she’s nice, and always share her food with me. So yeah.”

“I give you food everyday and I’m nice too. I thought you love me only.”

Kemudian ia memeluk dan mencium kening saya.

“I love you first, Bunda.”

“Hah? So me first then Wardinah second?”

“Noooo. Well, Wardinah doesn’t like me either. She’s with somebody else now. My sad Valentine month.”

“Yayyyy! Does that mean I’m the only one?”

“Why are you so happy for my sadness, Bunda?”

Hahahaha! Kali ini saya tidak mampu menahan gelak tawa. Saya biarkan ia bercerita tentang apapun yang dialami dan dirasakan di sekolah. Seperti itulah saya ketika membangun komunikasi bersama anak-anak di rumah.

Ada saatnya saya akan berperan sebagai ibu, ada saatnya saya berubah menjadi teman. Teman tempat mereka berbagi rasa dan bertukar pikiran. Saya tidak selalu kaku bak Kanebo kering. Saya kadang juga melakukan hal konyol sehingga menjadi bahan tertawaan anak-anak.

Setiap hari saya akan bertanya bagaimana mereka menghabiskan harinya di sekolah. Bukan hanya melulu tentang pelajaran, namun juga bagaimana cara mereka bersosialisasi dengan lingkungannya.

Saya ingin menjadi ibu yang bisa berteman dengan putra putri saya.

Namun tetap saja, saya ingin menjadi satu-satunya cinta dalam hidup Rayyan. Bukan Farah, Wardinah, atau siapapun itu. Camkan itu Rayyan! Hahahaha!

Sekarang biarkan saya menghirup kopi dingin yang sedari tadi ada di meja dan lupa saya minum. Cerita tentang Rayyan dan semua crush nya selalu membuat saya ingin meneguk seteko penuh kopi.

Much Love,

rumahmediagrup/rereynilda

8 thoughts on “B.F.F

  1. What? Seteko penuh kopi? Itu doyan apa abis dari gurun pasir, Mak?πŸ˜‚
    Untuk Rayyan, cemungud eaa! πŸ’ͺπŸ’ͺTenang aja, perbandingan perempuan dan laki-laki, masih banyakan perempuan. Masih banyak peluang πŸ˜†πŸ˜†
    Ups … kabur ah sebelum ditimpuk mommy you. ✌😁

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.