Konsisten Inkonsisten


Konsisten Inkonsisten

“Ayah mau pake baju apa buat kondangan?”

“Baju koko aja.”

“Idih. Kok kondangan pake baju koko? Emang mau ke mesjid?”

“Lah emang pake baju koko cuma buat ke mesjid?”

“Ya tapi kaaannn masak kondangan pake baju koko?”

“Emang Bunda mau pake baju apa? Enggak cocok ya sama baju koko?”

“Iyalah. Nanti saya kelihatan heboh sendiri. Suaminya biasa saja pakai baju koko. Enggak bisa bergaya deh Bunda.”

“Dih! Ya sudah cari deh. Terserah.”

“Ini saja ya. Celana biru sama kemeja biru garis-garis.”

“Iya. Boleh. Bunda pake biru juga?”

“Iya.”

“Bunda setrika?”

“Iya.”

“Banyak amat.”

“Ya, siapa tau berubah pikiran.”

“Tapi kan tadi katanya mau pake baju biru.”

“Ya kaliiiiiiiiii berubah pikiran. Kan belum tentu.”

“Udah siap belum?”

“Udah sana mandi. Bunda mah dandan cepat.”

“Mana mungkin.”

“Ehhhhh! Lamaan juga Ayah di toilet!”

“Udah Bunda?”

“Dah.”

“Lah? Kok pake baju maroon?”

“Yang biru bikin gendut.”

“Hhhhh ….”

Sesungguhnya perempuan yang konsisten dalam ketidakkonsistenan itu adalah langka. Pertahankanlah!

Selamat bertambah uban eh usia Suamiku sayang. Semoga pertambahan umur membuatmu semakin sabar menghadapiku. Manusia aneh yang seringkali membuatmu membeliakkan mata dan melongo karena kagum eh bingung.

Semoga selalu sehat dan berbahagia di sampingku, hingga kita berdua tidak punya lagi gigi untuk mengunyah nasi goreng petai berdua.

I Love You LOML!

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.