A Beginner


A Beginner

Bunda, my friends were laughing at me during swimming lesson.”

“Why? Did you do something to them?”

“Nooooo, Bunda. They were laughing at my red cap.”

“Huh? Why? They were wearing the same cap, weren’t they?”

“No, Bunda. The red cap and wrist bands are for beginners like me. They were laughing at it because I’m a beginner while most of them are already wearing different color for experts.”

Rayyan, do you know that they all started as beginners? The difference is they were taught by a coach so they can have a certificate, while you were taught by your parents. We can’t give you certificate like a coach. Understand?”

“Yeah.”

“Show your friends that you are as good as them although you are still wearing red cap as a beginner. Can you do that?”

“Well, I’m quite fast though.”

“So vain!”

Sekali dalam seminggu, murid kelas 3 di sekolah Rayyan mendapat latihan renang dibawah pengawasan pelatih resmi. Gratis.

Masing-masing murid dipisahkan antara pemula dengan mereka yang sudah mengikuti kelas renang dan mendapat sertifikat. Rayyan juga kedua kakaknya memang tidak pernah saya masukkan dalam kelas renang resmi.

Saya dan suami yang mengajarkan anak-anak berenang ketika kecil dulu. Minimal bisa mengambang, meluncur, dan gaya katak yang paling sederhana. Pertimbangan saya waktu itu sebenarnya bukan semata biaya. Saya kok rasanya tidak tega melihat anak-anak kecil dibentak sang pelatih kadang sampai menangis tersedu.

Dari mana saya tahu semua ini? Dari apa yang saya lihat ketika membawa anak-anak ke kolam renang. Lebih baik saya yang mengajarkan anak-anak sendiri dengan penuh cinta. Walaupun saya sendiri bukan ibu yang lemah lembut dan tidak bisa marah. Saya sama kerasnya mengajarkan mereka. Hanya rasanya tidak rela anak-anak yang masih kecil dibentak orang lain, walau tujuannya baik.

Sejak memutuskan menjadi seorang ibu rumah tangga, saya memang bertekad untuk banyak belajar. Sehingga kelak dari saya lah anak-anak belajar tentang banyak hal. Saya yang harus menambah ilmu dan pengetahuan, bukan memasrahkan tumbuh kembang dan pendidikan mereka pada orang lain. Kecuali di sekolah dan pelajaran Matematika. Hahahaha!

Berdiri semua rambut saya nanti kalau disuruh mengajarkan Math.

Nah, termasuk belajar berenang. Bunda juga dulu yang mengajar renang Eyang Papa, Nak. Beliau yang mengajarkan Bunda menggunakan sebuah bangku kecil untuk melakukan gaya katak. Lama-lama bisa sendiri, kok. Modal utamanya adalah berani. Berani nyebur, berani kelelep, berani mencoba.

Tidak ada seorang pun yang memulai sesuatu dari atas, Nak. Semua mulai dari awal menjadi seorang beginner. Nikmati saja prosesnya sampai kelak kamu bisa dan menjadi seorang expert. Semua ejekan itu modal semangatmu untuk menjadi lebih baik dari mereka semua.

Semangat, Nak! Be An Expert Beginner!

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.