Life’s Short, Stunt It!


Life’s Short, Stunt It!

Tegukan kopi saya pagi ini terasa sedikit pahit … dan sedih.

Berita kematian sang murid sekolah menengah yang mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis membuat pagi saya begitu berbeda.

Semoga dirimu tenang di sana ya, Nak.

Cerita tentangnya kemudian seliweran di linimasa hingga grup Whatsapp. Saya tidak ingin berbagi tentang itu, atau berusaha mencari tahu kisah yang sebenarnya terjadi. Walau bullying terdengar begitu kuat menjadi sebab keputusan akhir sang putri cantik.

Kamu tahu Nak, saya dulu adalah korban. Bahkan akibat perundungan itu tercetak dengan jelas hingga hari ini di atas bibir saya.

Seseorang mendorong saya ke sebuah tempat tidur besi, yang mengakibatkan kulit di daerah bibir saya terluka hingga berdarah, dan membuat Ibu saya panik ketika itu. Saya juga pernah didorong hingga jatuh dari sebuah menara air tinggi, tempat saya biasa duduk dan bermain dulu. Banyak lagi, Nak. Banyak sekali. Both physical and verbal.

Dulu saya juga sama sedihnya sepertimu. Bahkan hingga hari ini saya masih sering jatuh dalam kesedihan dan kekecewaan dalam bentuk yang berbeda. Terutama setelah menjadi seorang Ibu.

Kadang sedih ketika harus jungkir-balik sendirian mengatur rumah tangga. Setiap hari mengurus anak-anak dengan segala polahnya, membersihkan rumah karena ingin membuat semua penghuninya nyaman, dan banyak lagi.

Saya sering merasa sendiri … dan lelah.

Ketika dulu mengalami kesedihan saya melampiaskannya dalam diam, dan menarik diri dari lingkungan. Kesalahan saya adalah tidak berkomunikasi dengan orang terdekat. Saya menelan semua kekecewaan sendiri.

Saat ini, kesedihan itu saya lampiaskan dengan melakukan banyak hal. Walau memilih untuk tetap menelannya dalam diam, karena ingin mengajarkan anak-anak untuk tidak berbagi hal buruk kepada orang lain. Percayalah, kisah sedih yang terbaca berulang hanya akan bersarang dan mengisi semua ruang. Termasuk ruang kebahagiaan yang menjadi samar karena terhalang.

Kita hanya butuh melalui, menghadapi, berdamai dengannya, kemudian membuangnya jauh. Walau beberapa kisah butuh tersimpan di sebuah sudut ruang kehidupan, hingga kelak akan berguna sebagai pengingat diri ketika takabur dan hasad menghantui.

Wahai jiwa … saya bahagia, kok.

Meski cat kuku cantik yang semalam baru saya pasang, harus rusak karena setumpuk cucian piring di hadapan. Yang penting saya tahu, cat kuku tidak cantik ini membuat anak-anak bangga membawa bekal hasil masakan sang Ibu ke sekolah setiap hari. Kuku tidak cantik ini juga, yang membuat rumah bersih hingga seluruh penghuninya sehat.

Jadi sedihmu adalah sumber kekuatanmu, lho. Mari mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna. Mari membiasakan diri melihatnya sebagai cambuk agar roda hidup terus berputar. Mari berpikir bahwa hidup dengan segala turun naiknya adalah berkah dari-Nya. Hadapi … dengan berani!

Cheer up, Peeps!

Life’s short, stunt it!

rumahmediagrup/rereynilda

2 thoughts on “Life’s Short, Stunt It!

  1. Peluuuukk erat mbak Rere.pasti sedih banget dulu. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengolah kesedihan menjadi bahagia😍😍

    Aku memilih masih tetap menulis kisah kelam hidupku mbak. Demi banyak ibu tersadarkan dan berjuang lepas dari semua trauma masa lalunya. Seperti kemarin aku posting tentang pelecahan seksual, ada lebih dari 5 ibu wapri mengalami hal yang sama.mereka minta tolong untuk bisa bangkit dari trauma itu.karena masih terpicu saat suaminya memegang area pribadi yang traumatis. Ikut sedih, mereka masih harus terus berjuang sampai detik ini.bahkan setelah punya 3 anak.

    Liked by 2 people

    • Astaga Mbak. Aku suka mbrebes mili baca ceritamu. Bangga juga betapa kuatnya dirimu dan bisa jadi enlightment untuk org lain. Keep up the good work Mbak! And be happy always! ❤️

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.