Naughty Bunda


Naughty Bunda

“Bunda … Buuunnndaaaa!”

“Bundaaaaa where are you?”

“Bundaaaaaaaa! Kakak, where’s Bunda?”

“I don’t know! Bundaaaa!” *cry*

Di mana kah saya?

Pssttt … Saya sedang bersembunyi di dapur. Hahaha!

Hari itu Lara & Lana lumayan membuat rambut saya berdiri semua. Mereka pecicilan sekali. Saya yang sudah lelah dengan urusan dapur dan printilannya pun memilih untuk bermain drama. Ya. Main drama supaya mereka jera. Waktu itu Lara baru berusia 5 tahun dan Lana 4 tahun. Dan saya sedang hamil besar, mengandung si bungsu.

Saya bersembunyi di sudut dapur dan mematikan lampu. Hari memang sudah malam dan waktunya anak-anak tidur. Tapi mereka tidak juga terlelap sementara saya sudah lelah dan mengantuk. Sebel.

Then there goes the drama ….

Dari sudut dapur saya melihat mereka mondar-mandir sambil bergandengan tangan dan menangis. Kemudian lamat-lamat mendengar mereka berdiskusi bahwa mungkin Bunda marah karena mereka tidak patuh. Saya tetap diam tidak bergerak dari tempat persembunyian. Sampai saya mendengar mereka membuka pintu rumah, kemudian berteriak sekencang-kencangnya memanggil saya. Ya, salam!

Saya masih tidak bergerak sampai tetangga sebelah rumah kami, keluarga India, melongok keluar dan bertanya, “What’s wrong girls? Where’s your mother?” Cekrek-cekrek, ia membuka pintu rumahnya.

Mendengar itu, saya tergopoh-gopoh keluar dari persembunyian. Dengan muka pura-pura terkejut berkata, “Girls! I’m here! Sorry Rani, but I’m here. They didn’t see me around. Good night, and sorry for the noise!” Sambil menutup pintu menahan tawa.

Saya betul-betul tidak menyangka unyil-unyil ini akan berani membuka pintu dan berteriak dengan suara kuat. Untung saja tidak ada Polisi yang datang. Bisa-bisa saya disangka menelantarkan anak. Hahahaha!

“Where were you, Bunda? We were looking for you everywhere you know!” Isak Lara yang diikuti tangisan sedih sang adik.

“I was almost abducted by aliens through the kitchen window!”

“Huh? Why the alien wanted to take you away?”

“Because they saw from their place in Mars that I have two naughty kids that refused to sleep although it’s already late. So they wanted to take me away to be a mother for their kids instead, they pity me.”

“Huh? Like Milo’s mother?”

“Yes. Milo was naughty, right? So they took his mother away because he didn’t want to listen and obey his mother.”

“Nooooo, Bunda! Please don’t leave us alone. We promised to be good. I don’t want you to be kidnapped by the aliens!”

“Mmmm … okay. Promise?”

“Pinky promise!” Ujar mereka seraya menyodorkan kelingking mungilnya.

“Okay. Can we sleep now? Because I’m tired fighting with the aliens,” ujar saya sambil setengah mati menahan tawa.

“I will hold your hands the whole night, Bunda. So the alien can’t take you away again.”

Ada yang pernah menonton film “Mars Needs Moms”? Film animasi yang tayang di bulan Maret 2011 dan sukses membuat saya dan anak-anak berderai airmata waktu itu.

Ceritanya tentang seorang ibu yang diculik bangsa alien untuk menjadi ibu bagi bayi-bayi Martian. Dan sebelum sang ibu diculik, ia mengeluh karena sang anak membangkang dan tidak mematuhinya. Anak itu bernama Milo.

Cerita ini hingga sekarang sering menjadi bahan candaan kami di rumah. Karena ternyata hingga mereka besar, mereka percaya bahwa saya pernah pergi ke Mars karena diculik para alien.

Ya … ya. I know. I’m a naughty Mother.

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.