Lana Banana


Lana Banana

Lana, waktu video ini dibuat ia berusia 4 tahun. Sebelumnya, suaranya tidak sebesar dan sesember ini. Suaranya melengking dan semua bernada sama. Do semua.

Perubahan suara ini didapat ketika usianya 3 tahun dan ia harus dirawat di rumah sakit, sepulangnya kami dari berlibur ke Genting Highland.

Kok bisa?

Biasanya, setiap kali kami travelling, saya selalu merepotkan diri sendiri dengan membawa banyak perlengkapan untuk anak-anak yang masih kecil. Mulai dari perlengkapan untuk badan, hingga travel cooker kecil bahkan sampai beras. Ribet, ya? Tapi dengan begitu, saya tidak khawatir dengan masalah makan mereka. Bukan tidak membiasakan makan apa saja, namun sebagai ibu saya yang paling paham masalah kesehatan mereka.

Nah, di hari terakhir liburan kami di Genting, saya yang sudah membereskan peralatan tempur pun membiarkan mereka makan di sebuah restoran cepat saji di sana. Menu nya hanya semangkok bubur ayam. Paling aman menurut saya.

Keputusan yang kemudian saya sesali.

Sesampainya di rumah, saya mendapati Lana buang air tanpa henti. Karena ia masih memakai popok sekali pakai, maka muncul ruam di sekitar bokongnya. Seperti kulit yang melepuh karena terbakar.

Kami lalu membawanya ke rumah sakit dan ia didiagnosa menderita Salmonela Infection, yang menyebabkan perutnya sakit dan buang air terus menerus. Sakit yang dirasakan itu, membuatnya menangis tanpa henti hingga tenggorokannya pun terluka. Ia juga menolak asupan makanan ataupun cairan. Yang diinginkannya hanya memeluk saya saja.

Akhirnya, dokter terpaksa memasukkan selang melalui tenggorokan ke perutnya. Saya menangis melihat Lana mengerang kesakitan dan menangis semalaman. Saya juga marah pada sang dokter yang menghardik saya karena tidak memaksa Lana untuk minum. Tubuh yang sudah terlalu lelah dan stressnya melihat anak yang sedang sakit, membuat emosi saya memuncak. Singkatnya, saya tidak mau lagi berjumpa dengan sang dokter dan membatalkan semua janji yang telah dibuat, walau ia sebenarnya dokter anak-anak sejak lahir.

Elu … gue … end.

Saya paling anti dengan orang yang ketus, dan tidak memiliki empati pada orang lain. Dipikir gampang apa “memaksa” anak untuk minum ketika tenggorokannya sakit? Menyebalkan.

Setelah menangis semalaman itulah, suara Lana berubah menjadi berat dan keras hingga hari ini. Namun anehnya, suara yang awalnya tidak mengenal nada itu kemudian berubah merdu. Bahkan ia kini bergabung dengan tim paduan suara di sekolahnya. Hahaha!

Lana … Lana. My Lana Banana.

Moral of the story: Tidak apa sedikit rempong dan susah, karena kesehatan anak-anak nomor satu. Tidak perlu mendengar omongan orang lain yang hanya mencibir, karena yang tahu bagaimana anak-anak dengan baik adalah sang ibu.

https://www.facebook.com/reynilda.permana/videos/1789217297278/?d=n

rumahmediagrup/rereynilda

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.